Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Klaim Segera! Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 4 Juli 2026, Amankan Hadiah Skin dan Diamond Gratis Sebelum Kehabisan

Sabtu, 4 Juli 2026 06:00 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek BPNT Juli 2026 Lewat HP, Ini Tanda Bantuan Sudah Cair

Sabtu, 4 Juli 2026 05:00 WIB

Link Live Streaming Argentina vs Cape Verde Piala Dunia 2026, Tonton di TVRI dan OTT

Sabtu, 4 Juli 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Klaim Segera! Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 4 Juli 2026, Amankan Hadiah Skin dan Diamond Gratis Sebelum Kehabisan
  • Cara Cek BPNT Juli 2026 Lewat HP, Ini Tanda Bantuan Sudah Cair
  • Link Live Streaming Argentina vs Cape Verde Piala Dunia 2026, Tonton di TVRI dan OTT
  • Bernostalgia di Tizi Bandung, Restoran Klasik dengan Menu Eropa Favorit Sejak 1967
  • Bosan ke Puncak? Ini Rekomendasi Wisata Alam Hits di Bogor yang Cocok Buat Healing Akhir Pekan
  • Bagan Lengkap Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Cek Jadwal Duel Raksasa Mulai Minggu Ini
  • Hidden Gem Bandung, Accra Bakes Sajikan Basque Burnt Cheesecake Premium yang Bikin Nagih
  • Jelang Argentina vs Tanjung Verde, Scaloni Minta Messi Cs Tetap Waspada
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dirjen IKP Kemenkominfo Ungkap Ironi di Balik Perkembangan AI

By Putra JuangKamis, 28 Maret 2024 19:40 WIB2 Mins Read
Artificial Intelligence. (Foto: net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) rupanya menimbulkan sebuah ironi bagi peradaban manusia itu sendiri.

Begitu disampaikan Dirjen IKP Kemenkominfo, Usman Kansong dalam diskusi bertajuk ‘Pers, Artificial Intelligence, dan Problem Penegakan Kode Etik Jurnalistik: Bagaimana Solusinya?’ di Hall Dewan Pers, Kamis (28/3/2024).

Menurut Usman, ironi teknologi kecerdasan buatan atau AI salah satunya terjadi di Korea Selatan. Dimana sebanyak tiga presenter dalam sebuah stasiun televisi dipecat dan digantikan oleh virtual presenter.

“Ini ironi bagi saya dalam dunia AI. Dulu sampai sekarang sering disampaikan ga mungkin manusia digantikan oleh AI karena manusia itu punya emosi, cinta, kasih. Tapi justru karena manusia punya emosi itu maka dia makin cepat digantikan oleh AI,” ucap Usman.

Baca Juga:  Sat Set Maling di Bandung, Hanya 15 Menit Motor hingga Barang Berharga Milik Wartawan Raib

Persoalan lain dari perkembangan AI ini, kata Usman, yakni teknologi kecerdasan buatan justru ‘membunuh’ banyak pekerjaan.

“Ironi kedua, AI membunuh banyak pekerjaan. Jadi tadi istilah meringkas pekerjaan itu kata lainnya membunuh banyak pekerjaan,” ujarnya.

Kemudian buruknya perkembangan teknologi kecerdasan buatan pada bidang media, kata Usman, adalah dalam segi penulisan berita yang dituntut untuk sesuai dengan algoritma.

“Kita ini sekarang ditengah maraknya teknologi digital, menulis berita itu di-drive oleh algoritma. Algoritma itu AI, dasarnya AI itu ya algoritma dan ketika menulis di-drive oleh algoritma maka kita menghasilkan jurnalisme umpan klik atau clikbait,” jelasnya.

Baca Juga:  iPhone 16 Sepi Peminat Gegara Minim Fitur AI

Usman mencontoh, saat ini penulisan berita harus dikaitkan dengan kata kunci Mahkamah Konstitusi (MK). Sebab,

“Contohnya ada berita tentang kosmetik, jangan lupa pakai kosmetik A kalau Anda mau menghadiri sidang di MK supaya tetap terjaga kecantikannya. Padahal ga ada urusannya sama MK tapi karena sekarang lagi rame-rame menuntut pemilu maka dipaksa-paksakanlah berita itu ditulis yang ada unsur MK. Itu yang namanya clickbate journalism,” tuturnya.

Menurutnya, budaya umpan klik atau clikbait ini akan menciptakan budaya rebahan di kalangan wartawan.

“Jadi wartawan itu instan, jadi budaya instan di kalangan wartawan yang menulis berita di-drive oleh algoritma bukan di-drive oleh kebijakan redaksional jadinya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Meta Ancang-ancang Bikin Chatbot AI untuk Saingi ChatGPT

Oleh karena itu, saat ini banyak wartawan yang menulis berita tidak lagi untuk manusia namun untuk data.

“Jadi kan oleh si algoritma ini perilaku membaca kita pada hari itu yang gemar membaca segala berita yang ada unsur MK itu diubah jadi data,” imbuhnya.

Padahal, lanjut Usman, dalam menulis sebuah berita harus memenuhi tiga unsur penting, Yakni agency, dignity dan hope.

“Jadi berita kita mestinya kalau beritanya untuk manusia itu mengandung tiga unsur itu, kita ini di era teknologi ini yang tersisa cuman harapan, bahkan harapan kita digantungkan kepada mesin,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ai Artificial Intelligence Dirjen IKP Kemenkominfo kecerdasan buatan media Usman Kansong wartawan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek BPNT Juli 2026 Lewat HP, Ini Tanda Bantuan Sudah Cair

Anak Diduga Hilang dari Katapang Ditemukan Meninggal di Jembatan BBS Bandung Barat

Om Zein saat menghadiri acara di Purwakarta.

Imbas Lagu Kontroversial ‘Lalaki Langit’, Bupati Purwakarta Diperiksa Intensif 8 Jam di Kemendagri

Pencabulan

Dugaan Kasus Rudapaksa di Sapan Bandung, Korban Masih Jalani Pemulihan Trauma

Wacana Provinsi Sunda Menguat, DPRD Jabar Sepakati Pembahasan Resmi

Tragis! Remaja Bandung Barat Tewas Dibacok di Purwakarta Usai COD Sajam

Terpopuler
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Swatt Lasagna Viral! Kue Premium Bandung Ini Ternyata Langganan Para Artis Top
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.