Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dedi Kusnandar Beri Peringatan ke Persija! Persib Siap Tempur di Bali

Senin, 3 Agustus 2026 03:00 WIB

Kasus Bigmo Buka Polemik Baru, Kemkomdigi Desak YouTube Perketat Moderasi Konten Digital

Senin, 3 Agustus 2026 01:00 WIB

Misi Balas Dendam dan Rebut Puncak Grup! Indonesia vs Vietnam Jadi Laga Paling Ditunggu Piala AFF 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 21:06 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dedi Kusnandar Beri Peringatan ke Persija! Persib Siap Tempur di Bali
  • Kasus Bigmo Buka Polemik Baru, Kemkomdigi Desak YouTube Perketat Moderasi Konten Digital
  • Misi Balas Dendam dan Rebut Puncak Grup! Indonesia vs Vietnam Jadi Laga Paling Ditunggu Piala AFF 2026
  • Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?
  • Persib Kehilangan Dua Pemain Penting Jelang Semifinal Piala Presiden 2026
  • Kabar Baik! Tagihan Listrik Agustus 2026 Tidak Bertambah, Cek Tarif PLN Terbaru Semua Golongan
  • Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026
  • Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Duel Persib vs Persija Digelar di Bali
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 3 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Disimpan Bertahun-tahun, Batu Ini Ternyata Harta Karun

By Aga GustianaMinggu, 29 Desember 2024 16:45 WIB3 Mins Read
Penampakan batu meteorit yang ditemukan David Hole. (Foto: Victoria Museum)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Seorang pria bernama David Hole tak sengaja menemukan sebuah batu yang berisi harta karun. Batu itu ia temukan saat mencari emas di Taman Regional Maryborough dekat Melbourne, Australia pada tahun 2015 lalu.

Pada saat itu, ia menemukan sesuatu yang tidak biasa, batu kemerahan yang sangat berat yang terletak di tanah liat kuning.

Lantas ia pun membawa pulang batu tersebut. Penasaran, Hole mencoba segala cara untuk membukanya, berharap ada bongkahan emas di dalam batu itu.

Hole pun mencoba gergaji, gerindra, bor hingga menyiram batu itu dengan asam. Namun, palu godam pun tak dapat membuat retakan.

Setelah bertahun-tahun disimpan, Hole masih penasaran, kemudian ia membawa batu itu ke ke Museum Melbourne untuk diidentifikasi. Dan ternyata batu itu adalah meteorit langka.

“Batu itu tampak seperti terpahat dan memiliki lesung pipi,” kata ahli geologi Museum Melbourne Dermot Henry pada 2019 seperti dikutip dari Science Alert.

“Benda itu terbentuk saat menembus atmosfer, mencair di bagian luar, dan atmosfer membentuknya,” ujarnya.

“Saya telah melihat banyak batu yang menurut orang-orang adalah meteorit,” kata Henry.

Henry mengatakan hanya dua dari persembahan itu yang ternyata adalah meteorit asli. Batu yang dibawa Hole adalah salah satu dari keduanya.

“Jika Anda melihat batu di Bumi seperti ini, dan mengambilnya, seharusnya tidak seberat itu,” jelas ahli geologi Museum Melbourne, Bill Birch.

Dalam sebuah makalah ilmiah yang terbitkan para peneliti, meteorit itu berusia 4,6 miliat tahun dan diberinama Maryborough, diambil dari nama kota di dekat tempat ditemukannya.

Beratnya mencapai 17 kg dan setelah menggunakan gergaji berlian untuk memotong sepotong kecil, para peneliti menemukan komposisinya mengandung persentase zat besi yang tinggi, sehingga menjadikannya kondrit biasa H5.

Setelah dibuka, terlihat tetesan kecil mineral logam yang mengkristal di seluruh bagiannya, yang disebut kondrul.

“Meteorit menyediakan bentuk eksplorasi ruang angkasa yang paling terjangkau. Meteorit membawa kita kembali ke masa lalu, memberikan petunjuk tentang usia, pembentukan, dan kimia Tata Surya kita (termasuk Bumi),” kata Henry.

Para peneliti berpendapat bahwa meteorit Maryborough jauh lebih langka daripada emas, membuatnya jauh lebih berharga bagi sains.

Itu adalah salah satu dari hanya 17 meteorit yang pernah ada tercatat di negara bagian Victoria, Australia, dan merupakan massa kondritik terbesar kedua, setelah spesimen seberat 55 kilogram yang diidentifikasi pada tahun 2003.

“Ini baru meteorit ke-17 yang ditemukan di Victoria, padahal sudah ada ribuan bongkahan emas yang ditemukan. Melihat rangkaian kejadiannya, bisa dibilang penemuan ini sangat luar biasa,” kata Henry.

Ini bahkan bukan meteorit pertama yang butuh waktu beberapa tahun untuk sampai ke museum. Dalam sebuah cerita yang sangat menakjubkan pada 2018, satu batu angkasa butuh waktu 80 tahun, dua pemilik, dan pernah dijadikan sebagai pengganjal pintu sebelum akhirnya terungkap apa sebenarnya batu itu.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

batu harta karun Meteorit
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

ilustrasi, warga tengah mengisi token listrik PLN.

Kabar Baik! Tagihan Listrik Agustus 2026 Tidak Bertambah, Cek Tarif PLN Terbaru Semua Golongan

Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial

Liburan ke Bandung? Jangan Pulang Sebelum Beli 4 Oleh-Oleh Hits Ini

Harga Emas Antam Hari Ini 2 Agustus 2026 Stabil, Cek Daftar Lengkap dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Berburu Reward Eksklusif: Update Kode Redeem FF 2 Agustus 2026

Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Klaim Saldo DANA Gratis 2 Agustus 2026: Cara Aman dan Link Resmi Hari Ini

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Kisah Pilu Om Maxim: Jadi Ayah Sekaligus Ibu Balita 1 Tahun, Intip Momen CCTV yang Bikin Mewek!
  • Salip Elektabilitas Prabowo, Pintu RI 1 Terbuka Lebar untuk Dedi Mulyadi
  • 10 Pohon Ditebang di Cihapit, Farhan Murka dan Ancam Pidanakan Pelaku
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.