Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pencari Kerja Bandung Merapat! 6 Perusahaan Buka 359 Lowongan Secara Online

Rabu, 30 September 2026 05:00 WIB

Sudah Eksis Puluhan Tahun! 5 Roti Bakar Legendaris Bandung yang Masih Diburu

Rabu, 30 September 2026 04:00 WIB

Bansos Beras 30 Kg Segera Disalurkan! Cek 33,24 Juta Penerima dan Cara Cek NIK

Rabu, 30 September 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pencari Kerja Bandung Merapat! 6 Perusahaan Buka 359 Lowongan Secara Online
  • Sudah Eksis Puluhan Tahun! 5 Roti Bakar Legendaris Bandung yang Masih Diburu
  • Bansos Beras 30 Kg Segera Disalurkan! Cek 33,24 Juta Penerima dan Cara Cek NIK
  • Rekomendasi Kuliner Malam Majalengka: Dari Sate Maranggi hingga Bakso Jumbo 1 Kg
  • Menjelajah Malam di Kota Hujan: 10 Surga Kuliner yang Bikin Rindu Bogor
  • Di Balik Kartu Merah Thom Haye: Respon Bijak John Herdman Usai Indonesia Tahan Imbang Malaysia
  • Penuhi Panggilan Sidang PT BDS, Bupati Dadang Supriatna Tegaskan Posisi Pemegang Saham
  • Selain di Jatiluhur, Fasilitas Data Center AI Ternyata Sudah Berdiri di Bekasi dan Karawang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 30 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Disimpan Bertahun-tahun, Batu Ini Ternyata Harta Karun

By Aga GustianaMinggu, 29 Desember 2024 16:45 WIB3 Mins Read
Penampakan batu meteorit yang ditemukan David Hole. (Foto: Victoria Museum)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Seorang pria bernama David Hole tak sengaja menemukan sebuah batu yang berisi harta karun. Batu itu ia temukan saat mencari emas di Taman Regional Maryborough dekat Melbourne, Australia pada tahun 2015 lalu.

Pada saat itu, ia menemukan sesuatu yang tidak biasa, batu kemerahan yang sangat berat yang terletak di tanah liat kuning.

Lantas ia pun membawa pulang batu tersebut. Penasaran, Hole mencoba segala cara untuk membukanya, berharap ada bongkahan emas di dalam batu itu.

Hole pun mencoba gergaji, gerindra, bor hingga menyiram batu itu dengan asam. Namun, palu godam pun tak dapat membuat retakan.

Setelah bertahun-tahun disimpan, Hole masih penasaran, kemudian ia membawa batu itu ke ke Museum Melbourne untuk diidentifikasi. Dan ternyata batu itu adalah meteorit langka.

“Batu itu tampak seperti terpahat dan memiliki lesung pipi,” kata ahli geologi Museum Melbourne Dermot Henry pada 2019 seperti dikutip dari Science Alert.

“Benda itu terbentuk saat menembus atmosfer, mencair di bagian luar, dan atmosfer membentuknya,” ujarnya.

“Saya telah melihat banyak batu yang menurut orang-orang adalah meteorit,” kata Henry.

Henry mengatakan hanya dua dari persembahan itu yang ternyata adalah meteorit asli. Batu yang dibawa Hole adalah salah satu dari keduanya.

“Jika Anda melihat batu di Bumi seperti ini, dan mengambilnya, seharusnya tidak seberat itu,” jelas ahli geologi Museum Melbourne, Bill Birch.

Dalam sebuah makalah ilmiah yang terbitkan para peneliti, meteorit itu berusia 4,6 miliat tahun dan diberinama Maryborough, diambil dari nama kota di dekat tempat ditemukannya.

Beratnya mencapai 17 kg dan setelah menggunakan gergaji berlian untuk memotong sepotong kecil, para peneliti menemukan komposisinya mengandung persentase zat besi yang tinggi, sehingga menjadikannya kondrit biasa H5.

Setelah dibuka, terlihat tetesan kecil mineral logam yang mengkristal di seluruh bagiannya, yang disebut kondrul.

“Meteorit menyediakan bentuk eksplorasi ruang angkasa yang paling terjangkau. Meteorit membawa kita kembali ke masa lalu, memberikan petunjuk tentang usia, pembentukan, dan kimia Tata Surya kita (termasuk Bumi),” kata Henry.

Para peneliti berpendapat bahwa meteorit Maryborough jauh lebih langka daripada emas, membuatnya jauh lebih berharga bagi sains.

Itu adalah salah satu dari hanya 17 meteorit yang pernah ada tercatat di negara bagian Victoria, Australia, dan merupakan massa kondritik terbesar kedua, setelah spesimen seberat 55 kilogram yang diidentifikasi pada tahun 2003.

“Ini baru meteorit ke-17 yang ditemukan di Victoria, padahal sudah ada ribuan bongkahan emas yang ditemukan. Melihat rangkaian kejadiannya, bisa dibilang penemuan ini sangat luar biasa,” kata Henry.

Ini bahkan bukan meteorit pertama yang butuh waktu beberapa tahun untuk sampai ke museum. Dalam sebuah cerita yang sangat menakjubkan pada 2018, satu batu angkasa butuh waktu 80 tahun, dua pemilik, dan pernah dijadikan sebagai pengganjal pintu sebelum akhirnya terungkap apa sebenarnya batu itu.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sudah Eksis Puluhan Tahun! 5 Roti Bakar Legendaris Bandung yang Masih Diburu

Ilustrasi masakan sunda.

Rekomendasi Kuliner Malam Majalengka: Dari Sate Maranggi hingga Bakso Jumbo 1 Kg

Menjelajah Malam di Kota Hujan: 10 Surga Kuliner yang Bikin Rindu Bogor

Wajib Coba! 5 Martabak Bandung Ini Punya Rasa Manis hingga Gurih yang Bikin Nagih

Indra Kenz Bebas Bersyarat Usai 5 Tahun di Penjara, Wajib Lapor hingga 2030

HASILNYA BIKIN MELONGO! Seniman Ini Sulap Sinar Matahari Jadi ‘Kuas’ untuk Lukis Sosok Legendaris

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Update Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 116 Usai Permalukan Singapura di ASEAN Cup 2026
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.