Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Rumor Transfer Persib: 4 Winger Ganas dan 1 Kiper Tangguh Ini Jadi Buruan Utama Bobotoh, Siapa Saja?

Sabtu, 2 Mei 2026 06:00 WIB

Terbongkar! Polisi Dalami Skandal Video Viral Bandar Membara di Batang

Sabtu, 2 Mei 2026 05:00 WIB

Transfer Meledak! Persib Bandung Bajak Winger Brasil Patrick Robson?

Sabtu, 2 Mei 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rumor Transfer Persib: 4 Winger Ganas dan 1 Kiper Tangguh Ini Jadi Buruan Utama Bobotoh, Siapa Saja?
  • Terbongkar! Polisi Dalami Skandal Video Viral Bandar Membara di Batang
  • Transfer Meledak! Persib Bandung Bajak Winger Brasil Patrick Robson?
  • Bansos PKH dan BPNT 2026 Belum Cair, Ini Fakta Terbaru dan Jadwalnya
  • Klaim Segera! Kode Redeem FF 2 Mei 2026: Dapatkan Skin M1887 Terlangka dan Diamond Gratis Hari Ini
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • 4 Winger + 1 Kiper Masuk Radar Persib, Siapa Paling Dekat Gabung?
  • Jumat Malam yang Mencekam di Tamansari Bandung: Massa Serba Hitam Kocar-kacir Diterjang Aparat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 2 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Diskusi Publik, Rafael Situmorang Soroti Hak Dasar Rakyat dalam Wacana Pilkada Lewat DPRD

By Muhammad Rafki Razif KiransyahRabu, 21 Januari 2026 14:12 WIB2 Mins Read
Diskusi bertajuk “Pilkada di Tangan DPRD: Ikhtiar Efisiensi atau Pengebirian Daulat Rakyat?” di Gedung Indonesia Menggugat, Rabu (21/1/2026). (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD kembali mengemuka dan memantik diskusi publik. Sejumlah elemen masyarakat menggelar diskusi bertajuk “Pilkada di Tangan DPRD: Ikhtiar Efisiensi atau Pengebirian Daulat Rakyat?” di Gedung Indonesia Menggugat, Rabu (21/1/2026).

Diskusi ini menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus kritik terhadap arah demokrasi lokal di Indonesia, khususnya menyikapi isu efisiensi anggaran yang belakangan kerap dijadikan alasan dalam perbincangan sistem Pilkada.

Salah satu narasumber, Rafael Situmorang, Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, menegaskan bahwa hak memilih dan dipilih merupakan hak dasar warga negara yang tidak boleh dikurangi atas nama efisiensi.

“Saya memandang hak memilih dan hak dipilih itu hak dasar. Artinya negara harus memfasilitasi itu. Jangan gara-gara efisiensi, hak dasar dihilangkan,” tegas Rafael.

Baca Juga:  Rafael akan Kawal Beasiswa Pendidikan Bagi Masyarakat Tidak Mampu

Menurutnya, kedaulatan rakyat adalah prinsip fundamental dalam demokrasi. Konsekuensinya, negara memiliki kewajiban untuk menyediakan ruang dan anggaran agar hak tersebut benar-benar bisa dijalankan.

“Berangkat dari itu, kedaulatan itu jelas. Hak dasar harus difasilitasi oleh negara dan menjadi konsekuensi negara untuk mengeluarkan anggaran,” ujarnya.

Meski demikian, Rafael juga menyampaikan catatan kritis terhadap praktik demokrasi di Indonesia saat ini. Ia menilai rendahnya kualitas pendidikan politik menjadi salah satu akar persoalan yang kerap mencederai proses demokrasi.

Baca Juga:  ‎Rafael Situmorang Berkomitmen Tampung Aspirasi terkait Pendidikan, Kesehatan dan Masalah Sosial Masyarakat Kota Bandung dan Cimahi‎

“Kalau soal praktik, saya punya kesimpulan bahwa pendidikan politik di Indonesia masih rendah. Semakin tinggi pendidikan kita, semakin dewasa kita dalam berdemokrasi,” katanya.

Ia menekankan, perbaikan demokrasi tidak cukup hanya berbicara soal sistem, tetapi juga menyentuh kualitas pemilih, penyelenggara, serta partai politik sebagai pilar utama demokrasi.

“Akuntabilitas negara dan akuntabilitas partai politik harus diperbaiki. Perbaikan sistem ini harus terus kita lakukan, dari sisi penyelenggara, sisi pemilih, dan partai politik,” ujarnya.

Baca Juga:  Efisiensi Anggaran Capai Rp5 Triliun, Wakil Ketua DPRD Jabar: Fokus pada Pembangunan Berkualitas

Dalam forum tersebut, Rafael juga menyampaikan bahwa partai politik harus berani melakukan otokritik, khususnya dalam menjalankan fungsi pendidikan politik kepada masyarakat.

“Ini juga otokritik bagi partai politik, bagaimana memberikan pemahaman kepada pemilih,” katanya.

Diskusi publik ini diharapkan menjadi ruang refleksi bersama agar wacana perubahan sistem Pilkada tidak semata dilihat dari aspek teknis dan anggaran, tetapi juga dari sudut pandang hak konstitusional warga negara serta kualitas demokrasi Indonesia ke depan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

akuntabilitas partai demokrasi lokal efisiensi anggaran hak memilih pendidikan politik Pilkada DPRD Rafael Situmorang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos PKH dan BPNT 2026 Belum Cair, Ini Fakta Terbaru dan Jadwalnya

Jumat Malam yang Mencekam di Tamansari Bandung: Massa Serba Hitam Kocar-kacir Diterjang Aparat

UMKM Pangan Sulit Tembus Ekspor? Ledia Hanifa Ungkap Rahasia di Balik Kemasan Produk

Buntut Aksi May Day, Pos Polisi di Tamansari Bandung Hangus Dibakar Massa

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Status SPM Muncul di 4 Bank, Bansos 2026 Segera Masuk Rekening

Roblox

Waspada! BNPT Bongkar Modus ‘Digital Grooming’ Terorisme di Game Roblox

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.