Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Drama Injury Time! Persita Taklukkan Persija 3-2, Rekor Sempurna Macan Kemayoran Terhenti

Sabtu, 17 Oktober 2026 21:45 WIB

Sindir Kepemimpinan Iran, Donald Trump Buat Lelucon Soal Nama ‘Mohammad’ di Panggung Kampanye

Sabtu, 17 Oktober 2026 21:18 WIB

Kaya Serat dan Antioksidan, Ahli Gizi Sarankan Jangan Buang Kulit Ubi Saat Dimasak!

Sabtu, 17 Oktober 2026 21:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Drama Injury Time! Persita Taklukkan Persija 3-2, Rekor Sempurna Macan Kemayoran Terhenti
  • Sindir Kepemimpinan Iran, Donald Trump Buat Lelucon Soal Nama ‘Mohammad’ di Panggung Kampanye
  • Kaya Serat dan Antioksidan, Ahli Gizi Sarankan Jangan Buang Kulit Ubi Saat Dimasak!
  • Imbas Dampak Buruk ChatGPT, OpenAI Dituntut Bayar Ganti Rugi Hingga Hapus Data Pengguna
  • Ada Braga Bebas Kendaraan Hingga Persib Day, Ini Agenda Lengkap Kota Bandung Akhir Pekan Ini
  • Jangan Nonton Sendiri! Ini 10 Titik Nobar Persib vs Persik di Bandung & Sekitarnya
  • Prediksi Persib vs Persik Kediri: Unggul Rekor Kandang, Marc Klok Ogah Anggap Remeh Macan Putih
  • Buntut Polusi Udara Lintas Negara, 7 Persusahaan RI Terancam Sanksi Singapura
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Diskusi Publik, Rafael Situmorang Soroti Hak Dasar Rakyat dalam Wacana Pilkada Lewat DPRD

By Muhammad Rafki Razif KiransyahRabu, 21 Januari 2026 14:12 WIB2 Mins Read
Diskusi bertajuk “Pilkada di Tangan DPRD: Ikhtiar Efisiensi atau Pengebirian Daulat Rakyat?” di Gedung Indonesia Menggugat, Rabu (21/1/2026). (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD kembali mengemuka dan memantik diskusi publik. Sejumlah elemen masyarakat menggelar diskusi bertajuk “Pilkada di Tangan DPRD: Ikhtiar Efisiensi atau Pengebirian Daulat Rakyat?” di Gedung Indonesia Menggugat, Rabu (21/1/2026).

Diskusi ini menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus kritik terhadap arah demokrasi lokal di Indonesia, khususnya menyikapi isu efisiensi anggaran yang belakangan kerap dijadikan alasan dalam perbincangan sistem Pilkada.

Salah satu narasumber, Rafael Situmorang, Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, menegaskan bahwa hak memilih dan dipilih merupakan hak dasar warga negara yang tidak boleh dikurangi atas nama efisiensi.

“Saya memandang hak memilih dan hak dipilih itu hak dasar. Artinya negara harus memfasilitasi itu. Jangan gara-gara efisiensi, hak dasar dihilangkan,” tegas Rafael.

Baca Juga:  Rafael Situmorang: Di Tengah Gempuran Medsos, Negara Harus Gagas Gerakan Membumikan Pancasila

Menurutnya, kedaulatan rakyat adalah prinsip fundamental dalam demokrasi. Konsekuensinya, negara memiliki kewajiban untuk menyediakan ruang dan anggaran agar hak tersebut benar-benar bisa dijalankan.

“Berangkat dari itu, kedaulatan itu jelas. Hak dasar harus difasilitasi oleh negara dan menjadi konsekuensi negara untuk mengeluarkan anggaran,” ujarnya.

Meski demikian, Rafael juga menyampaikan catatan kritis terhadap praktik demokrasi di Indonesia saat ini. Ia menilai rendahnya kualitas pendidikan politik menjadi salah satu akar persoalan yang kerap mencederai proses demokrasi.

Baca Juga:  Serap Keluhan Warga Bandung, Rafael Situmorang Soroti Nasib Lansia dan UMKM

“Kalau soal praktik, saya punya kesimpulan bahwa pendidikan politik di Indonesia masih rendah. Semakin tinggi pendidikan kita, semakin dewasa kita dalam berdemokrasi,” katanya.

Ia menekankan, perbaikan demokrasi tidak cukup hanya berbicara soal sistem, tetapi juga menyentuh kualitas pemilih, penyelenggara, serta partai politik sebagai pilar utama demokrasi.

“Akuntabilitas negara dan akuntabilitas partai politik harus diperbaiki. Perbaikan sistem ini harus terus kita lakukan, dari sisi penyelenggara, sisi pemilih, dan partai politik,” ujarnya.

Baca Juga:  ‎Pemuda Jawa Barat Harus Berani Bermimpi Setinggi Langit

Dalam forum tersebut, Rafael juga menyampaikan bahwa partai politik harus berani melakukan otokritik, khususnya dalam menjalankan fungsi pendidikan politik kepada masyarakat.

“Ini juga otokritik bagi partai politik, bagaimana memberikan pemahaman kepada pemilih,” katanya.

Diskusi publik ini diharapkan menjadi ruang refleksi bersama agar wacana perubahan sistem Pilkada tidak semata dilihat dari aspek teknis dan anggaran, tetapi juga dari sudut pandang hak konstitusional warga negara serta kualitas demokrasi Indonesia ke depan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

efisiensi anggaran Rafael Situmorang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sindir Kepemimpinan Iran, Donald Trump Buat Lelucon Soal Nama ‘Mohammad’ di Panggung Kampanye

Buntut Polusi Udara Lintas Negara, 7 Persusahaan RI Terancam Sanksi Singapura

Sambangi Bandung Lewat GO! NEXT 2026, FiberStar Kenalkan Solusi Digital Terintegrasi untuk Bisnis

Diduga Kalap Akibat Tekanan Kerja, Pria di Sukabumi Tega Bacok Istri Tanpa Cekcok

Langit Jakarta dan Jawa Barat Dirayapi Asap Karhutla Kalimantan, Kualitas Udara Mulai Terancam?

Ironi Gubernur Konten: Pamer Aduan di Medsos, Tapi Gagap Saat Diadang Warga

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Kontroversi Jalan Diponegoro Bandung: Demi Ruang Publik atau Menabrak Tata Ruang?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.