Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi isi BBM

Jangan Sampai Ditolak SPBU! Begini Cara Daftar Barcode MyPertamina untuk Program Subsidi Tepat

Sabtu, 4 April 2026 11:23 WIB

Dompet Persib Terkuras Rp1,1 Miliar! Rekap Sanksi ‘Gila’ AFC di Liga Champions Asia Two

Sabtu, 4 April 2026 11:18 WIB

Update Harga Emas Antam Hari Ini 4 April 2026: Masih Bertahan di Level Rp2,85 Juta per Gram

Sabtu, 4 April 2026 10:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Sampai Ditolak SPBU! Begini Cara Daftar Barcode MyPertamina untuk Program Subsidi Tepat
  • Dompet Persib Terkuras Rp1,1 Miliar! Rekap Sanksi ‘Gila’ AFC di Liga Champions Asia Two
  • Update Harga Emas Antam Hari Ini 4 April 2026: Masih Bertahan di Level Rp2,85 Juta per Gram
  • Tega! Teman Ditinggalkan di Hutan Demi Puncak, Berujung Blacklist 5 Tahun
  • Daftar Lengkap Harga Emas 17K hingga 24K per 4 April 2026: Ada yang Stabil, Ada yang Turun!
  • Banjir Item Sultan! Kode Redeem FF 4 April 2026: Klaim AK47 Unicorn Ice Age & Rampage Evo Bundle Gratis
  • Bocoran Kode Redeem FF 4 April 2026: Kesempatan Emas Ambil Legendary Rampage Bundle Varclasher!
  • Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Ada Apa?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Disorot KDM soal DP Operasi, RSUD Bandung Ungkap Kronologi Penanganan Korban Penganiayaan di Cibiru

By SusanaJumat, 16 Januari 2026 14:00 WIB3 Mins Read
RSUD Kota Bandung. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – RSUD Kota Bandung merinci kronologi penanganan pasien korban penganiayaan yang datang dalam kondisi kritis pada awal Januari 2026.

Penjelasan ini disampaikan dr. Pia Nur A. Rahayu, Kepala Seksi Pelayanan Medik Rawat Jalan dan Rawat Inap, untuk meluruskan informasi sekaligus memastikan pelayanan medis telah dilakukan sesuai prosedur.

Menurut dr. Pia, pasien bernama Ade Dedi, warga Cibiru, tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota Bandung pada Selasa, 6 Januari 2026, pukul 03.30 WIB dengan kondisi penurunan kesadaran. Pasien langsung ditangani tim dokter dan perawat IGD.

“Begitu pasien datang, kami langsung melakukan penanganan kegawatdaruratan dan menempatkannya di ruang resusitasi,” jelas dr. Pia.

Karena kondisi pasien menunjukkan tanda gangguan serius pada kepala, tim medis segera melakukan pemeriksaan penunjang, termasuk CT scan kepala dan rontgen kepala, leher, serta dada. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perdarahan di dalam kepala, yang kemudian dikomunikasikan kepada keluarga pasien.

Observasi Intensif dan Ketersediaan ICU

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Dorong Anak Sekolah Jalan Kaki, Larang Orang Tua Menunggu di Sekolah

Tim dokter IGD menjelaskan bahwa pasien membutuhkan perawatan intensif. Namun pada saat itu, seluruh ruang ICU masih penuh. Meski demikian, pasien tetap dirawat di ruang resusitasi IGD yang dilengkapi fasilitas setara ICU, termasuk alat monitor dan ventilator.

Pagi harinya, pasien diperiksa langsung oleh dokter spesialis bedah saraf. Hasil evaluasi menguatkan bahwa pasien memerlukan pengawasan intensif sambil menunggu ketersediaan ruang ICU atau opsi rujukan melalui sistem rujukan nasional.

Sekitar pukul 18.00 WIB, ruang ICU akhirnya tersedia, dan pasien dipindahkan untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Penolakan Operasi Karena Biaya

Keesokan harinya, kondisi pasien memburuk dan dokter menyimpulkan operasi darurat diperlukan untuk menyelamatkan nyawa. Namun, keluarga menolak tindakan operasi dengan alasan keterbatasan biaya. Tim medis memberikan edukasi tentang risiko tinggi jika operasi tidak dilakukan dan memberi waktu pertimbangan.

Baca Juga:  Stadion Si Jalak Harupat Siap Gelar Piala Presiden 2025, Dedi Mulyadi: Ini Mahkota Jabar

“Kami menghormati keputusan keluarga setelah melalui proses edukasi medis dan administratif sesuai aturan,” ujar dr. Pia.

Pemulangan pasien dilakukan dengan pendekatan paling aman, menggunakan ambulans karena kondisi pasien masih menurun.

Klarifikasi Gubernur Jawa Barat

Sebelumnya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi telah berkomunikasi dengan keluarga korban dan RSUD Kota Bandung untuk meminta klarifikasi kronologi penanganan pasien. Video klarifikasi diunggah di kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, Kamis, 15 Januari 2026.

Anak korban menjelaskan bahwa ayahnya sempat mendapatkan perawatan medis intensif. Namun, saat akan dilakukan operasi, RSUD Kota Bandung meminta pembayaran DP, yang ditolak karena keluarga pasien tidak memiliki biaya.

“Karena harus masuk deposito dulu Pak. Waktu mau masuk ICU juga kan sempat diminta ada deposito. Alhamdulillah dari pihak toko (Alfamart) memberikan deposito, baru bapak bisa masuk ke ICU,” ujar putri korban.

Baca Juga:  Kesempatan Terakhir! Program Pemutihan Pajak di Jabar Diperpanjang hingga September

Direktur RSUD Kota Bandung, dr. Nitta Kurniati Somantri, menegaskan pihak rumah sakit telah memberikan edukasi kepada keluarga tentang risiko jika operasi tidak dilakukan.

RSUD juga menawarkan mekanisme keringanan biaya, termasuk penundaan pembayaran atau bantuan pihak ketiga seperti Baznas. Namun keluarga tetap memilih membawa pulang pasien karena khawatir menanggung hutang.

“Semua upaya telah kami lakukan, termasuk edukasi dari dokter bedah saraf dan tim keuangan, tapi keluarga tetap keukeuh tidak mau berhutang,” pungkas dr. Nitta.

RSUD Kota Bandung menegaskan bahwa selama proses penanganan, pelayanan medis telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur, termasuk saat menghadapi keterbatasan ruang ICU dan kondisi pasien yang kritis.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi korban penganiayaan Mekanisme tunda bayar rumah sakit Penanganan medis korban penganiayaan RSUD Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

Cuaca Ekstrem Bandung Makan Korban! Pohon Tumbang di Caringin Tewaskan Pengendara

Musda Golkar Jabar Berakhir, Daniel Mutaqien Resmi Jadi Ketua

pembunuhan

Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Terserempet Kereta saat Menuju Rumah Nenek

Cuaca Ekstrem Hantam Bandung, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan

Hujan Angin Hantam Bandung! Pohon Tumbang hingga Billboard Raksasa Roboh

Terpopuler
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri yang Bikin Penasaran, Link Telegram Banyak Dicari
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.