bukamata.id – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Purwakarta terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kebersihan, keindahan, dan kenyamanan lingkungan kota.
Setiap hari, petugas Disperkim diterjunkan untuk merawat ruang terbuka hijau (RTH), taman tematik, hingga memangkas pohon peneduh yang dianggap membahayakan.
Sekretaris Disperkim Purwakarta, Dian Ardiansyah, mengatakan bahwa pemangkasan atau penjarangan pohon dilakukan secara rutin untuk menjaga estetika dan mencegah risiko pohon tumbang di tengah cuaca ekstrem.
Baca Juga: Kado Istimewa Ulang Tahun Dedi Mulyadi: Purwakarta Lahirkan 1.000 Ibu Asuh
“Petugas kami menyisir jalur-jalur utama dan memantau kondisi pohon peneduh. Jika ditemukan yang rawan tumbang atau mengganggu pandangan, langsung kami pangkas,” ujar Dian, belum lama ini.
Selain sebagai upaya pencegahan, penataan pohon juga dilakukan demi mempercantik wajah kota. Dengan pohon yang tertata rapi, suasana jalanan menjadi lebih bersih, teduh, dan nyaman bagi warga.
Disperkim Purwakarta juga rutin merawat 76 taman tematik yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari pusat kota hingga pedesaan dan kawasan perbatasan.
“Setiap hari kami kerahkan pasukan dari Bidang Pertanahan dan Dekorasi Kota untuk menjaga taman-taman tetap bersih dan asri. Ini demi menjaga Purwakarta tetap istimewa,” ungkap Dian.
Beberapa taman tematik bahkan dirancang sebagai ruang publik multifungsi, seperti Taman Sri Baduga atau Situ Buleud, yang dikenal dengan pertunjukan air mancur menarinya—bahkan disebut sebagai yang terbesar di Asia Tenggara.
Baca Juga: Om Zein Luncurkan ‘Purwakarta Nyaah Ka Indung’, Pejabat dan Pengusaha Wajib Punya Ibu Asuh
Tak hanya itu, ada pula Taman Surawisesa dan Taman Citra Resmi, yang masih satu kawasan dengan Situ Buleud. Taman Surawisesa kerap digunakan untuk kegiatan edukatif, sementara Taman Citra Resmi menjadi spot favorit masyarakat untuk bersantai, berfoto, atau berolahraga.
Tak hanya memelihara taman, Disperkim juga bertanggung jawab atas penerangan kota. Hingga kini, tercatat ada 358 titik lampu karakter yang tersebar, salah satunya di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Selain itu, 95 titik lampion tirai juga dipasang di area perkotaan untuk menambah kesan estetika malam hari.
“Kami pastikan semua lampu dan elemen estetika ini berfungsi dengan baik. Bila ditemukan kerusakan atau gangguan, langsung kami tindak,” tegas Dian.
Melalui berbagai program ini, Disperkim menunjukkan konsistensi dalam mewujudkan kota yang ramah, bersih, dan menarik. Penataan lingkungan bukan hanya soal keindahan, tapi juga soal keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











