bukamata.id – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Hasbullaah Rahmat, menilai alokasi anggaran infrastruktur sebesar Rp4 triliun pada 2026 merupakan langkah yang realistis dan strategis. Hal itu disampaikannya saat ditemui di Bandung, Senin (25/2/2026).
Menurutnya, besarnya anggaran tersebut sejalan dengan kebutuhan pembangunan jalan provinsi yang memiliki panjang hingga 2.363 kilometer di seluruh Jawa Barat.
“Anggaran Rp4 triliun dinilai wajar karena panjang jalan provinsi mencapai 2.363 kilometer,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Infrastruktur menjadi urat nadi ekonomi,” katanya.
Hasbullaah juga menyoroti gaya kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang dinilai berani dalam mengambil kebijakan strategis, meski kerap menuai pro dan kontra di masyarakat.
“Pak Gubernur berani mengambil kebijakan meski pro kontra, termasuk larangan menahan ijazah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kondisi fiskal daerah saat ini memang menghadapi tantangan, salah satunya akibat transfer anggaran dari pemerintah pusat yang belum sepenuhnya tersalurkan. Namun demikian, pembangunan tetap berjalan.
“Dalam kondisi defisit anggaran akibat transfer pusat belum tersalurkan, pembangunan tetap berjalan,” jelasnya.
Menurut Hasbullaah, pemerintah juga melakukan efisiensi anggaran pada sejumlah kegiatan agar program prioritas tetap dapat dijalankan.
“Bahkan efisiensi dilakukan, seperti penghematan anggaran kegiatan,” katanya.
Ia menilai keberanian dalam menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah tekanan fiskal menunjukkan karakter kepemimpinan yang kuat.
“Menurut saya, gaya kepemimpinan beliau unik dan berani karena pembangunan tidak berhenti meskipun kondisi fiskal menantang,” tutupnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











