bukamata.id – Setelah video CCTV di Sukasari, Bandung yang membuktikan bahwa Zacky tidak menabrak seorang anak viral di media sosial, ibu Zacky, melalui akun Facebook Anita Zacky Bestot, datang langsung ke Bandung untuk bertemu dengan orang tua anak tersebut.
Pertemuan berlangsung di kediaman keluarga sang anak dan difasilitasi oleh anggota TNI serta perangkat wilayah agar penyelesaian berlangsung kondusif.
Dalam unggahan terbarunya, Anita mengaku masih menyimpan rasa kecewa atas kejadian yang menimpa anaknya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa fokus utamanya tetap untuk membersihkan nama baik Zacky dari tuduhan yang terlanjur beredar.
Anita turut menjelaskan soal uang Rp350.000 yang sempat diminta pihak orang tua anak untuk biaya pengobatan. Menurutnya, uang tersebut kemudian diminta untuk disedekahkan.
“Sejujurnya saya kecewa. Tapi tujuan saya tetap untuk membersihkan nama baik anak saya,” tulis Anita.
Ia berharap kejadian ini membawa hikmah sekaligus membuka jalan rezeki lebih baik bagi keluarganya. Anita merasa lega karena nama anaknya kini telah dinyatakan bersih dari tuduhan.
“Semoga dengan kejadian ini Allah meluaskan rezeki saya, dan nama anak saya sudah bersih dari tuduhan,” ungkapnya.
Rekaman CCTV Ungkap Kesalahpahaman
Insiden terjadi pada Minggu (9/11/2025) ketika seorang anak terjatuh saat bermain bola di dekat lokasi Zacky menunggu temannya di depan rumah kos. Rekaman CCTV pemilik kos menunjukkan bahwa anak tersebut jatuh sendiri dan tidak tertabrak kendaraan.
Namun setelah kejadian, beberapa warga datang dan menuduh Zacky sebagai penyebabnya. Anita mengungkapkan bahwa anaknya bahkan sempat dipaksa mengaku bersalah, hingga motornya rusak dan ia dibawa ke polsek tanpa bukti yang kuat.
Karena merasa tidak terima, Anita kemudian memviralkan rekaman CCTV tersebut agar publik mengetahui fakta sebenarnya.
“Aku cuma mau bersihin nama baik anak saya bahwa benar anak saya tidak menabrak anak itu,” tulisnya.
Anita juga meminta agar orang tua si anak memberikan klarifikasi dan permintaan maaf. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh gegabah menuduh seseorang tanpa dasar.
“Jangan normalisasikan main hakim sendiri. Ini negara hukum,” tegasnya.
Menurut Anita, anaknya justru menjadi korban dari tindakan gegabah tersebut.
“Ingat, anak saya tidak bersalah. Sudah dijadikan korban, disuruh bayar pengobatan, motor dirusak, dan dibawa ke polsek tanpa bukti,” ujarnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











