bukamata.id – Pengemudi ojek online (ojol) Diki Akbari (23) yang dilaporkan hilang setelah mengantarkan pesanan makanan ke kawasan Dago, Kota Bandung, akhirnya ditemukan.
Diki sebelumnya dikabarkan hilang sejak Sabtu (25/7/2026) malam. Ia tidak kunjung pulang setelah mengantarkan sejumlah pesanan hingga kawasan Dago dan sempat tidak dapat dihubungi oleh keluarganya.
Kapolsek Cibeunying Kidul, Kompol Yadi S, membenarkan kabar ditemukannya Diki pada Kamis (30/7/2026).
“Alhamdulillah sudah ketemu,” kata Yadi saat dikonfirmasi, Kamis (30/7).
Yadi mengatakan Diki pulang sendiri ke rumahnya yang berada di wilayah Bojongkoneng, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung.
“Pulang ke rumahnya sendiri,” ujarnya.
Saat ini, Diki telah berada di Mapolsek Cibeunying Kidul. Polisi masih melakukan pendataan dan meminta keterangan dari Diki untuk mengetahui secara jelas apa yang terjadi selama dirinya tidak diketahui keberadaannya.
“Lagi di data dulu sama reskrim,” kata Yadi.
Polisi belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan Diki tidak pulang selama beberapa hari maupun keberadaannya selama tidak dapat dihubungi.
Sempat Dicari Keluarga Selama Empat Hari
Sebelumnya, hilangnya Diki membuat keluarga khawatir. Istrinya, Arni Mardiani, mengatakan Diki sempat pergi bersama dirinya dan keempat anak mereka untuk makan malam pada Sabtu (25/7).
Setelah kembali ke rumah di Bojongkoneng, Diki kemudian mengaktifkan aplikasi ojol karena hendak kembali bekerja.
“Hilang malam minggu kemarin, sebelumnya habis keluar sama saya jam 8 malam, sudah beli makan sama anak-anak, pulang ke rumah. Sesampai di rumah mau makan tapi enggak jadi, (katanya) mau aktifin (aplikasi) Shopee, mau narik,” ujar Arni saat dihubungi, Selasa (28/7).
Tak lama setelah aplikasi diaktifkan, Diki mendapat pesanan menuju kawasan Cihaurgeulis.
Setelah mengantarkan pesanan tersebut, ia kembali mendapatkan order menuju Saparua hingga Dago.
“Aplikasi dinyalakan dan ada masuk orderan, pertama nganter ke Cihaurgeulis, setelah di sana dapat orderan lagi, bilangnya ke Saparua dan Dago. Kata saya pulang saja udah jam 10, takut kemalaman. Tanggung katanya,” tutur Arni.
Setelah Diki mengantarkan pesanan terakhir ke kawasan Dago, komunikasi dengan keluarga terputus. Ponselnya tidak lagi dapat dihubungi.
Arni kemudian menunggu kepulangan suaminya hingga lebih dari 1×24 jam. Namun, Diki tidak kunjung kembali ke rumah.
Keluarga akhirnya melaporkan hilangnya Diki kepada pihak kepolisian pada Senin (27/7/2026) malam.
Sebelum ditemukan, Arni juga sempat menyampaikan harapannya agar suaminya segera pulang dalam kondisi selamat. Ia bahkan tidak mempermasalahkan apabila Diki pulang tanpa membawa sepeda motor maupun telepon genggamnya.
“Kalau dia ingat anak, pulang dengan selamat, meski tak ada motor dan HP enggak apa-apa asal dia pulang dalam keadaan sehat dan cepat kembali ke rumah,” ujar Arni.
Kekhawatiran keluarga semakin besar karena Diki memiliki empat anak yang masih kecil. Anak pertama duduk di kelas tiga SD, anak kedua masih TK, anak ketiga berusia tiga tahun, dan anak keempat baru sekitar satu tahun setengah.
Kini, setelah Diki ditemukan dan kembali ke rumah, polisi masih meminta keterangannya untuk mengungkap secara lengkap apa yang terjadi sejak ia terakhir kali mengantarkan pesanan di kawasan Dago hingga akhirnya pulang sendiri ke kediamannya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










