bukamata.id – Industri film Indonesia kembali kehilangan salah satu talenta terbaiknya. Aktor senior Gary Iskak tutup usia pada Sabtu (29/11) di umur 52 tahun. Kabar kepergian Gary sontak mengguncang publik karena ia disebut meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.
Kabar tersebut pertama kali mencuat setelah komedian Ade Jigo mengunggah sebuah video yang memperlihatkan Gary tergeletak bersama sepeda motornya. Rekaman tersebut tersebar cepat di media sosial dan memicu kepanikan para penggemar maupun rekan sesama artis.
Ade Jigo menjelaskan bahwa informasi kecelakaan tersebut ia terima pada tengah malam. “Sekitar jam 12.30 malam saya dapat info di WA grup bahwa Bang Gery kecelakaan motor. Dikirim videonya beliau sudah tergeletak di aspal sama motornya,” ujar Ade.
Peristiwa nahas itu terjadi di Jalan Kesehatan, Bintaro, Jakarta Selatan, saat Gary mengendarai motor RX-King miliknya. Belum ada keterangan detail dari pihak kepolisian, namun rekaman yang beredar menunjukkan kondisi Gary yang sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Pernyataan Duka dari Keluarga
Kabar wafatnya Gary juga dibenarkan pihak keluarga. Melalui pesan yang disampaikan oleh ibunda Gary, Winny Iskak, sang istri Richa Novisha, serta anak-anak dan saudara-saudaranya, mereka memohon maaf apabila almarhum memiliki kesalahan semasa hidup. Mereka juga meminta doa agar Gary mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.
Masyarakat dan para penggemar membanjiri kolom komentar media sosial dengan ucapan belasungkawa. Banyak yang menyebut Gary sebagai sosok yang ramah, bersahaja, dan berdedikasi tinggi pada dunia seni peran.
Karier Panjang yang Dikenang Publik
Gary Iskak memulai perjalanan aktingnya pada awal tahun 2000-an. Dua film pertamanya, Bintang Jatuh (2000) dan Tragedi (2000), membuka pintu bagi kiprahnya di layar lebar. Ia kemudian semakin dikenal setelah tampil dalam film D’Bijis (2007). Dalam film tersebut, ia memerankan karakter banci—sebuah peran yang dianggap berani dan memperlihatkan kemampuan aktingnya yang luas.
Peran itu pula yang memberinya penghargaan serta pengakuan dari publik. Banyak yang menilai karakter tersebut sebagai salah satu penampilan terbaik sepanjang kariernya.
Tidak hanya aktif di film, Gary juga populer di layar kaca. Ia membintangi berbagai sinetron dan FTV, sehingga wajahnya nyaris tak pernah absen menghiasi televisi Indonesia. Selama puluhan tahun berkarya, Gary terlibat dalam beragam judul yang memperlihatkan fleksibilitasnya sebagai aktor.
Kepergian yang Menyisakan Luka
Kolega sesama artis menyebut Gary sebagai sosok pekerja keras yang selalu memberi energi positif di lokasi syuting. Dedikasinya terhadap dunia seni peran tak pernah pudar meski ia sempat menepi dari industri hiburan karena masalah kesehatan beberapa tahun lalu.
Kabar kecelakaan tragis ini menutup perjalanan panjang Gary Iskak dalam dunia film dan sinetron. Namun kiprahnya selama lebih dari dua dekade membuat namanya akan terus dikenang sebagai salah satu aktor yang meninggalkan jejak kuat di industri hiburan Indonesia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News






