bukamata.id – Sentimen negatif dari kebijakan terbaru MSCI langsung mengguncang pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan sejak awal perdagangan Rabu (28/1/2026), dengan aksi jual masif yang menyasar saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya milik para konglomerat nasional.
Kekhawatiran investor terhadap keputusan MSCI yang membekukan perlakuan indeks saham Indonesia mendorong pelepasan aset berisiko. Sejumlah saham yang selama ini menjadi penopang indeks justru mengalami tekanan paling dalam pada sesi pagi.
Saham-saham yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu menjadi salah satu yang paling terpukul. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) langsung menyentuh Auto Reject Bawah (ARB) setelah anjlok 14,81 persen ke level Rp 2.300 per saham. Tekanan serupa juga menimpa PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang turun 11,84 persen dan diperdagangkan di harga Rp 8.375.
Di sektor petrokimia dan energi, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) tercatat melemah 5 persen ke posisi Rp 6.650 per lembar. Sementara itu, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mengalami koreksi lebih dalam sebesar 12,14 persen hingga ke level Rp 1.230.
Gelombang koreksi juga menjalar ke saham-saham dalam kelompok Bakrie. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turun 11,58 persen ke harga Rp 1.145. Adapun PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tertekan 14,53 persen dan bertengger di level Rp 294 per saham.
Saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) ikut melemah 9,42 persen ke Rp 125. Sementara PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) kembali menyentuh batas ARB setelah merosot 14,97 persen ke harga Rp 1.420 per lembar saham.
Dampak kebijakan MSCI juga terasa pada saham milik pengusaha Hapsoro. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) tercatat turun maksimal 15 persen ke level Rp 1.445. Saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) ikut terkoreksi 15 persen ke harga Rp 4.590, disusul PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) yang melemah 14,97 persen ke posisi Rp 6.250.
Tekanan jual turut menghantam emiten properti milik Aguan. Saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) ambles 14,89 persen ke level Rp 9.575. Sementara PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) melemah 14,68 persen dan diperdagangkan di harga Rp 6.250.
Secara keseluruhan, dampak kebijakan MSCI tercermin jelas pada pergerakan indeks. Hingga pukul 10.24 WIB, IHSG tercatat merosot 6,05 persen ke posisi 8.434,01, setelah sempat menyentuh level terendah harian di 8.349,65 pada awal perdagangan. Tekanan pasar terlihat dominan dengan 719 saham melemah, hanya 43 saham menguat, dan 38 saham bergerak stagnan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










