Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi video syur

Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka

Minggu, 1 November 2026 17:30 WIB

Persib Menggila! Unggul 3-0 atas Kalteng FC di Babak Pertama

Minggu, 1 November 2026 16:29 WIB

Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution

Minggu, 1 November 2026 15:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka
  • Persib Menggila! Unggul 3-0 atas Kalteng FC di Babak Pertama
  • Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution
  • Mutombo Absen, Persib Tak Mau Ambil Risiko Jelang Lawan Kalteng FC
  • Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung
  • Marc Klok Comeback! Persib Siap Hajar Kalteng FC demi Puncak Klasemen
  • Mojang Bandung Adjeng Wulandari, Buktikan Prestasi dan Organisasi Bisa Berjalan Beriringan
  • Pesta Gol di Camp Nou, Barcelona Kudeta Atletico dari Puncak
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 1 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Efisiensi Revitalisasi Gedung Sate-Gasibu: Jalan Diponegoro Ditutup, DPRD Haramkan Bangunan Baru

By Aga GustianaSelasa, 21 April 2026 18:29 WIB2 Mins Read
Ilustrasi Proyek renovasi Gedung Sate senilai Rp15,8 miliar oleh Pemprov Jawa Barat menuai sorotan publik. Foto: Chatgpt.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Proyek penataan kawasan pusat pemerintahan Jawa Barat dipastikan mengalami penyusutan anggaran. Rencana awal yang semula menyentuh angka di atas Rp15 miliar, kini dipangkas menjadi Rp12 miliar dalam APBD 2026. Meski anggaran diperketat, Komisi I DPRD Jawa Barat memberikan syarat keras agar hasil revitalisasi tetap maksimal dan tidak kehilangan esensi budaya lokal.

Keputusan ini terungkap dalam rapat kerja antara Komisi I DPRD Jabar bersama Biro Umum Setda Jabar dan sejumlah instansi terkait di Bandung, Kamis (16/4/2026) lalu. Proyek yang dijadwalkan rampung pada 6 Agustus 2026 ini kini menjadi sorotan tajam, terutama soal efisiensi dan fungsionalitas lahan.

DPRD Larang Istilah “Plaza”, Wajib Nuansa Sunda

Salah satu poin krusial yang ditegaskan legislatif adalah mengenai identitas proyek. Anggaran miliaran rupiah tersebut diminta tidak digunakan untuk membangun fasilitas dengan istilah asing yang menjauhkan masyarakat dari akar budayanya.

“Revitalisasi gedung sate dan lapangan gasibu yang berbiaya 12 M dan berkontrak sejak 6 April hingga 6 Agustus 2026 memang ada dalam APBD 2026 hendaknya tidak menggunakan istilah plaza namun harap digunakan istilah yang bernuansa sunda dalam kepgub nya nanti,” tegas hasil rapat kerja Komisi I tersebut.

Baca Juga:  Kalahkan Atalia Praratya, Dedi Mulyadi Raih Suara Tertinggi di Dapil Jabar

Penutupan Jalan Diponegoro: Taman Publik Tanpa Bangunan

Integrasi antara Gedung Sate dan Lapangan Gasibu akan memicu perubahan arus lalu lintas yang signifikan. Jalan Diponegoro sepanjang 150 meter yang berada di tengah kedua ikon tersebut akan ditutup total untuk dijadikan taman. Namun, DPRD mengingatkan agar area ini tidak disalahgunakan untuk mendirikan bangunan baru yang tidak perlu.

Baca Juga:  Kronologi Tragedi Resepsi Pernikahan Wakil Bupati Garut: Tiga Orang Meninggal

“Ditutupnya sekitar 150 meter jalan Diponegoro antara gedung sate dan lapangan gasibu yang akan terintegrasi sebagai taman dalam perencanaan nya hendaknya tidak ada bangunan,” tulis poin kesimpulan rapat tersebut.

Legislatif mengingatkan bahwa dengan anggaran yang sudah dipangkas, Pemprov Jabar harus lebih selektif dan memprioritaskan ruang terbuka hijau yang asri bagi publik.

Dukungan Evaluasi Aset dan Hotel Pullman

Di tengah efisiensi anggaran revitalisasi, DPRD Jabar juga menyuarakan dukungan penuh terhadap kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi (KDM) untuk mengevaluasi kembali pemanfaatan aset daerah. Salah satunya adalah meninjau ulang perjanjian kerja sama dengan Hotel Pullman agar lebih berkontribusi pada fungsi pemerintahan.

Baca Juga:  Dipinang Golkar Maju Pilgub Jabar 2024, Dedi Mulyadi Tunggu Restu Prabowo Subianto

“DPRD mendukung usulan Gubernur KDM untuk melakukan evaluasi terhadap perjanjian kerjasama dengan hotel pullman termasuk peningkatan dukungan tugas dan fungsi pelaksanaan Pemprov jabar,” jelas kesimpulan rapat tersebut.

Langkah efisiensi anggaran dari Rp15 miliar menjadi Rp12 miliar ini diharapkan tidak mengurangi kualitas pekerjaan. Publik kini menunggu apakah wajah baru “Sunda Baru” di pusat Kota Bandung ini akan benar-benar terwujud sesuai harapan atau hanya sekadar proyek rutinitas tahunan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Gedung Sate Lapangan Gasibu
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi video syur

Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka

Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution

Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih

Detik-detik Kirmir Cihampelas Jebol, Warga Panik Air Masuk Rumah

Berani Lawan Arus? Sang Gladiator Turun Gunung Bongkar Blunder Artis di Bundaran HI

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.