Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Misi Balas Dendam dan Rebut Puncak Grup! Indonesia vs Vietnam Jadi Laga Paling Ditunggu Piala AFF 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 21:06 WIB

Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?

Minggu, 2 Agustus 2026 20:02 WIB

Persib Kehilangan Dua Pemain Penting Jelang Semifinal Piala Presiden 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 19:42 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Misi Balas Dendam dan Rebut Puncak Grup! Indonesia vs Vietnam Jadi Laga Paling Ditunggu Piala AFF 2026
  • Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?
  • Persib Kehilangan Dua Pemain Penting Jelang Semifinal Piala Presiden 2026
  • Kabar Baik! Tagihan Listrik Agustus 2026 Tidak Bertambah, Cek Tarif PLN Terbaru Semua Golongan
  • Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026
  • Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Duel Persib vs Persija Digelar di Bali
  • Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial
  • Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 2 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Efisiensi Revitalisasi Gedung Sate-Gasibu: Jalan Diponegoro Ditutup, DPRD Haramkan Bangunan Baru

By Aga GustianaSelasa, 21 April 2026 18:29 WIB2 Mins Read
Ilustrasi Proyek renovasi Gedung Sate senilai Rp15,8 miliar oleh Pemprov Jawa Barat menuai sorotan publik. Foto: Chatgpt.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Proyek penataan kawasan pusat pemerintahan Jawa Barat dipastikan mengalami penyusutan anggaran. Rencana awal yang semula menyentuh angka di atas Rp15 miliar, kini dipangkas menjadi Rp12 miliar dalam APBD 2026. Meski anggaran diperketat, Komisi I DPRD Jawa Barat memberikan syarat keras agar hasil revitalisasi tetap maksimal dan tidak kehilangan esensi budaya lokal.

Keputusan ini terungkap dalam rapat kerja antara Komisi I DPRD Jabar bersama Biro Umum Setda Jabar dan sejumlah instansi terkait di Bandung, Kamis (16/4/2026) lalu. Proyek yang dijadwalkan rampung pada 6 Agustus 2026 ini kini menjadi sorotan tajam, terutama soal efisiensi dan fungsionalitas lahan.

DPRD Larang Istilah “Plaza”, Wajib Nuansa Sunda

Salah satu poin krusial yang ditegaskan legislatif adalah mengenai identitas proyek. Anggaran miliaran rupiah tersebut diminta tidak digunakan untuk membangun fasilitas dengan istilah asing yang menjauhkan masyarakat dari akar budayanya.

“Revitalisasi gedung sate dan lapangan gasibu yang berbiaya 12 M dan berkontrak sejak 6 April hingga 6 Agustus 2026 memang ada dalam APBD 2026 hendaknya tidak menggunakan istilah plaza namun harap digunakan istilah yang bernuansa sunda dalam kepgub nya nanti,” tegas hasil rapat kerja Komisi I tersebut.

Penutupan Jalan Diponegoro: Taman Publik Tanpa Bangunan

Integrasi antara Gedung Sate dan Lapangan Gasibu akan memicu perubahan arus lalu lintas yang signifikan. Jalan Diponegoro sepanjang 150 meter yang berada di tengah kedua ikon tersebut akan ditutup total untuk dijadikan taman. Namun, DPRD mengingatkan agar area ini tidak disalahgunakan untuk mendirikan bangunan baru yang tidak perlu.

“Ditutupnya sekitar 150 meter jalan Diponegoro antara gedung sate dan lapangan gasibu yang akan terintegrasi sebagai taman dalam perencanaan nya hendaknya tidak ada bangunan,” tulis poin kesimpulan rapat tersebut.

Legislatif mengingatkan bahwa dengan anggaran yang sudah dipangkas, Pemprov Jabar harus lebih selektif dan memprioritaskan ruang terbuka hijau yang asri bagi publik.

Dukungan Evaluasi Aset dan Hotel Pullman

Di tengah efisiensi anggaran revitalisasi, DPRD Jabar juga menyuarakan dukungan penuh terhadap kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi (KDM) untuk mengevaluasi kembali pemanfaatan aset daerah. Salah satunya adalah meninjau ulang perjanjian kerja sama dengan Hotel Pullman agar lebih berkontribusi pada fungsi pemerintahan.

“DPRD mendukung usulan Gubernur KDM untuk melakukan evaluasi terhadap perjanjian kerjasama dengan hotel pullman termasuk peningkatan dukungan tugas dan fungsi pelaksanaan Pemprov jabar,” jelas kesimpulan rapat tersebut.

Langkah efisiensi anggaran dari Rp15 miliar menjadi Rp12 miliar ini diharapkan tidak mengurangi kualitas pekerjaan. Publik kini menunggu apakah wajah baru “Sunda Baru” di pusat Kota Bandung ini akan benar-benar terwujud sesuai harapan atau hanya sekadar proyek rutinitas tahunan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Anggaran APBD Jabar Dedi Mulyadi Gedung Sate Komisi I DPRD Jabar Lapangan Gasibu Revitalisasi Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026

Aparat Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam Bandung, Sejumlah Pengunjung Dites Urine

Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara

Siapa Sebenarnya Revanda Bangun? Ini Dosa-Dosa Masa Lalu yang Buat Namanya Kembali Viral!

Temu Media di Bandung, Ledia Hanifa Bahas MBG hingga Pendidikan

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.