bukamata.id – Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menunjuk Tun Md Raus Sharif, mantan Ketua Mahkamah Agung, sebagai Ketua Komisi Penyelidikan Independen terkait kasus naturalisasi ilegal pemain Timnas Malaysia.
Menurut laporan Media Astro, komisi investigasi khusus ini dibentuk secara independen oleh FAM dan tidak melibatkan anggota badan tersebut.
“Komisi ini dibentuk untuk memastikan proses investigasi berjalan adil, transparan, dan profesional, mengingat reputasi dan pengalaman luas Tun Md Raus,” kata pernyataan resmi FAM, dikutip Senin (27/10/2025).
Baca Juga: FAM Kirim Akta Kelahiran ke FIFA dalam Banding Kasus 7 Pemain Naturalisasi
FAM berharap Tun Md Raus bersama anggota komite independen yang dipilihnya akan melakukan penyelidikan menyeluruh dan komprehensif sebelum mengambil keputusan akhir.
Saat ini, Timnas Malaysia masih menunggu hasil bandingnya di FIFA, yang diperkirakan akan diumumkan pada 30 Oktober 2025.
Tindakan FAM Terkait Skandal Naturalisasi
Dalam beberapa hari terakhir, FAM bergerak cepat setelah awalnya bungkam mengenai skandal ini. Beberapa tindakan tegas dilakukan, termasuk:
- Menggelar dua konferensi pers luar biasa dalam seminggu terakhir untuk memberikan informasi penting.
- Menangguhkan Sekretaris Jenderal FAM sementara proses investigasi berjalan.
Baca Juga: Heboh! FAM Akhirnya Bocorkan Sosok Pelapor Skandal Naturalisasi Malaysia ke FIFA
Tunku Ismail Ungkap Detail Pemain yang Terlibat
Putra Mahkota Johor, Tunku Ismail, presiden klub Johor Darul Ta’zim dan tokoh berpengaruh dalam sepak bola Malaysia, memberikan rincian lebih lanjut soal pelanggaran naturalisasi tujuh pemain:
Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, Hector Hevel, Facundo Garces, dan Gabriel Palmero.
Tunku Ismail menjelaskan bahwa dirinya memperkenalkan daftar 27 pemain asing yang diklaim memiliki keturunan Malaysia (orang tua atau kakek-nenek berasal dari Malaysia) kepada FAM.
“Saya tidak terlibat langsung dalam proses verifikasi catatan asal para pemain. Bagian itu sepenuhnya ditangani Asosiasi Sepak Bola Malaysia,” jelas Tunku Ismail.
Menurutnya, FIFA kemungkinan besar tidak akan mengubah keputusan awal terkait pelanggaran FAM, meski banding yang diajukan bisa mengurangi hukuman yang dijatuhkan
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









