Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kasus Pohon Jalan Riau Naik ke Ranah Pidana, Videotron Disegel dan ASN Ikut Diperiksa

Jumat, 7 Agustus 2026 12:25 WIB

Bukan Kecewa, Adam Alis Justru Bangga Lihat Perjuangan Persib hingga Final Piala Presiden

Jumat, 7 Agustus 2026 12:05 WIB
Bansos

Punya KTP? Begini Cara Cek BPNT Tahap 3 2026 Lewat HP, Dana Rp600 Ribu Menanti

Jumat, 7 Agustus 2026 11:42 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kasus Pohon Jalan Riau Naik ke Ranah Pidana, Videotron Disegel dan ASN Ikut Diperiksa
  • Bukan Kecewa, Adam Alis Justru Bangga Lihat Perjuangan Persib hingga Final Piala Presiden
  • Punya KTP? Begini Cara Cek BPNT Tahap 3 2026 Lewat HP, Dana Rp600 Ribu Menanti
  • Relokasi SDN 026 Bojongloa Berlanjut, Warga Lokasi Baru Masih Menolak, Orang Tua Siap Dipindahkan ke SDN 148
  • 59 Kali Bentrok, Siapa Lebih Unggul? Bongkar Rekor Panas Indonesia vs Singapura
  • Fasih 3 Bahasa di Usia Hampir Seabad! Kisah Rahasia Oma Phonie Yang Bikin Warganet Syok
  • Igor Tolic Bongkar Alasan Persib Tetap Layak Diacungi Jempol Meski Gagal Angkat Trofi
  • Hubungan Memanas, UEFA Bersikeras Lanjutkan Pemboikotan Turnamen Resmi FIFA
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 7 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Heboh! FAM Akhirnya Bocorkan Sosok Pelapor Skandal Naturalisasi Malaysia ke FIFA

By Aga GustianaRabu, 22 Oktober 2025 22:51 WIB3 Mins Read
Pemain Timnas Malaysia
Pemain Timnas Malaysia. (Foto: Dok FAM)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) akhirnya mengungkap siapa sosok yang melaporkan dugaan pemalsuan dokumen tujuh pemain Timnas Malaysia ke FIFA.

Federasi memastikan laporan itu bukan berasal dari Indonesia, melainkan individu asal Vietnam.

Wakil Presiden FAM, Datuk S. Sivasundaram, menjelaskan laporan tersebut diajukan tak lama setelah laga Kualifikasi Piala Asia 2027 antara Malaysia dan Vietnam pada Juni 2025.

“Pada 11 Juni 2025, kami menerima informasi dari seseorang asal Vietnam yang mempertanyakan keaslian dokumen pemain keturunan Malaysia,” ungkap Sivasundaram, dikutip dari Makan Bola.

Sebelumnya, sempat muncul spekulasi bahwa Indonesia menjadi pihak yang melapor karena kecewa dengan performa apik Harimau Malaya. Namun, FAM membantah keras kabar tersebut dan menyebut tudingan itu tidak berdasar.

FIFA Bergerak Cepat, Fakta Baru Terungkap

Begitu laporan diterima, FIFA langsung membentuk tim investigasi khusus untuk menelusuri kebenaran dokumen naturalisasi para pemain.

Hasil penyelidikan menunjukkan adanya perubahan data tempat lahir kakek dan nenek pemain agar terlihat seolah memiliki darah Malaysia.

“Dari Agustus hingga Oktober 2025, FIFA melakukan penyelidikan intensif dan menemukan leluhur para pemain itu berasal dari Amerika Latin dan Belanda,” terang Sivasundaram.

Temuan tersebut menjadi dasar bagi FIFA untuk menjatuhkan hukuman larangan bermain 12 bulan dan denda 2.000 franc Swiss (sekitar Rp41 juta) kepada masing-masing pemain.

Sementara FAM dikenai denda 350 ribu franc Swiss atau sekitar Rp7,2 miliar karena dianggap melanggar aturan administratif internasional.

Tujuh pemain yang terlibat antara lain Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.

FAM Akui Ada Kelalaian, Sekjen Disanksi dan Tim Independen Dibentuk

Meski menerima keputusan FIFA, FAM menilai masalah ini terjadi karena kesalahan teknis staf administrasi, bukan unsur kesengajaan.

“Kami tidak bisa membeberkan semua bukti garis keturunan sekarang. Kami biarkan proses selesai sambil membentuk badan independen,” kata Sivasundaram, dikutip dari Stadium Astro.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Sekretaris Jenderal FAM, Datuk Noor Azman Rahman, resmi diskors. Langkah ini diambil agar penyelidikan berjalan objektif dan transparan.

“Sekjen FAM telah diskors efektif mulai hari ini agar investigasi berjalan tanpa intervensi,” ujarnya menegaskan, dilansir dari Berita Harian.

FAM Ajukan Banding Resmi ke FIFA

Presiden FAM, Datuk Yusoff Mahadi, memastikan bahwa pihaknya telah mengajukan banding resmi ke FIFA sebelum batas waktu pada 15 Oktober 2025.

Banding tersebut diharapkan bisa memperingan sanksi terhadap federasi maupun tujuh pemain yang terlibat dalam kasus ini.

“Kami sudah menyerahkan semua dokumen dan berharap FIFA mempertimbangkan itikad baik kami,” jelas Yusoff.

FAM kini berupaya memulihkan citra sepak bola Malaysia di tengah badai skandal yang mengguncang. Federasi juga berkomitmen untuk memperkuat sistem verifikasi agar kasus serupa tak terulang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

FAM FIFA Skandal Naturalisasi Timnas Malaysia Vietnam
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

59 Kali Bentrok, Siapa Lebih Unggul? Bongkar Rekor Panas Indonesia vs Singapura

Hubungan Memanas, UEFA Bersikeras Lanjutkan Pemboikotan Turnamen Resmi FIFA

Skenario Lolos Semifinal Piala AFF 2026: Simak Jadwal Duel Krusial Timnas Indonesia Kontra Singapura

Masa Kelam Berakhir! Mykhailo Mudryk Comeback Bela Chelsea Usai Sanksi Doping Dicabut

Drama Perebutan Tempat Ketiga Piala Presiden 2026: Persija Tundukkan Arema FC 3-1

Link Live Streaming & Cara Nonton Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.