Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Aksi Mencekam Pelajar Bawa Celurit Jumbo di Majalengka, Warga: Motor Dibacok hingga Helm Dirampas

Jumat, 2 Oktober 2026 21:53 WIB

Drive Your Future Phase 2 InDrive Sasar Mahasiswa Bandung, Ada Edukasi Keselamatan Berkendara

Jumat, 2 Oktober 2026 20:23 WIB

Bandung Siapkan Kolam Retensi Baru untuk Atasi Banjir, Dibangun 2027

Jumat, 2 Oktober 2026 20:12 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Aksi Mencekam Pelajar Bawa Celurit Jumbo di Majalengka, Warga: Motor Dibacok hingga Helm Dirampas
  • Drive Your Future Phase 2 InDrive Sasar Mahasiswa Bandung, Ada Edukasi Keselamatan Berkendara
  • Bandung Siapkan Kolam Retensi Baru untuk Atasi Banjir, Dibangun 2027
  • Perumda Pasar Juara Segel 243 Ruang Dagang di Pasar Ciroyom Bandung
  • Bukan Kebetulan! John Herdman Ungkap Rahasia Timnas Indonesia Hancurkan Bangladesh 9-2
  • Keren Banget! Skill Futsal Bocah SD Asal Deli Serdang Bikin Pelatih Timnas Indonesia Putri Kepincut
  • Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja
  • Waspada Pergeseran Musim: BMKG Sebut Awal Musim Hujan di Jawa Barat Mundur Akibat El Nino Kuat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 2 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Relokasi SDN 026 Bojongloa Berlanjut, Warga Lokasi Baru Masih Menolak, Orang Tua Siap Dipindahkan ke SDN 148

By Mulki AlbarJumat, 7 Agustus 2026 11:28 WIB4 Mins Read
Relokasi 900 siswa SDN 026 Bojongloa ke SDN 148 Bandung mulai disiapkan. Foto: bukamata.id/Mulki Albar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Polemik SDN 026 Bojongloa, Kota Bandung, masih berlanjut. Sehari setelah gerbang sekolah sempat digembok akibat sengketa lahan, Pemerintah Kota Bandung memutuskan merelokasi sementara sekitar 900 siswa ke SDN 148 secara bertahap. Namun, rencana pembangunan sekolah permanen di Cibaduyut Kidul masih mendapat penolakan dari warga sekitar lokasi.

Di sisi lain, kegiatan belajar mengajar di SDN 026 Bojongloa telah kembali berlangsung normal pada Jumat (7/8/2026). Kepala SDN 026 Bojongloa, Agus Mohamad Fajari, mengatakan proses pembelajaran kembali berjalan seperti biasa sambil menunggu tindak lanjut hasil koordinasi bersama Pemerintah Kota Bandung.

“Sekarang sudah biasa lagi. Ke depan insyaallah hasil koordinasi dengan Pak Wali, untuk menyelamatkan siswa nanti akan dipindahkan ke SDN 148 secara bertahap,” ujarnya.

Menurut Agus, waktu pelaksanaan relokasi belum dipastikan karena pihak sekolah masih harus menggelar rapat bersama orang tua siswa maupun pihak SDN 148 agar proses perpindahan tidak menimbulkan persoalan baru.

“Belum tahu, kita akan rapat dulu dengan orang tua. Orang tua di SDN 148 juga harus mengadakan rapat supaya tidak terjadi penolakan seperti yang pernah terjadi di sekolah lain. Insyaallah hari Senin kami rapat lagi minimal dengan perwakilan setiap kelas,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah juga telah menyiapkan langkah antisipasi agar peristiwa penggembokan sekolah tidak kembali terjadi.

Baca Juga:  Demi Selamatkan Industri Pariwisata, Wali Kota Bandung Izinkan Rapat di Hotel

“Tadi Pak Wali sudah menyampaikan bahwa Pak Camat akan mengerahkan Satpol PP termasuk kepolisian untuk berjaga karena dikhawatirkan ada penggembokan lagi,” ucapnya.

Orang Tua Prioritaskan Anak Tetap Bersekolah

Sejumlah orang tua siswa mengaku lega karena aktivitas belajar sudah kembali normal. Mereka juga menyatakan bersedia apabila anak-anak dipindahkan sementara ke SDN 148 selama proses penyelesaian sengketa berlangsung.

Salah seorang orang tua siswa, Eva Agustaviani (43), mengatakan lokasi relokasi bukan menjadi persoalan selama anaknya tetap dapat memperoleh pendidikan.

“Rutinitasnya sekarang bisa normal lagi. Kalau pindah juga tidak masalah, jalan kaki masih bisa, naik angkot juga bisa. Yang penting anaknya bisa sekolah,” katanya.

Meski demikian, Eva mengaku masih khawatir apabila kejadian penggembokan sekolah kembali terulang.

“Khawatir, apalagi ini di pinggir jalan raya. Takut kalau ada apa-apa, anak-anak jadi korban atau terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Irma Aprianti (31). Ia berharap kedatangan Wali Kota Bandung ke SDN 026 dapat menghasilkan solusi terbaik bagi para siswa.

“Semoga ada jalan keluarnya. Pak Farhan sudah ke sini, semoga hasilnya baik untuk SDN 026 Bojongloa,” katanya.

Irma mengaku sedih ketika anaknya harus pulang karena sekolah digembok sehari sebelumnya.

“Sedih sekali. Anak saya sampai bertanya kenapa sekolah tutup. Saya bilang sabar saja, semoga ada jalan keluarnya. Anak saya baru kelas satu, kasihan, yang penting mereka tetap bisa belajar,” tuturnya.

Baca Juga:  Farhan Pertimbangkan Kenaikan Pajak Restoran dan PBB di Kota Bandung, Tapi Tak Ingin Bebani Warga

Ia pun tidak keberatan jika proses belajar dipindahkan sementara ke SDN 148 meski jaraknya lebih jauh.

“Tidak masalah, asal ada tempat yang layak dan anak bisa sekolah. Memang jaraknya lebih jauh, tapi mau bagaimana lagi karena sekolah sekarang sedang bersengketa,” ujarnya.

Warga Cibaduyut Kidul Tetap Menolak Pembangunan Sekolah Baru

Sementara itu, rencana pembangunan sekolah baru di lahan relokasi di kawasan Cibaduyut Kidul masih ditolak warga setempat.

Warga RW 02 Cibaduyut Kidul, Sutrisno Nasuhi (72), menegaskan penolakan bukan karena menolak pendidikan, melainkan karena khawatir lingkungan tempat tinggal mereka semakin padat dan kehilangan kenyamanan.

“Kami bukan menolak pendidikan. Kami mendukung pendidikan. Tetapi kami juga ingin ketenangan di lingkungan kami. Di sini sudah ada TK, SD, SMP, puskesmas. Kalau ditambah sekolah baru dengan sekitar seribu siswa, lalu lintas akan semakin padat dan lingkungan menjadi semakin ramai,” katanya.

Menurut Sutrisno, warga juga merasa tidak pernah dilibatkan sejak awal dalam rencana pembangunan sekolah tersebut.

“Kami baru mengetahui rencana ini setelah ada sosialisasi pada akhir Juli. Sebelumnya tidak pernah diajak bicara,” ujarnya.

Ia mengatakan warga telah menyampaikan surat keberatan kepada Wali Kota Bandung, DPRD Kota Bandung, Gubernur Jawa Barat hingga Ombudsman dan menyerahkan persoalan tersebut kepada kuasa hukum.

Baca Juga:  Tak Perlu ke Kantor, Layanan SIP PISAN Permudah Adminduk Warga Disabilitas

“Kami hanya meminta pemerintah menjalankan proses sesuai prosedur dan menghargai hak warga. Kami bukan anti pendidikan, tetapi ingin solusi yang baik bagi semua pihak,” katanya.

Ketua RW 02 Cibaduyut Kidul, Irfan Arvianto, juga menegaskan penolakan berawal dari tidak adanya sosialisasi sejak awal kepada warga.

“Kami baru dipanggil Dinas Pendidikan tanggal 24 Juli. Saat itu baru diketahui proyek ini bahkan seharusnya sudah dimulai sejak 15 Juli. Tidak ada sosialisasi dari awal,” ujarnya.

Menurut Irfan, lingkungan RW 02 sudah dipenuhi berbagai fasilitas pendidikan sehingga penambahan sekolah baru dinilai akan memperparah kepadatan kawasan.

“Di lingkungan kami sudah ada TK, SD, SMP negeri, SMK sampai SMA. Yang kami tolak bukan proses pembangunannya, tetapi dampaknya setelah sekolah itu berdiri. Lingkungan kami yang hanya sekitar 120 kepala keluarga sudah terlalu berat bebannya jika ditambah sekolah lagi,” katanya.

Ia menegaskan warga tetap mendukung dunia pendidikan, namun meminta pemerintah mencari lokasi yang dinilai lebih tepat.

“Kami bukan tidak peduli terhadap pendidikan ataupun SDN 026 Bojongloa. Kami peduli, tetapi lingkungan ini seharusnya tidak dibebani lagi dengan sekolah baru. Itu yang menjadi sikap warga sampai saat ini,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Muhammad Farhan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aksi Mencekam Pelajar Bawa Celurit Jumbo di Majalengka, Warga: Motor Dibacok hingga Helm Dirampas

Drive Your Future Phase 2 InDrive Sasar Mahasiswa Bandung, Ada Edukasi Keselamatan Berkendara

Bandung Siapkan Kolam Retensi Baru untuk Atasi Banjir, Dibangun 2027

Perumda Pasar Juara Segel 243 Ruang Dagang di Pasar Ciroyom Bandung

BSU Kemnaker

Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja

Waspada Pergeseran Musim: BMKG Sebut Awal Musim Hujan di Jawa Barat Mundur Akibat El Nino Kuat

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.