bukamata.id – Fenomena langit menarik akan menyapa dunia pada 17 Februari 2026, yaitu gerhana matahari cincin. Peristiwa ini terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi berada pada satu garis lurus, sehingga sebagian cahaya matahari terhalang oleh bulan.
Pada gerhana matahari cincin, piringan bulan terlihat lebih kecil dibanding piringan matahari, sehingga tidak menutupi seluruh cahaya matahari. Hal ini menghasilkan lingkaran cahaya di pinggir matahari, yang tampak seperti cincin api.
Gerhana matahari cincin mendatang hanya dapat diamati secara penuh di wilayah terpencil Antartika. Sementara itu, sebagian wilayah di Afrika bagian selatan dan Amerika Selatan dapat menyaksikan gerhana ini dalam bentuk parsial.
Di Indonesia, masyarakat tidak dapat melihat gerhana secara langsung. Namun, fenomena ini dapat disaksikan melalui siaran langsung dari berbagai stasiun TV dan platform daring.
Dampak Gerhana Matahari Cincin
Fenomena gerhana matahari cincin bukan hanya menarik untuk diamati, tetapi juga berdampak pada kondisi alam:
- Pasang surut gelombang laut akan mengalami perubahan sementara.
- Suhu bumi akan menurun secara sementara selama gerhana berlangsung.
- Kelembaban udara meningkat pada fase akhir gerhana.
- Kecepatan dan arah angin dapat berubah akibat perubahan suhu.
- Bumi akan terlihat lebih gelap sementara, karena cahaya matahari terhalang bulan.
Selain efek alam, gerhana matahari juga memiliki risiko bagi kesehatan mata. Mengamati gerhana secara langsung tanpa alat pelindung khusus dapat menyebabkan kerusakan permanen pada retina.
Oleh karena itu, masyarakat disarankan menggunakan kacamata gerhana atau media siaran langsung untuk menyaksikannya dengan aman.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











