bukamata.id – Festival Kopi Bandung kembali hadir meriah dengan menghadirkan pelaku kopi, pegiat budaya, hingga masyarakat umum.
Acara ini digelar di Kedai Kopi Ambara Biru, Bandung, Minggu (24/8/2025) dan turut menghadirkan Ledia Hanifa Amaliah, Anggota DPR RI Dapil Jabar 1 Fraksi PKS, serta praktisi kopi, Kang Karmaya, Mixologist dan Coach Bartending.
Kopi Sebagai Bagian dari Budaya Indonesia
Dalam pemaparannya, Ledia Hanifa menegaskan bahwa kopi bukan hanya minuman, tetapi juga bagian dari budaya Indonesia.
Menurutnya, kegiatan berbasis kopi harus mampu mendorong masyarakat memiliki tambahan penghasilan dari hulu ke hilir, mulai dari perkebunan, pengolahan, hingga pemasaran.
“Orang Indonesia punya budaya ngopi. Di Aceh, ngopi bahkan jadi ruang diskusi. Di Jawa Barat, kita juga punya potensi besar karena menjadi salah satu produsen kopi nasional,” ujarnya.
Dorongan Ekosistem Kopi Berkelanjutan
Ledia juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem kopi berkelanjutan. Bukan hanya soal biji kopi, tetapi juga pengolahan limbah seperti ampas kopi yang jumlahnya bisa mencapai lebih dari 2 ton per hari di satu wilayah kecil.
“Kita tidak boleh mengulang kesalahan seperti cokelat. Pohonnya ada di Indonesia, tapi yang terkenal malah Belgian Chocolate. Dengan kopi, kita harus bisa mengokohkan brand lokal Indonesia agar dikenal dunia,” tegasnya.
Sinergi Budaya, Kuliner, dan Ekonomi Kreatif
Sebagai anggota Komisi X DPR RI, Ledia mendorong kerja sama lintas kementerian, mulai dari Kementerian Kebudayaan, Pertanian, Perdagangan, hingga Lingkungan Hidup. Kolaborasi ini diharapkan bisa menjadikan kopi sebagai bagian dari usaha berbasis budaya yang kuat.
“Kopi biasanya punya pasangan dengan kuliner tradisional. Jadi pengembangannya bukan sekadar usaha kafe, tapi usaha yang membawa budaya lokal. Dengan begitu, usaha kopi Indonesia akan lebih kuat dan berbeda dari negara lain,” tambahnya.
Harapan untuk Kopi Jawa Barat
Melalui Festival Kopi Bandung, diharapkan kopi Jawa Barat bisa semakin dikenal, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di pasar global.
Perpaduan antara budaya ngopi, kuliner tradisional, dan inovasi usaha berbasis budaya menjadi kunci untuk mengangkat kopi Indonesia ke level dunia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











