bukamata.id – Gadis disabilitas tunarungu di Ciumbuleuit, Kota Bandung menjadi korban kekerasan seksual oleh sembilan priba hingga hamil. Peristiwa tragis yang dialami korban terungkap setelah keluarga curiga dengan perubahan fisik dan perilaku korban yang kerap mual dan muntah.
Setelah diperiksakan ke klinik, korban positif hamil dan saat ini usia kandungan korban 6,5 bulan. Namun Keluarga kesulitan untuk mendapatkan informasi terkait identitas para pelaku karena korban tunarungu.
Kakak kandung korban, J mengatakan, berdasarkan penelusuran keluarga, korban berkenalan dengan para pelaku di kawasan wisata angkringan Punclut enam bulan lalu. Saat itu korban bekerja di salah satu warung makan angkringan di kawasan wisata tersebut.
“Lalu, saya tanya ke adik saya dan dia mengakui sering dipaksa (melakukan hubungan intim dengan pelaku) hingga mendapat ancaman. Korban mengaku disetubuhi pelaku setiap kali bertemu sampai hamil sekarang 6,5 bulan,” kata J, Jumat (3/1/2025).
J menyatakan, tidak mengenal terlapor lantaran tak pernah diberitahu oleh korban bahwa dekat dengan seorang pria.
“Kami kecolongan. Sepertinya ketika saya dan ibu berjualan pada hari Minggu. Sepertinya, adik saya dijemput pelaku. Sebab, setahu saya adik saya enggak pernah keluar malam atau pulang sampai larut malam. Kami berharap semua pelaku pun cepat bisa ditangkap polisi biar dapat efek jeranya,” ujar J.
Jumlah pelaku yang mencabuli korban, tutur J, diduga 9 orang, bahkan lebih. Hal itu didasari dari pengakuan korban.
“Selain dicabuli, adik saya juga dimintai uang oleh para pelaku. Pelaku ada yang menyetubuhi tiga sampai empat kali. Adik saya pun awalnya enggak tahu kalau dia hamil. Dia mengira gemuk karena banyak makan,” tandasnya.
Atas aksi dugaan pencabulan tersebut, keluarga korban telah melaporkan ke Polda Jabar. Keluarga berharap, Polda Jabar dapat mengungkap kasus ini dan menangkap para pelaku. Sebab, saat ini korban mengalami tekanan mental.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











