Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gagal SNBP 2026? SNBT Jadi Peluang Kedua Masuk Kampus Negeri

Rabu, 1 April 2026 14:53 WIB

Mengenal Kapten Zulmi Aditya, Perwira Akmil Asal Cimahi yang Syahid dalam Misi UNIFIL

Rabu, 1 April 2026 14:41 WIB

Sejarah Tercipta! Bek Persib Bandung Frans Putros Resmi Melenggang ke Piala Dunia 2026 Bersama Irak

Rabu, 1 April 2026 14:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gagal SNBP 2026? SNBT Jadi Peluang Kedua Masuk Kampus Negeri
  • Mengenal Kapten Zulmi Aditya, Perwira Akmil Asal Cimahi yang Syahid dalam Misi UNIFIL
  • Sejarah Tercipta! Bek Persib Bandung Frans Putros Resmi Melenggang ke Piala Dunia 2026 Bersama Irak
  • Pecah Tangis di PN Medan! Amsal Sitepu Divonis Bebas Kasus Korupsi Video Profil Desa Karo
  • Serbu Hadiah Gratis! Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 1 April 2026: Ada Skin SG2 dan Bundle Langka
  • DPRD Jabar Desak Penyelesaian Cepat Kasus Kematian Harimau di Bandung
  • Jelang Lawan Semen Padang, Persib Ditinggal 3 Pemain Penting
  • VIRAL! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Gegerkan Medsos, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 1 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Penemuan Spesies Baru, Namanya Belut Hades Penguasa Dunia Bawah

By Aga GustianaJumat, 3 Januari 2025 19:19 WIB2 Mins Read
Uropterygius hades. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ilmuwan menemukan spesies baru belut moray di muara sungai yang gelap di Indo-Pasifik Tengah. Belut ini dinamakan Hades, Dewa Penguasa Dunia Bawah dalam mitologi Yunani.

Spesies ini bernama lengkap Uropterygius hades. Memiliki ciri warna yang sangat gelap sehingga mudah menyatu dengan lumpur.

Penulis pertama penelitian ini, Dr. Wen-Chien Huang, mendeskripsikan spesies baru tersebut, terinspirasi oleh penggambaran Hades oleh Ralph Fiennes dalam film Clash of the Titans.

Belut ini memiliki ciri khas yang mengesankan, karena memiliki trik di ekornya.

Dari 230 spesies moray yang diketahui sains, peneliti hanya dapat memastikan bahwa satu spesies menghabiskan sebagian besar hidupnya di air tawar.

Dari spesies laut, hanya ada segelintir yang dapat menoleransi salinitas rendah yang ditemukan di dekat habitat muara seperti muara sungai. Jadi, menemukan belut moray spesialis muara benar-benar sangat langka.

Baca Juga:  Penemuan Makhluk 15.000 Tahun di Antartika

Maka, tidak mengherankan jika penemuan U. hades merupakan suatu kebetulan. Dikutip dari IFL Science, tiga peneliti dari National Sun Yat-sen University sedang menyelidiki sebuah gua di sepanjang Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa di Filipina, untuk mencari belut moray ular bermata kacang, Uropterygius cyamommatus.

Belut ini bisa beradaptasi dengan baik di kehidupan gua karena memiliki mata yang menyerupai kacang.

Baca Juga:  Awal Mula Kecoak Masuk dan Berkembang di Indonesia

Tidak hanya langka sebagai spesialis muara, tetapi ketika ditangkap dan ditempatkan di tangki, ia melakukan sesuatu seperti menggali dengan ekor terlebih dahulu, yang juga sangat tidak biasa bagi belut moray.

Belut moray juga memiliki mata kecil dan jumlah pori sensorik di kepala mereka. Ciri-ciri ini berguna bagi kehidupan di muara sungai dengan kondisi berlumpur yang bisa menyumbat.

Dalam hal ini, kombinasi perilaku menggali dengan ekor dan adaptasi sensoriknya dapat menunjukkan bahwa spesies yang baru dalam ilmu pengetahuan ini adalah penggali yang sangat baik.

“Uropterygius hades sp. nov. merupakan spesies belut moray langka yang menghuni lingkungan muara yang keruh, lebih menyukai substrat yang lembut dan berlumpur, dan menggali serta bersembunyi di antara bebatuan atau di daun bakau yang jatuh,” kata penulis studi.

Baca Juga:  Penjelasan Sains Soal Kesurupan, Benarkah Akibat Kemasukan Roh Jahat?

Lebih jauh lagi, peneliti mengamati bahwa U. hades sp. nov. sangat sensitif terhadap cahaya dan secara konsisten berusaha bersembunyi saat terpapar cahaya. Ini menunjukkan bahwa ia biasanya menghuni perairan keruh seperti muara, yang mengakibatkan kurangnya aklimatisasi terhadap paparan cahaya.

“Proporsi mata kecil U. hades sp. nov. juga dapat menunjukkan adaptasinya terhadap kondisi cahaya redup, tempat mereka terutama menggunakan kemoresepsi dibandingkan penglihatan untuk mendeteksi mangsa atau menghindari predator,” simpul peneliti.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

belut hades Ilmuwan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Serbu Hadiah Gratis! Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 1 April 2026: Ada Skin SG2 dan Bundle Langka

VIRAL! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Gegerkan Medsos, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget

Ilustrasi isi BBM

Update Harga BBM Pertamina Per 1 April 2026, Dipastikan Tidak Naik!

Tertawa di Atas Luka! Dua Wanita Ini Ejek Remaja ‘Kampungan’, Ternyata Kisah Dibaliknya Bikin Nyesek!

Banjir Hadiah! Cek Kode Redeem FF 1 April 2026: Ada Skin DJ Alok & Loot Crate Gratis

Buru Link Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri? Awas Banyak Bahaya Tersembunyi

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Viral Part 2! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit Diburu Netizen, Ini Faktanya
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.