Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Duel Persib vs Persija Digelar di Bali

Minggu, 2 Agustus 2026 16:43 WIB

Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial

Minggu, 2 Agustus 2026 15:03 WIB

Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia

Minggu, 2 Agustus 2026 14:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Duel Persib vs Persija Digelar di Bali
  • Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial
  • Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia
  • 3 Kali Menang Tanpa Kebobolan, Persib Kirim Sinyal Bahaya Jelang Semifinal Piala Presiden 2026
  • Aparat Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam Bandung, Sejumlah Pengunjung Dites Urine
  • Liburan ke Bandung? Jangan Pulang Sebelum Beli 4 Oleh-Oleh Hits Ini
  • Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara
  • Viral Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026? Ini Kata Exco PSSI
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 2 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Penjelasan Sains Soal Kesurupan, Benarkah Akibat Kemasukan Roh Jahat?

By Aga GustianaMinggu, 12 Januari 2025 20:48 WIB3 Mins Read
Ilustrasi siluet. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Fenomena kesurupan kerap dikaitkan dengan aktivitas roh jahat, hantu, jin ataupun makhluk tak kasat mata yang memasuki tubuh seseorang.

Biasanya, orang yang kesurupan mengalami perubahan perilaku yang seolah dimasuki makhluk halus. Seperti mata melotot, tertunduk diam dengan tatapan kosong, meraung, menggeram hingga berteriak dengan bahasa asing.

Namun, menurut studi, efek seperti kesurupan dapat diciptakan atau dimanipulasi dengan menggunakan berbagai media. Seperti yang diungkapkan oleh ilmuwan dari Max Planck Institute (MPI), Jerman, dan lembaga ilmiah lainnya di Leipzig.

Dalam studinya, mereka mengambil responden 15 praktisi perdukunan berpengalaman dari Jerman dan Austria untuk berpartisipasi dalam eksperimen menggunakan Pencitraan Resonansi Magnetif fungsional (fMRI).

Para dukun itu diminta masuk atau keluar dari kondisi seperti kesurupan atau trance sambil mendengarkan irama tabuhan drum.

Trance merupakan kondisi alamiah dalam kehidupan manusia. Dalam dunia hipnosis, kosakata trance merupakan istilah terjadinya kondisi hypnosis pada seseorang. Sebuah kondisi yang berbeda dengan kondisi kesadaran biasa.

Mengutip Max Planck Institute, para ilmuwan dapat menentukan area otak mana yang kurang lebih terhubung selama perubahan kondisi kesadaran.

Hasilnya menunjukkan semua peserta berhasil mencapai keadaan trance. Keadaan ini dikaitkan dengan simpul jaringan saraf penting, yang diperkuat di tiga area: posterior cingulate cortex (PCC), dorsal anterior cingulate cortex (dACC), dan insula.

Para peneliti mendemonstrasikan peningkatan aktivasi bersama di PCC, sebuah simpul jaringan yang terlibat dalam kondisi kognitif berorientasi internal, dengan dACC dan insula.

Keduanya mempunyai jaringan kontrol dan membantu mempertahankan aliran saraf yang penting. Aktivasi bersama ini menunjukkan aliran saraf berorientasi ke dalam ditingkatkan oleh modulasi jaringan kontrol.

Selain itu, dengan menggunakan pendekatan konektivitas berbasis benih, para peneliti menemukan bahwa simpul-simpul dalam jalur pendengaran kurang terhubung selama trance, kemungkinan besar menunjukkan pemisahan persepsi dan penekanan rangsangan pendengaran berulang (drum berirama).

Stimulus ini dapat meredam pemrosesan di jalur pendengaran, diduga karena sangat dapat diprediksi dan berulang. Singkatnya, trance melibatkan default koaktif dan jaringan kontrol, dan memisahkan pemrosesan sensorik.

Konfigurasi ulang jaringan ini dapat mempromosikan pemikiran internal yang diperluas ketika integrasi dan wawasan dapat terjadi.

Mengutip The Conversation, teknik pengubahan pemikiran manusia kerap dilakukan untuk mencapai kondisi kesadaran yang berbeda, membayangkan sosok spiritual, terhubung dengan alam, atau sekadar untuk bersenang-senang.

Salah satu upaya itu dilakukan dengan memanfaatkan zat psikedelik. Namun, pengubahan pemikiran ini dilakukan tanpa obat-obatan, yaitu dengan menggunakan teknik ritmis seperti goyang nyanyian, atau permainan drum.

Atau, ada pula teknik paling ampuh dari jenis ini dengan memanfaatkan cahaya berkedip-kedip yang disebut “ganzflicker” Efek ganzflicker dapat dicapai dengan menyalakan dan mematikan lampu, atau dengan mengganti warna dalam pola ritmis yang cepat, seperti strobo.

Dalam istilah kedokteran, kesurupan dikenal sebagai dissociative trance disorder (DTD). Istilah ini mengacu pada kondisi ketika seseorang merasa bukan dirinya karena dipengaruhi oleh makhluk tak kasat mata yang berusaha masuk ke tubuh.

Secara sederhana, kesurupan hanya salah satu gangguan kesehatan mental.

Selain itu, kesurupan juga bisa dipahami melalui sudut pandang neurosains. Melalui kacamata ilmu ini, kesurupan terjadi karena aktivitas otak yang menyangkut sirkuit emosi, memori, dan motorik.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ilmuwan kesurupan roh sains
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial

Liburan ke Bandung? Jangan Pulang Sebelum Beli 4 Oleh-Oleh Hits Ini

Harga Emas Antam Hari Ini 2 Agustus 2026 Stabil, Cek Daftar Lengkap dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Berburu Reward Eksklusif: Update Kode Redeem FF 2 Agustus 2026

Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Klaim Saldo DANA Gratis 2 Agustus 2026: Cara Aman dan Link Resmi Hari Ini

Game Free Fire

Klaim Sekarang! Kode Redeem FF 2 Agustus 2026 Terbaru dan Cara Klaimnya

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.