Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Menjelajah Malam di Kota Hujan: 10 Surga Kuliner yang Bikin Rindu Bogor

Rabu, 30 September 2026 01:00 WIB

Di Balik Kartu Merah Thom Haye: Respon Bijak John Herdman Usai Indonesia Tahan Imbang Malaysia

Selasa, 29 September 2026 21:27 WIB

Penuhi Panggilan Sidang PT BDS, Bupati Dadang Supriatna Tegaskan Posisi Pemegang Saham

Selasa, 29 September 2026 20:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Menjelajah Malam di Kota Hujan: 10 Surga Kuliner yang Bikin Rindu Bogor
  • Di Balik Kartu Merah Thom Haye: Respon Bijak John Herdman Usai Indonesia Tahan Imbang Malaysia
  • Penuhi Panggilan Sidang PT BDS, Bupati Dadang Supriatna Tegaskan Posisi Pemegang Saham
  • Selain di Jatiluhur, Fasilitas Data Center AI Ternyata Sudah Berdiri di Bekasi dan Karawang
  • Dulu Menangis Alam Dirusak, Kini Dukung Proyek Penguras Air? Dedi Mulyadi Blunder Fatal?
  • EMAS LAGI! Leo/Daniel Bikin Merah Putih Berjaya di Asian Games 2026
  • Oknum Guru SMP di Subang Diduga Lecehkan Mantan Murid saat Ambil Ijazah
  • Tak Bisa Bela Timnas, Pemain Persib Ini Tetap Pantau Perjuangan Skuad Garuda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 30 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Penjelasan Sains Soal Kesurupan, Benarkah Akibat Kemasukan Roh Jahat?

By Aga GustianaMinggu, 12 Januari 2025 20:48 WIB3 Mins Read
Ilustrasi siluet. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Fenomena kesurupan kerap dikaitkan dengan aktivitas roh jahat, hantu, jin ataupun makhluk tak kasat mata yang memasuki tubuh seseorang.

Biasanya, orang yang kesurupan mengalami perubahan perilaku yang seolah dimasuki makhluk halus. Seperti mata melotot, tertunduk diam dengan tatapan kosong, meraung, menggeram hingga berteriak dengan bahasa asing.

Namun, menurut studi, efek seperti kesurupan dapat diciptakan atau dimanipulasi dengan menggunakan berbagai media. Seperti yang diungkapkan oleh ilmuwan dari Max Planck Institute (MPI), Jerman, dan lembaga ilmiah lainnya di Leipzig.

Dalam studinya, mereka mengambil responden 15 praktisi perdukunan berpengalaman dari Jerman dan Austria untuk berpartisipasi dalam eksperimen menggunakan Pencitraan Resonansi Magnetif fungsional (fMRI).

Para dukun itu diminta masuk atau keluar dari kondisi seperti kesurupan atau trance sambil mendengarkan irama tabuhan drum.

Trance merupakan kondisi alamiah dalam kehidupan manusia. Dalam dunia hipnosis, kosakata trance merupakan istilah terjadinya kondisi hypnosis pada seseorang. Sebuah kondisi yang berbeda dengan kondisi kesadaran biasa.

Mengutip Max Planck Institute, para ilmuwan dapat menentukan area otak mana yang kurang lebih terhubung selama perubahan kondisi kesadaran.

Hasilnya menunjukkan semua peserta berhasil mencapai keadaan trance. Keadaan ini dikaitkan dengan simpul jaringan saraf penting, yang diperkuat di tiga area: posterior cingulate cortex (PCC), dorsal anterior cingulate cortex (dACC), dan insula.

Para peneliti mendemonstrasikan peningkatan aktivasi bersama di PCC, sebuah simpul jaringan yang terlibat dalam kondisi kognitif berorientasi internal, dengan dACC dan insula.

Keduanya mempunyai jaringan kontrol dan membantu mempertahankan aliran saraf yang penting. Aktivasi bersama ini menunjukkan aliran saraf berorientasi ke dalam ditingkatkan oleh modulasi jaringan kontrol.

Selain itu, dengan menggunakan pendekatan konektivitas berbasis benih, para peneliti menemukan bahwa simpul-simpul dalam jalur pendengaran kurang terhubung selama trance, kemungkinan besar menunjukkan pemisahan persepsi dan penekanan rangsangan pendengaran berulang (drum berirama).

Stimulus ini dapat meredam pemrosesan di jalur pendengaran, diduga karena sangat dapat diprediksi dan berulang. Singkatnya, trance melibatkan default koaktif dan jaringan kontrol, dan memisahkan pemrosesan sensorik.

Konfigurasi ulang jaringan ini dapat mempromosikan pemikiran internal yang diperluas ketika integrasi dan wawasan dapat terjadi.

Mengutip The Conversation, teknik pengubahan pemikiran manusia kerap dilakukan untuk mencapai kondisi kesadaran yang berbeda, membayangkan sosok spiritual, terhubung dengan alam, atau sekadar untuk bersenang-senang.

Salah satu upaya itu dilakukan dengan memanfaatkan zat psikedelik. Namun, pengubahan pemikiran ini dilakukan tanpa obat-obatan, yaitu dengan menggunakan teknik ritmis seperti goyang nyanyian, atau permainan drum.

Atau, ada pula teknik paling ampuh dari jenis ini dengan memanfaatkan cahaya berkedip-kedip yang disebut “ganzflicker” Efek ganzflicker dapat dicapai dengan menyalakan dan mematikan lampu, atau dengan mengganti warna dalam pola ritmis yang cepat, seperti strobo.

Dalam istilah kedokteran, kesurupan dikenal sebagai dissociative trance disorder (DTD). Istilah ini mengacu pada kondisi ketika seseorang merasa bukan dirinya karena dipengaruhi oleh makhluk tak kasat mata yang berusaha masuk ke tubuh.

Secara sederhana, kesurupan hanya salah satu gangguan kesehatan mental.

Selain itu, kesurupan juga bisa dipahami melalui sudut pandang neurosains. Melalui kacamata ilmu ini, kesurupan terjadi karena aktivitas otak yang menyangkut sirkuit emosi, memori, dan motorik.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Menjelajah Malam di Kota Hujan: 10 Surga Kuliner yang Bikin Rindu Bogor

Wajib Coba! 5 Martabak Bandung Ini Punya Rasa Manis hingga Gurih yang Bikin Nagih

Indra Kenz Bebas Bersyarat Usai 5 Tahun di Penjara, Wajib Lapor hingga 2030

HASILNYA BIKIN MELONGO! Seniman Ini Sulap Sinar Matahari Jadi ‘Kuas’ untuk Lukis Sosok Legendaris

Harga Emas Antam Hari Ini 29 September 2026 Turun Rp17 Ribu, 1 Gram Jadi Segini

penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Jadwal Pencairan Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026: Rincian Nominal PKH, BPNT, dan Bantuan Beras 10 Kg

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Update Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 116 Usai Permalukan Singapura di ASEAN Cup 2026
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.