Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tarif Berdasarkan Durasi, Pengelola Situs Live Porno Rekrut Belasan Talent Sejak 2025

Sabtu, 31 Oktober 2026 12:04 WIB

Momen Amanda Manopo & Kenny Austin Bikin Konten Anak, Ternyata Sosoknya Setulus Ini

Sabtu, 31 Oktober 2026 09:58 WIB

Waspada Ledakan Kuda Hitam! Tren Positif Isenmulang Kalteng FC Ancam Dominasi Persib Bandung

Sabtu, 31 Oktober 2026 06:56 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tarif Berdasarkan Durasi, Pengelola Situs Live Porno Rekrut Belasan Talent Sejak 2025
  • Momen Amanda Manopo & Kenny Austin Bikin Konten Anak, Ternyata Sosoknya Setulus Ini
  • Waspada Ledakan Kuda Hitam! Tren Positif Isenmulang Kalteng FC Ancam Dominasi Persib Bandung
  • Saldo KKS Belum Masuk? Cek 3 Hal Ini Sebelum Panik soal Bansos Tahap 4
  • Wajib Mampir! 5 Tempat Makan di Bandung yang Selalu Diburu Wisatawan Luar Kota
  • Bansos Tahap 4 Belum Cair? Cek Dulu Status Verifikasi Rekening KKS Anda
  • Ajak Si Kecil ke Sini, 5 Kafe Ramah Anak di Bandung Ini Punya Area Bermain Seru
  • Kapan Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Cair? Cek Status Penerima Lewat HP di Sini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 31 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gaya Kepemimpinan One Man Show, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Dikritik

By Aga GustianaSelasa, 11 Maret 2025 19:32 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendapat sorotan terkait gaya kepemimpinannya yang dinilai terlalu dominan dan minim melibatkan Wakil Gubernur, Erwan Setiawan. Kritik ini disampaikan oleh Kristian Widya Wicaksono, pakar kebijakan publik dari Universitas Parahyangan (Unpar).

Kristian menilai bahwa peran Erwan nyaris tidak terlihat dalam kepemimpinan Dedi Mulyadi. Menurutnya, seharusnya ada pembagian tugas yang jelas antara gubernur dan wakil gubernur agar tercipta sinergi yang lebih baik.

“Dalam beberapa pekan kepemimpinan beliau (Dedi Mulyadi), saya merasakan bahwa peran Wagub (Erwan) kurang nampak,” kata Kristian, Selasa (11/3/2025).

Kristian juga mengingatkan bahwa masyarakat memilih Dedi dan Erwan sebagai pasangan dalam Pilkada 2024, sehingga tidak seharusnya satu pihak lebih dominan sementara yang lain seolah tidak bekerja. Selain itu, keduanya menerima penghasilan dari APBD yang bersumber dari pajak dan retribusi masyarakat, sehingga mereka wajib menunjukkan kinerja yang baik.

Baca Juga:  Gembar-gembor Pajak Tapi Mobil Mewah Nunggak, Dedi Mulyadi Dikritik Publik

Dituding Autocratic dan Narsistik

Tak hanya soal gaya kepemimpinan one man show, Kristian juga mengkritik Dedi Mulyadi sebagai pemimpin yang cenderung otoriter (autocratic) dan terlalu narsistik di media sosial.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Larang PR, Minta Pembelajaran Diselesaikan di Sekolah

Menurutnya, Dedi lebih banyak mengambil keputusan sendiri tanpa melibatkan perangkat daerah lainnya. Hal ini berisiko membuat bawahan tidak mendapat informasi yang cukup mengenai kebijakan yang diambil, sehingga ketika muncul dampak negatif, mereka hanya berperan sebagai “pemadam kebakaran”.

“Dalam gaya kepemimpinan ini, pemimpin memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi sehingga cenderung mengambil keputusan sendiri tanpa melibatkan pihak lain,” jelas Kristian.

Baca Juga:  PON XXI Aceh-Sumut 2024, Jabar Tambah Emas dari Atlet Kano

“Namun dengan kebiasaannya yang narsistik di media sosial, saya menyebut gaya kepemimpinannya sebagai narcissistic-autocratic,” lanjutnya.

Kristian menekankan bahwa gaya kepemimpinan seperti ini dapat berdampak buruk terhadap tata kelola pemerintahan. Jika bawahan tidak dilibatkan sejak awal dalam pengambilan keputusan, maka kebijakan yang dihasilkan bisa tidak efektif dan berisiko menimbulkan masalah dalam implementasinya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Erwan Setiawan gubernur HL jawa barat Unpar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tarif Berdasarkan Durasi, Pengelola Situs Live Porno Rekrut Belasan Talent Sejak 2025

Bansos

Saldo KKS Belum Masuk? Cek 3 Hal Ini Sebelum Panik soal Bansos Tahap 4

Bansos Tahap 4 Belum Cair? Cek Dulu Status Verifikasi Rekening KKS Anda

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Kapan Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Cair? Cek Status Penerima Lewat HP di Sini

Gaji Pensiunan PNS Naik? Ini Penjelasan Resmi Taspen Jelang Pencairan November 2026

Longsor 20 Meter Terjang Perumahan Buana Flamingo Cimahi, 4 Rumah Rusak Berat

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.