bukamata.id – Sesar Lembang—patahan aktif yang membentang di bagian utara Kota Bandung, Jawa Barat—kembali menjadi sorotan dunia kebencanaan. Aktivitasnya yang dinamis membuat wilayah ini terus diawasi oleh para ahli gempa bumi di Indonesia.
Patahan ini memanjang sekitar 25–29 kilometer, mulai dari kawasan Padalarang hingga Jatinangor. Dengan panjang tersebut, para peneliti menilai Sesar Lembang memiliki kemampuan memicu gempa kuat yang diperkirakan dapat mencapai magnitudo 6,5 hingga 7,0.
Siklus Gempa dan Potensi Ancaman
Berdasarkan hasil riset paleoseismologi dan catatan gempa lama, patahan ini memiliki siklus gempa besar yang diperkirakan berada pada rentang 170 hingga 670 tahun.
Dari analisis tersebut, gempa besar berikutnya kemungkinan paling lambat bisa terjadi sekitar tahun 2170, meski para ahli mengingatkan bahwa waktu pasti terjadinya gempa tidak dapat diprediksi karena perilaku sistem tektonik yang sangat kompleks.
Belakangan ini, beberapa gempa kecil memang terpantau terjadi di sekitar jalur patahan. Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa kenaikan aktivitas gempa minor bukan berarti gempa besar akan segera muncul. Getaran kecil justru dianggap sebagai fenomena umum pada patahan aktif.
Potensi Dampak di Bandung dan Sekitarnya
Jika suatu saat Sesar Lembang melepaskan energi besar, dampaknya diprediksi bisa sangat luas. Dengan lokasi patahan yang berada dekat kawasan padat penduduk seperti Bandung Raya, kerusakan yang muncul dapat jauh lebih serius.
Para ahli juga menyebut kondisi geologi pegunungan di Bandung Utara berpotensi memperkuat guncangan, sehingga efeknya dapat dirasakan lebih ekstrem.
Mitigasi Jadi Kunci Mengurangi Risiko
Melihat besarnya ancaman tersebut, upaya pencegahan dan kesiapsiagaan harus menjadi prioritas. Beberapa langkah penting yang terus didorong antara lain:
- edukasi publik mengenai bencana gempa,
- penyusunan tata ruang yang mempertimbangkan jalur patahan,
- pembangunan struktur yang sesuai standar tahan gempa,
- penelitian dan pemantauan ilmiah secara berkelanjutan.
Sinergi antara pemerintah, ilmuwan, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar ketika gempa besar benar-benar terjadi di masa mendatang, dampaknya dapat ditekan semaksimal mungkin
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











