bukamata.id – Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein meresmikan program Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) pada Senin (6/10/2025). Program ini bertujuan untuk menggerakkan semangat gotong royong masyarakat dengan cara menyisihkan Rp1.000 setiap hari secara sukarela.
Gerakan Poe Ibu mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN), kepala desa, hingga masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi. Binzein mencontohkan potensi besar yang dapat terkumpul bila seluruh ASN ikut serta.
“Di lingkungan Setda saja ada sekitar 300 ASN. Hari ini mereka serentak menyumbangkan seribu rupiah. Bisa dibayangkan berapa besar yang terkumpul jika dilakukan oleh seluruh ASN dan kepala desa se-Purwakarta,” kata Binzein saat peluncuran di Pendopo Setda Purwakarta.
Potensi Donasi Capai Rp12,5 Juta Per Hari
Berdasarkan data Pemkab, Purwakarta memiliki 5.853 PNS, 2.221 PPPK, dan 4.426 tenaga paruh waktu. Jika ditambahkan dengan 183 kepala desa, maka potensi dana yang bisa terkumpul dari gerakan ini mencapai sekitar Rp12,5 juta setiap hari.
Binzein menegaskan bahwa gerakan ini bukanlah kewajiban atau pungutan resmi pemerintah, melainkan murni hasil inisiatif sukarela masyarakat.
“Sudah disiapkan kotaknya. ASN bisa mengisi sendiri, dan masyarakat umum juga dipersilakan ikut menyumbang,” ujarnya.
Kotak donasi Poe Ibu telah ditempatkan di berbagai titik pelayanan publik untuk memudahkan siapa pun yang ingin berpartisipasi.
Fokus untuk Pendidikan dan Kesehatan
Dana yang terkumpul dari Gerakan Poe Ibu akan digunakan untuk membantu warga kurang mampu, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan. Pemerintah daerah juga telah membuka pos pengaduan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Contoh, ada warga yang punya BPJS Kesehatan tapi tidak memiliki ongkos maupun bekal saat berobat. Itu yang kita bantu. Begitu juga anak-anak yang rentan putus sekolah,” kata Binzein.
Pendistribusian dana akan dilakukan melalui sistem verifikasi cepat agar bantuan tepat sasaran.
“Tidak semua yang mengadu bisa langsung dibantu, hanya bagi yang betul-betul tidak mampu,” ujarnya.
Mengusung Nilai Kearifan Lokal
Binzein menjelaskan, gerakan Poe Ibu berakar pada nilai “silih asah, silih asih, silih asuh”, yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Purwakarta.
“Mau mengisi setiap hari, seminggu sekali, bahkan sehari dua kali, bebas. Tidak ada paksaan,” ujar Binzein yang akrab disapa Om Zein.
Dengan semangat gotong royong, pemerintah berharap program ini dapat menjadi gerakan sosial berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










