Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mentereng! Ini Catatan Statistik John Herdman Selama Nahkodai Timnas Indonesia

Selasa, 13 Oktober 2026 21:35 WIB

PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar

Selasa, 13 Oktober 2026 20:35 WIB

Klok Minta Bobotoh Terus Bersama Persib, Target Besar Menanti di ACL Two

Selasa, 13 Oktober 2026 20:22 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mentereng! Ini Catatan Statistik John Herdman Selama Nahkodai Timnas Indonesia
  • PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar
  • Klok Minta Bobotoh Terus Bersama Persib, Target Besar Menanti di ACL Two
  • Dari Sumedang Jadi Diva Dunia! Kisah Rahasia Rossa yang Jarang Orang Tahu!
  • Igor Tolic Soroti Kekuatan Cong Viettel, Persib Siapkan Strategi Khusus
  • Warga Keluhkan Lagi Kebisingan, Lapangan Padel di Surya Sumantri Bakal Diperiksa
  • Erick Thohir Buka Opsi Baru! Timnas Indonesia Bisa Hadapi Lawan di Luar Jazirah Arab
  • Sasar Mahasiswa Jabar, inDrive Rampungkan Edukasi Keselamatan Berkendara ‘Drive Your Future Phase 2’
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gerakan Poe Ibu di Purwakarta, Potensi Donasi Terkumpul Rp12,5 Juta per Hari

By Aga GustianaSelasa, 7 Oktober 2025 08:57 WIB2 Mins Read
Gerakan Poe Ibu di Purwakarta. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein meresmikan program Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) pada Senin (6/10/2025). Program ini bertujuan untuk menggerakkan semangat gotong royong masyarakat dengan cara menyisihkan Rp1.000 setiap hari secara sukarela.

Gerakan Poe Ibu mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN), kepala desa, hingga masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi. Binzein mencontohkan potensi besar yang dapat terkumpul bila seluruh ASN ikut serta.

“Di lingkungan Setda saja ada sekitar 300 ASN. Hari ini mereka serentak menyumbangkan seribu rupiah. Bisa dibayangkan berapa besar yang terkumpul jika dilakukan oleh seluruh ASN dan kepala desa se-Purwakarta,” kata Binzein saat peluncuran di Pendopo Setda Purwakarta.

Baca Juga:  Dadang Supriatna Apresiasi Kehadiran ASN Dalam Acara Halal Bihalal Pemkab Bandung

Potensi Donasi Capai Rp12,5 Juta Per Hari

Berdasarkan data Pemkab, Purwakarta memiliki 5.853 PNS, 2.221 PPPK, dan 4.426 tenaga paruh waktu. Jika ditambahkan dengan 183 kepala desa, maka potensi dana yang bisa terkumpul dari gerakan ini mencapai sekitar Rp12,5 juta setiap hari.

Binzein menegaskan bahwa gerakan ini bukanlah kewajiban atau pungutan resmi pemerintah, melainkan murni hasil inisiatif sukarela masyarakat.

“Sudah disiapkan kotaknya. ASN bisa mengisi sendiri, dan masyarakat umum juga dipersilakan ikut menyumbang,” ujarnya.

Kotak donasi Poe Ibu telah ditempatkan di berbagai titik pelayanan publik untuk memudahkan siapa pun yang ingin berpartisipasi.

Baca Juga:  ASN Diizinkan WFA Mulai 24 Maret, Cegah Kemacetan Libur Lebaran

Fokus untuk Pendidikan dan Kesehatan

Dana yang terkumpul dari Gerakan Poe Ibu akan digunakan untuk membantu warga kurang mampu, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan. Pemerintah daerah juga telah membuka pos pengaduan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Contoh, ada warga yang punya BPJS Kesehatan tapi tidak memiliki ongkos maupun bekal saat berobat. Itu yang kita bantu. Begitu juga anak-anak yang rentan putus sekolah,” kata Binzein.

Pendistribusian dana akan dilakukan melalui sistem verifikasi cepat agar bantuan tepat sasaran.

Baca Juga:  Kejari Tetapkan Pejabat Dinas Peternakan Purwakarta Tersangka Kasus Dugaan Korupsi

“Tidak semua yang mengadu bisa langsung dibantu, hanya bagi yang betul-betul tidak mampu,” ujarnya.

Mengusung Nilai Kearifan Lokal

Binzein menjelaskan, gerakan Poe Ibu berakar pada nilai “silih asah, silih asih, silih asuh”, yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Purwakarta.

“Mau mengisi setiap hari, seminggu sekali, bahkan sehari dua kali, bebas. Tidak ada paksaan,” ujar Binzein yang akrab disapa Om Zein.

Dengan semangat gotong royong, pemerintah berharap program ini dapat menjadi gerakan sosial berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ASN purwakarta Saepul Bahri Binzein
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar

Warga Keluhkan Lagi Kebisingan, Lapangan Padel di Surya Sumantri Bakal Diperiksa

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu Belum Pasti Cair, Ini Penjelasan Kemnaker

Satu Mahasiswa Di-DO! Telkom University Jatuhkan Sanksi ke 4 Pelaku Perundungan Asrama

Dugaan Bullying di Kuningan, Siswa SMP Dilarikan ke RS Usai Telan Cairan Karbol

Kiaracondong Bandung Mulai Ditata, Drainase Tersumbat Sampah Jadi Perhatian

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.