Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Strategi Jemput Bola Bupati Bandung: Desak Pusat Percepat Flyover Bojongsoang hingga Tol Ciwidey

Selasa, 5 Mei 2026 19:52 WIB

Solusi Banjir Bekasi: DPRD Jabar Dorong Penambahan Rumah Panggung di Pondok Gede Permai

Selasa, 5 Mei 2026 19:49 WIB

Transfer Panas! Persib Siap Datangkan Kiper Eropa, Jejak Thom Haye Terulang?

Selasa, 5 Mei 2026 19:06 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Strategi Jemput Bola Bupati Bandung: Desak Pusat Percepat Flyover Bojongsoang hingga Tol Ciwidey
  • Solusi Banjir Bekasi: DPRD Jabar Dorong Penambahan Rumah Panggung di Pondok Gede Permai
  • Transfer Panas! Persib Siap Datangkan Kiper Eropa, Jejak Thom Haye Terulang?
  • bjb KPR PASTI Tawarkan Suku Bunga Tetap 9,99 Persen: Solusi Kredit Rumah Stabil dan Terjangkau
  • Dua Hari Hilang, Bocah 11 Tahun di Cianjur Diduga Tenggelam Usai Melompat ke Sungai Cibaregbeg
  • DRAMA GBK! Izin Laga Persija vs Persib Masih Digantung, Ini Penyebabnya
  • Update Rumor Transfer Persib: Daftar 6 Pemain Bintang yang Dikaitkan dengan Maung Bandung
  • Update 5 Mei 2026: Cara Cerdas Berburu Saldo DANA Gratis yang Terbukti Cair Tanpa Ribet
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 5 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gerakan Poe Ibu di Purwakarta, Potensi Donasi Terkumpul Rp12,5 Juta per Hari

By Aga GustianaSelasa, 7 Oktober 2025 08:57 WIB2 Mins Read
Gerakan Poe Ibu di Purwakarta. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein meresmikan program Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) pada Senin (6/10/2025). Program ini bertujuan untuk menggerakkan semangat gotong royong masyarakat dengan cara menyisihkan Rp1.000 setiap hari secara sukarela.

Gerakan Poe Ibu mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN), kepala desa, hingga masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi. Binzein mencontohkan potensi besar yang dapat terkumpul bila seluruh ASN ikut serta.

“Di lingkungan Setda saja ada sekitar 300 ASN. Hari ini mereka serentak menyumbangkan seribu rupiah. Bisa dibayangkan berapa besar yang terkumpul jika dilakukan oleh seluruh ASN dan kepala desa se-Purwakarta,” kata Binzein saat peluncuran di Pendopo Setda Purwakarta.

Baca Juga:  Tekankan Kolaborasi, Bupati Bandung Optimistis Stunting hingga Sampah Dapat Teratasi

Potensi Donasi Capai Rp12,5 Juta Per Hari

Berdasarkan data Pemkab, Purwakarta memiliki 5.853 PNS, 2.221 PPPK, dan 4.426 tenaga paruh waktu. Jika ditambahkan dengan 183 kepala desa, maka potensi dana yang bisa terkumpul dari gerakan ini mencapai sekitar Rp12,5 juta setiap hari.

Binzein menegaskan bahwa gerakan ini bukanlah kewajiban atau pungutan resmi pemerintah, melainkan murni hasil inisiatif sukarela masyarakat.

“Sudah disiapkan kotaknya. ASN bisa mengisi sendiri, dan masyarakat umum juga dipersilakan ikut menyumbang,” ujarnya.

Baca Juga:  Sewindu Cerdas Melaju, Diskominfo Purwakarta Dorong Peningkatan Pelayanan

Kotak donasi Poe Ibu telah ditempatkan di berbagai titik pelayanan publik untuk memudahkan siapa pun yang ingin berpartisipasi.

Fokus untuk Pendidikan dan Kesehatan

Dana yang terkumpul dari Gerakan Poe Ibu akan digunakan untuk membantu warga kurang mampu, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan. Pemerintah daerah juga telah membuka pos pengaduan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Contoh, ada warga yang punya BPJS Kesehatan tapi tidak memiliki ongkos maupun bekal saat berobat. Itu yang kita bantu. Begitu juga anak-anak yang rentan putus sekolah,” kata Binzein.

Pendistribusian dana akan dilakukan melalui sistem verifikasi cepat agar bantuan tepat sasaran.

Baca Juga:  THR Pensiunan ASN dan Pejabat Negara Cair 17 Maret 2025, Cek Rinciannya!

“Tidak semua yang mengadu bisa langsung dibantu, hanya bagi yang betul-betul tidak mampu,” ujarnya.

Mengusung Nilai Kearifan Lokal

Binzein menjelaskan, gerakan Poe Ibu berakar pada nilai “silih asah, silih asih, silih asuh”, yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Purwakarta.

“Mau mengisi setiap hari, seminggu sekali, bahkan sehari dua kali, bebas. Tidak ada paksaan,” ujar Binzein yang akrab disapa Om Zein.

Dengan semangat gotong royong, pemerintah berharap program ini dapat menjadi gerakan sosial berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ASN gotong royong Poe Ibu purwakarta Saepul Bahri Binzein
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Strategi Jemput Bola Bupati Bandung: Desak Pusat Percepat Flyover Bojongsoang hingga Tol Ciwidey

Solusi Banjir Bekasi: DPRD Jabar Dorong Penambahan Rumah Panggung di Pondok Gede Permai

bjb KPR PASTI Tawarkan Suku Bunga Tetap 9,99 Persen: Solusi Kredit Rumah Stabil dan Terjangkau

Dua Hari Hilang, Bocah 11 Tahun di Cianjur Diduga Tenggelam Usai Melompat ke Sungai Cibaregbeg

Ilustrasi Meninggal Dunia

Heboh! Pria Ditemukan Tewas Membusuk di Dalam Rumah Cicendo

Cetak Skor Nyaris Sempurna, Polresta Bandung Juara Umum Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Link Video Viral Batang Membara: Diiming-iming Cuan Rp250 Juta Lewat Telegram
  • TRANSFER MEGA! Persib Siap Borong Pemain Brasil, Belanda hingga Irak
  • Jangan Klik! Link Video Viral Bandar Membara Diduga Berbahaya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.