Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Misteri WNA Belanda Tewas di Hotel Bandung, Ditemukan dalam Bathtub

Senin, 21 September 2026 19:38 WIB
Kuliner Majalengka legendaris yang wajib dicoba

Jangan Cuma Jalakotek! Ini 5 Kuliner Legendaris Majalengka yang Wajib Dicoba

Senin, 21 September 2026 19:36 WIB

Investor Dubai Lirik Wisata Bandung Barat, Ada Peluang Investasi Besar di Lembang

Senin, 21 September 2026 19:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Misteri WNA Belanda Tewas di Hotel Bandung, Ditemukan dalam Bathtub
  • Jangan Cuma Jalakotek! Ini 5 Kuliner Legendaris Majalengka yang Wajib Dicoba
  • Investor Dubai Lirik Wisata Bandung Barat, Ada Peluang Investasi Besar di Lembang
  • Isu Karim Benzema hingga Kebutuhan Lini Depan, Begini Respons Tegas Pelatih Persib Bandung
  • Jejak Dakwah Syekh Ibrahim Al Madani, Muazin Masjidil Haram yang Tutup Usia Usai Lantunkan Azan Fajar
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • Gebrakan MMA Indonesia! Vallensia Fahira Hotmauli Sumbang Medali di Asian Games 2026
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 22 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Google Rayakan Hari Kabisat 29 Februari 2024, Ini Sejarahnya Sejak Romawi Kuno

By Putra JuangKamis, 29 Februari 2024 09:03 WIB2 Mins Read
Google Rayakan Hari Kabisat 29 Februari 2024. (Foto: Google)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ada yang berbeda dengan tampilan Google pada Kamis (29/2/2024). Ya, tepat di hari ini, Google merayakan hari kabisat.

Lewat Google Doodle-nya, perusahaan asal Amerika Serikat ini menampilkan gambar katak loncat bertuliskan 29. Perlu diketahui, tahun kabisat ini hanya akan terulang lagi 4 tahun kedepan.

“Hari Kabisat, 29 Februari, hanya terjadi setiap empat tahun sekali, untuk menjaga agar kalender kita tetap sejajar dengan Bumi dan matahari,” tulis keterangan Google Doodle.

Apa Itu Tahun Kabisat

Dilansir dari berbagai sumber, tahun kabisat atau leap day merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut tahun yang memiliki jumlah hari lebih dari 365 hari.

Baca Juga:  Google Doodle Rayakan Hari Perempuan Internasional, Ini Tema dan Sejarahnya

Hal ini biasanya terjadi setiap empat tahun sekali, di mana dalam satu tahun kabisat memiliki 366 hari.

Penambahan satu hari ini dilakukan untuk menyesuaikan perhitungan waktu dengan peredaran bumi mengelilingi matahari yang sebenarnya lebih dari 365 hari.

Dengan adanya tahun kabisat, sistem penanggalan yang digunakan dapat tetap akurat dan tidak terjadi pergeseran waktu yang signifikan.

Tahun kabisat juga memiliki dampak pada perhitungan kalender, di mana sejumlah bulan dan tanggal bisa berubah akibat penambahan satu hari.

Baca Juga:  Google Doodle Tampilkan Terbitnya Bulan Paruh, Apa Itu?

Sistem penanggalan menggunakan tahun kabisat umumnya merupakan metodologi yang digunakan di berbagai negara di seluruh dunia, sehingga mengubah kalender menjadi lebih akurat dan sesuai dengan perhitungan astronomis.

Oleh karena itu, penggunaan tahun kabisat dianggap sebagai solusi untuk mengatasi ketaksempurnaan dalam perhitungan waktu yang disebabkan oleh durasi peredaran Bumi mengelilingi matahari.

Sejarah Tahun Kabisat

Sejarah tahun kabisat bermula dari sistem penanggalan Romawi kuno yang disusun oleh Numa Pompilius pada abad ke-7 SM. Menurut sejarahnya, Numa Pompilius menambahkan satu bulan ekstra setiap beberapa tahun untuk menyesuaikan kalender dengan peredaran matahari.

Baca Juga:  Google Rayakan Hari Kuantum Sedunia dengan Doodle Interaktif

Namun, sistem penanggalan ini masih belum cukup akurat sehingga pada abad ke-16, Paus Gregorius XIII memperkenalkan kalender Gregorian yang kita gunakan saat ini.

Kalender Gregorian menyatakan bahwa tahun kabisat terjadi setiap empat tahun sekali, kecuali pada tahun yang habis dibagi 100 tetapi tidak habis dibagi 400.

Dengan adanya sistem ini, perhitungan tahun kabisat menjadi lebih akurat dan sesuai dengan peredaran Bumi di sekitar matahari.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Google Google doodle
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kuliner Majalengka legendaris yang wajib dicoba

Jangan Cuma Jalakotek! Ini 5 Kuliner Legendaris Majalengka yang Wajib Dicoba

Jejak Dakwah Syekh Ibrahim Al Madani, Muazin Masjidil Haram yang Tutup Usia Usai Lantunkan Azan Fajar

Mulai dari Kebun Teh hingga Danau Berwarna, Berikut Rekomendasi Wisata Terbaik di Majalengka

Lagi Diet? Ini 5 Kafe Sehat di Bandung dengan Menu Enak yang Bikin Nagih

Waspada Potensi Angin Kencang dan Hujan Disertai Petir, BMKG Ungkap Kondisi Cuaca Jabar Sepekan ke Depan

Kulineran Bareng Keluarga di Bandung, 4 Tempat Ini Punya Harga Mulai Rp20 Ribuan

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.