Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Nama Bisa Hilang dari Daftar Bansos Agustus 2026, Ini Penyebab dan Cara Ceknya

Rabu, 12 Agustus 2026 16:33 WIB

Persib Geber Latihan di Bali, Danijel Loncar Siap Debut Bersama Maung Bandung

Rabu, 12 Agustus 2026 16:07 WIB

Gerhana Matahari Total Hari Ini Bikin Langit Gelap, Indonesia Bisa Melihat atau Tidak?

Rabu, 12 Agustus 2026 15:32 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Nama Bisa Hilang dari Daftar Bansos Agustus 2026, Ini Penyebab dan Cara Ceknya
  • Persib Geber Latihan di Bali, Danijel Loncar Siap Debut Bersama Maung Bandung
  • Gerhana Matahari Total Hari Ini Bikin Langit Gelap, Indonesia Bisa Melihat atau Tidak?
  • Gara-gara Tantang Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras, Rumah MC di Bekasi Digeruduk Warga
  • Bukan Pindad, Prabowo Bakal Resmikan Motor Listrik Nasional Buatan Anak Bangsa Besok?
  • Lansia 88 Tahun di Bandung Jadi Korban Jambret, Kalung Emas Ditarik Hingga Tersungkur
  • Kode Redeem FF 12 Agustus 2026 Terbaru, Ada Skin M1887 dan Diamond Gratis!
  • Jadwal PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026: Bentrok Juara, Tanpa Perpanjangan Waktu!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gunung Semeru Masih Level Siaga, Masyarakat Diminta Patuhi Imbauan PVMBG

By Putra JuangJumat, 16 Februari 2024 19:36 WIB3 Mins Read
Gunung Semeru (Foto : Antara)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkapkan aktivitas Gunung Semeru yang terletak dalam dua kabupaten, yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang pada Kamis (15/2/2024).

Kepala PVMBG, Hendra Gunawan mengatakan, aktivitas kegempaan di Gunung Semeru masih tinggi, didominasi gempa letusan, lembusan, luguran dan tremor harmonik. Bahkan, gempa vulkanik masih terekam secara intensif.

“Aktivitas erupsi, awan panas dan guguran lava mash terjadi, namun secara visual jarang teramati karena terkendala dengan cuaca yang berkabut,” ucap Hendra dalam konferensi pers di Ruang Informasi PVMBG Badan Geologi, Jalan Diponegoro No 57 Bandung, Jumat (16/2/2024).

Hendra menyebut, kegempaan Gunung Semeru didominasi oleh gempa-gempa dekat permukaan. Hal ini mengindikasikan bahwa aktivtias Gunung Semeru pada saat ini didominasi oleh aktivitas magmatik pada kedalaman yang dangkal.

“Nilai variasi kecepatan seismik menunjukkan nilai yang positif dengan simpangan yang besar, diinterpretasikan bahwa tekanan pada tubuh gunung api masih relatif tinggi dan relatif dangkal,” ungkapnya.

Berdasarkan data deformasi memperlihatkan bahwa tubuh gunung api mengalami inflasi dengan sumber tekanan berlokasi dangkal, yang berkorelasi dengan terus terjadinya perpindahan tekanan dari dalam tubuh gunung api ke permukaan bersamaan dengan keluarnya material saat terjadi erupsi dan hembusan.

Sedangkan untuk Emisi SO2 dan anomali thermal relatif mengalami penurunan sejak Januari 2024.

“Potensi bahaya dari meningkatnya tekanan dan perubahan karakteristik erupsi Gunung Semeru ini adalah terjadinya peningkatan gempa guguran yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya letusan dan awan panas guguran Gunung Semeru.

“Mengingat kegiatan Gunung Api Semeru masih tinggi serta masih berpotensi terjadinya awan panas guguran dan aliran lava,” ujarnya.

Sementara berdasarkan hasil pengamatan, analisis data visual maupun instrumental hingga pada Jumat (16/2/2024) pukul 09.00 WIB, tingkat aktivitas Gunung Semeru masih tetap pada Level III atau Siaga.

Sehubungan dengan itu, PVMBG mengeluarkan lima rekomendasi bagi masyarakat/pengunjung/wisatawan Gunung Semeru.

1. Masyarakat/pengunjung/wisatawan mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

2. Masyarakat/ pengunjung/ wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

3. Masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya Iontaran batu (pijar).

4. Masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi Iahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

5. Agar Masyarakat tidak terpancing oleh berita — berita yang tidak bertanggungjawab mengenai aktivitas G. Semeru, dan mengikuti arahan dari Instansi berwenang yakni Badan Geologi yang akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB dan K/L, Pemda, dan instansi terkait Iainnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

awan panas Gunung Semeru lava PVMBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Nama Bisa Hilang dari Daftar Bansos Agustus 2026, Ini Penyebab dan Cara Ceknya

Gerhana Matahari Total Hari Ini Bikin Langit Gelap, Indonesia Bisa Melihat atau Tidak?

Gara-gara Tantang Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras, Rumah MC di Bekasi Digeruduk Warga

Presiden Prabowo Subianto.

Bukan Pindad, Prabowo Bakal Resmikan Motor Listrik Nasional Buatan Anak Bangsa Besok?

Lansia 88 Tahun di Bandung Jadi Korban Jambret, Kalung Emas Ditarik Hingga Tersungkur

Sumur Perkampungan Kering Total, Ratusan KK di Tasikmalaya Menjerit Krisis Air Bersih

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.