Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persija Kena Sanksi Berat! The Jakmania Dilarang Hadiri 6 Laga Tandang

Rabu, 21 Oktober 2026 16:44 WIB

Lawan Persib, Presiden Madura United Ajak Suporter Pakai Sarung dan Kopiah

Rabu, 21 Oktober 2026 16:25 WIB

Modus Ramalan Musibah, Warga Diduga Jadi Korban Hipnotis di Pasar Sayati

Rabu, 21 Oktober 2026 16:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persija Kena Sanksi Berat! The Jakmania Dilarang Hadiri 6 Laga Tandang
  • Lawan Persib, Presiden Madura United Ajak Suporter Pakai Sarung dan Kopiah
  • Modus Ramalan Musibah, Warga Diduga Jadi Korban Hipnotis di Pasar Sayati
  • Dewa United Gusur Pesaing dan Puncaki Klasemen Super League, Persijap Makin Terpuruk
  • Korban Keracunan MBG di Cirebon Tembus 270 Orang, Sejumlah Sekolah Diliburkan
  • Dokter Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak Kandung Ditangkap, Pemulihan Korban Jadi Prioritas
  • Madura United vs Persib Bandung: Catatan Kelam Sapeh Kerrab Jadi Modal Maung Bandung
  • Siapa Izara Aishah? Viral Menantu Siti Nurhaliza Labrak Lesti, Respons Rizky Billar Jadi Sorotan!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 21 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gus Ipul Ajak Pemprov Jabar Perkuat Sinergi dan Akurasi Data Sosial Lewat DTSEN

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSelasa, 11 November 2025 14:45 WIB2 Mins Read
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kementerian Sosial RI menjadi Narasumber dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Peningkatan Kualitas Pembangunan Jawa Barat melalui Sinergitas dan Optimalisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam Pembangunan Bidang Kesejahteraan Rakyat”, di Aula Graha Pustaloka Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Barat, Selasa (11/11/2025).

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat tata kelola data kesejahteraan sosial. Ia menyebut data yang akurat menjadi kunci utama efektivitas intervensi program pemerintah, mulai dari pusat hingga desa.

“Saya datang ke sini dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden agar bersinergi dan berkolaborasi, tidak hanya dengan kementerian di tingkat pusat, tapi juga dengan pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten, maupun kota,” ujar Gus Ipul.

Ia menekankan bahwa perbedaan data antarlembaga berpotensi menimbulkan ego sektoral yang justru menghambat penyaluran program.

Baca Juga:  Cek Bansos 2026: Cara Terbaru Memastikan NIK KTP Terdaftar di DTSEN

“Data inilah yang paling krusial. Kalau data kita akurat, maka intervensi akan akurat. Tapi kalau datanya berbeda-beda, maka akan melahirkan ego sektoral. Saya bersyukur, Provinsi Jawa Barat termasuk daerah yang punya kemauan kuat untuk menyatukan data itu,” jelasnya.

Baca Juga:  Bansos PKH Tahap 2 Juni 2026 Kapan Cair? Simak Jadwal, Syarat Penerima, dan Cara Cek Status

Sebagai langkah konkret, Kementerian Sosial tengah mendorong optimalisasi Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di seluruh desa. Puskesos menjadi garda terdepan pelayanan sosial, tempat masyarakat bisa menyampaikan berbagai permasalahan kesejahteraan yang dihadapi.

“Mulai dari ijazah anak yang tidak bisa ditebus, belum mendapatkan pekerjaan, atau belum menerima bansos, semua bisa diadukan melalui Puskesos. Nanti ada operator dan petugas yang menindaklanjuti sampai ke tingkat kabupaten, kota, provinsi, hingga pusat,” terang Saifullah Yusuf.

Baca Juga:  Kemensos Gunakan Data Baru, 4,3 Juta Keluarga Resmi Masuk Daftar Penerima Bansos

Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dinilai konsisten dalam memperkuat pemutakhiran data sosial dan ekonomi.

“Saya berterima kasih kepada Jawa Barat, baik provinsi maupun kabupaten dan kota, yang terus bersama kami melakukan upaya nyata dalam menindaklanjuti instruksi Presiden,” tutupnya.

Melalui rapat koordinasi ini, Kementerian Sosial berharap penguatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional dapat menjadi fondasi penting untuk mempercepat pembangunan kesejahteraan rakyat di Jawa Barat secara merata dan tepat sasaran.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DTSEN
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Modus Ramalan Musibah, Warga Diduga Jadi Korban Hipnotis di Pasar Sayati

program MBG

Korban Keracunan MBG di Cirebon Tembus 270 Orang, Sejumlah Sekolah Diliburkan

kekerasan

Dokter Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak Kandung Ditangkap, Pemulihan Korban Jadi Prioritas

Geger Kepulan Asap Hitam di SPBE Kuningan, Berawal dari Ambruknya Tumpukan Tabung Gas

peredaran narkoba

Modus Baru Pengedar Narkoba di Cimahi, Pil Ekstasi Dibungkus Mirip Coran Semen

PENUSUKAN

ODGJ Ngamuk Bawa Kapak di Ciamis, Dua Polisi Disabet hingga Pelaku Diamuk Massa

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.