Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Anggota DPR RI, Ahmad Sahroni

Nekat Peras Ahmad Sahroni Rp300 Juta, Komplotan KPK ‘Jadi-jadian’ Berakhir di Penjara

Jumat, 10 April 2026 16:15 WIB

Misi Hattrick Juara: Ramon Tanque Sebut Duel Persib vs Bali United Sebagai ‘Final’ Pertama dari 8 Laga Sisa

Jumat, 10 April 2026 15:24 WIB

Sekda Jabar Soroti Insiden Bayi di RSHS: Harus Jadi Pelajaran, SOP Layanan Wajib Diperketat

Jumat, 10 April 2026 15:12 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Nekat Peras Ahmad Sahroni Rp300 Juta, Komplotan KPK ‘Jadi-jadian’ Berakhir di Penjara
  • Misi Hattrick Juara: Ramon Tanque Sebut Duel Persib vs Bali United Sebagai ‘Final’ Pertama dari 8 Laga Sisa
  • Sekda Jabar Soroti Insiden Bayi di RSHS: Harus Jadi Pelajaran, SOP Layanan Wajib Diperketat
  • Bayi Nyaris Tertukar, Dedi Mulyadi Desak Sanksi Tegas untuk Perawat RSHS
  • Nobar Biru Persib vs Bali United Diserbu Bobotoh, Ini Lokasi dan Harganya
  • Haji Rasa Konser! Pemerintah Siapkan Sistem ‘War Tiket’ Agar Jamaah Tak Perlu Antre Puluhan Tahun
  • Heboh Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Dapur Viral, Fakta Mengejutkan Mulai Terbongkar
  • Gara-gara Barang Tertinggal, Penumpang Nekat Ganjal Pintu Whoosh: Jadwal Berangkat Jadi Kacau!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 10 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Haji Rasa Konser! Pemerintah Siapkan Sistem ‘War Tiket’ Agar Jamaah Tak Perlu Antre Puluhan Tahun

By Aga GustianaJumat, 10 April 2026 14:27 WIB2 Mins Read
Jemaah haji dalam pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Kemenag)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Indonesia tengah menggodok transformasi radikal dalam sistem pemberangkatan haji. Alih-alih menunggu hingga puluhan tahun, calon jamaah nantinya mungkin bisa memperebutkan kuota secara langsung lewat skema yang diistilahkan sebagai “war tiket”. Langkah berani ini merupakan respons atas instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan pelaksanaan rukun Islam kelima ini lebih efisien.

Terobosan untuk Mengatasi Antrean 5,7 Juta Orang

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa saat ini kementeriannya sedang memutar otak untuk mencari formula terbaik guna memangkas daftar tunggu yang sudah sangat mengular.

“Sekarang itu Presiden berkeinginan supaya, coba kalian pikirkan bagaimana caranya haji tidak ngantre. Nah itu yang sedang kami formulasikan,” ujar Dahnil pada Kamis (9/4/2026).

Menurut Dahnil, sistem pengelolaan dana haji yang saat ini berjalan justru membuat antrean semakin panjang seiring bertambahnya jumlah pendaftar. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di negara tetangga seperti Malaysia dengan sistem Tabungan Haji-nya.

Baca Juga:  Persis Harap Prabowo Subianto Tetap Konsisten Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

Bagaimana Cara Kerja Skema “War Tiket” Haji?

Secara teknis, wacana ini mengadopsi sistem penjualan tiket konser atau transportasi yang kompetitif. Pemerintah akan mengalokasikan kuota resmi dari Arab Saudi untuk ditawarkan langsung kepada publik pada harga tertentu tanpa melalui birokrasi daftar tunggu yang memakan waktu lama.

“Makanya kan tadi malam misalnya Pak Menteri, kita sedang berpikir bagaimana supaya gak ngantri itu kayak model war tiket. Jadi kita dikasih kuota oleh Saudi Arabia 200 ribu, nah kemudian itu kita tetapkan harganya berapa, kemudian nanti gak perlu ngantre,” jelas Dahnil.

Baca Juga:  Menag Sebut Indonesia Dapat Kuota Haji 221.000 Jemaah di Tahun 2025

Nasib Jamaah yang Sudah Mengantre

Meski terdengar menggiurkan, tantangan besar menanti. Saat ini terdapat sekitar 5,7 juta orang yang sudah terdaftar dalam sistem antrean reguler. Pemerintah berkomitmen bahwa wacana “war tiket” ini tidak akan merugikan mereka yang sudah bertahun-tahun menunggu.

Dahnil menegaskan bahwa ide ini masih dalam proses pematangan yang sangat mendalam dan belum menjadi keputusan tetap.

Baca Juga:  Komentar Prabowo soal Indonesia Gelap dan Kabur Aja Dulu

“Jadi wacana ini sedang kita godok agar keinginan dan perintah presiden supaya haji tidak ngantri itu bisa kita wujudkan. Nah ini kami akan terus godok,” katanya.

Reformasi sistem ini diharapkan menjadi solusi adil bagi semua kalangan, baik bagi mereka yang mengandalkan tabungan jangka panjang maupun mereka yang memiliki kemampuan finansial untuk berangkat lebih cepat melalui skema kuota terbuka.

“Tapi ini bukan keputusan, ini sedang kita godok terus-menerus supaya keinginan presiden haji tidak ngantre itu bisa terwujud,” pungkas Dahnil.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Antrean Haji Dahnil Anzar Simanjuntak Haji 2026 Kementerian Haji dan Umrah kuota haji Prabowo Subianto War Tiket Haji
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Anggota DPR RI, Ahmad Sahroni

Nekat Peras Ahmad Sahroni Rp300 Juta, Komplotan KPK ‘Jadi-jadian’ Berakhir di Penjara

Sekda Jabar Soroti Insiden Bayi di RSHS: Harus Jadi Pelajaran, SOP Layanan Wajib Diperketat

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi

Bayi Nyaris Tertukar, Dedi Mulyadi Desak Sanksi Tegas untuk Perawat RSHS

Gara-gara Barang Tertinggal, Penumpang Nekat Ganjal Pintu Whoosh: Jadwal Berangkat Jadi Kacau!

Korps Alumni KNPI Jabar Dorong Peran Publik Awasi Pembangunan, Siapkan Badan Advokasi Anti-Korupsi

bank bjb Dukung Gerakan Nasional 24 Tahun APU PPT, Perkuat Sistem Keuangan Bersih

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Heboh! Video Viral Ibu Tiri di Ladang Sawit Bikin Netizen Berburu Link 7 Menit ‘No Sensor’
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Gegerkan Medsos, Link Full Video Ternyata Berbahaya!
  • Terkuak! Pemeran Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Bukan dari Indonesia, Hati-hati Jebakan Batman!
  • Jadwal Persib vs Bali United: Ujian Berat Maung Bandung di GBLA, Duel Perebutan Poin Krusial!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.