Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Wisata Kuliner di Sumedang: Menikmati Sajian Sunda Otentik Berlatar Alam Pegunungan yang Asri

Selasa, 22 September 2026 06:00 WIB

Cuma Rp15 Ribuan! 4 Nasi Kuning Terenak di Bandung, Ada yang Buka sampai Dini Hari

Selasa, 22 September 2026 05:00 WIB

Usai 3 Laga Tandang, Persib Libur 4 Hari! Igor Tolic Tunggu Pemain Cedera Kembali

Selasa, 22 September 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Wisata Kuliner di Sumedang: Menikmati Sajian Sunda Otentik Berlatar Alam Pegunungan yang Asri
  • Cuma Rp15 Ribuan! 4 Nasi Kuning Terenak di Bandung, Ada yang Buka sampai Dini Hari
  • Usai 3 Laga Tandang, Persib Libur 4 Hari! Igor Tolic Tunggu Pemain Cedera Kembali
  • Cari Hotel Murah di Bandung? 4 Penginapan Ini Tarifnya di Bawah Rp300 Ribu
  • Bukan Cuma Kota Pabrik! Ini 8 Wisata Hidden Gems di Bekasi yang Bikin Pikiran Kembali Fresh
  • Liburan ke Cirebon? Jangan Lewatkan 9 Destinasi Wisata Kuliner Legendaris Ini, Dijamin Ketagihan!
  • Misteri WNA Belanda Tewas di Hotel Bandung, Ditemukan dalam Bathtub
  • Jangan Cuma Jalakotek! Ini 5 Kuliner Legendaris Majalengka yang Wajib Dicoba
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 22 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Harga Beras di Bandung Raya Meroket, Pemda Lomba Gelar Pasar Murah tapi Dikeluhkan Warga

By Putra JuangSenin, 19 Februari 2024 15:08 WIB4 Mins Read
Operasi Pasar Murah. (Foto: Humas Pemkot Bandung)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Saat ini harga beras di hampir seluruh wilayah Indonesia sedang mengalami tren kenaikan yang signifikan, termasuk di Bandung Raya. Kenaikan harga beras ini berlaku untuk semua jenis, baik premium maupun medium.

Seperti yang terjadi di Kota Bandung. Saat ini, harga beras premium di Pasar Kosambi telah mencapai Rp16.000 per kilogram. Sedangkan untuk kualitas medium berkisar Rp14.000-14.500 per kilogram.

Begitu juga untuk wilayah Kabupaten Bandung. Harga beras di beberapa pasar tradisional menyentuh angka Rp16.000 hingga Rp17.000 per kilogram.

Harga yang sama juga didapati di sejumlah pasar di Kabupaten Sumedang. Di sana, harga beras beras premium dari harga Rp13.000 menjadi Rp17.000. Sedangkan untuk beras medium dari harga Rp11.000 naik menjadi Rp15.000.

Kenaikan harga ini disebabkan oleh produksi beras yang terus menurun. Sebagai alternatifnya, Pemerintah Daerah di Bandung Raya pun berlomba-lomba menggelar Operasi Pasar Beras demi mengendalikan inflasi dan menstabilkan harga.

Seperti halnya yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) akan menggelar Operasi Pasar Beras Medium SPHP dan Pasar Murah di 30 Kecamatan yang akan di mulai 19 Februari sampai 1 Maret 2024 mendatang.

Baca Juga:  Cegah Kriminalitas, Farhan Perketat Pendataan Kos dan Kontrakan di Bandung

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin mengatakan, Operasi Pasar Beras Medium akan dilaksanakan di 30 kecamatan. Tiap kecamatan mendapat alokasi beras dari Perum Bulog Bandung sebanyak 10 ton atau 2.000 pak.

“Kecuali untuk beberapa kecamatan akan diberikan alokasi 20 ton. Satu pak beratnya 5 kg,” ucap Ronny, Senin (19/2/2024).

Harga yang dibanderol pada Operasi Pasar Beras Medium sebesar Rp10.600/kg atau Rp53.000/pak. Syaratnya, satu warga maksimal bisa membeli dua pak beras dengan mencantumkan KTP warga kecamatan setempat.

Operasi Pasar Beras Medium SPHP dan Pasar Murah akan dibagi ke dalam 2 sesi yakni sesi pertama mulai tanggal 19-23 Februari 2024 dan sesi kedua mulai tanggal 26 Februari – 1 Maret 2024.

Tiga kecamatan pertama yang akan menggelar operasi pasar dan pasar murah yakni Kecamatan Cibiru, Bandung Wetan dan Buahbatu pada Senin 19 Februari 2024 mendatang.

Pasar Murah akan digelar bersamaan dengan Operasi Pasar Beras Medium. Komoditi yang disediakan antara lain beras medium SPHP, minyak goreng, tepung terigu, gula putih, telur ayam, daging sapi, daging ayam, olahan daging ayam, bawang merah, bawang putih, dan sayuran.

Baca Juga:  Pemkot Bandung Ajak Masyarakat Cegah Potensi Banjir dengan Menjaga Kebersihan

“Berbeda dengan Operasi Pasar, untuk Pasar Murah terbuka bagi umum, tidak harus menunjukan KTP,” ujarnya.

Hal yang sama juga dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang yang menggelar Operasi Pasar Beras di Alun-alun Tegalkalong, Kecamatan Sumedang Utara, Senin (19/2/2024).

Pj Bupati Sumedang, Herman Suryatman mengatakan, kelompok sasaran penerima yakni keluarga kurang mampu. Harga beras yang dijual Rp50.000 per 5 kg. Harga beras tersebut disubsidi Pemkab Sumedang.

“Kelompok sasarannya yang akan menerima adalah keluarga kurang mampu sebanyak 161. 951 KK. Per KK nya akan mendapat 10 kg beras per bulan. Ada 9.717 ton beras yang akan disalurkan ke 277 desa/kelurahan,” ucap Herman.

Menurut Herman, untuk bulan Januari sudah disalurkan 1.619 ton dan akan menyusul bulan-bulan berikutnya.

“Ini untuk alokasi selama 6 bulan mulai dari bulan Januari sampai dengan bulan Juni,” ujarnya.

Herman mengatakan, jika operasi pasar beras merupakan bentuk konkret perhatian pemerintah untuk masyarakat Kabupaten Sumedang.

“Mudah-mudahan ini bisa meringankan beban warga masyarakat. Ini pun bentuk konkret perhatian pemerintah bagi warga masyarakat untuk menjaga ketahanan pangan di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  Wujud Kota Aman, Pemkot Bandung Perkenalkan Panic Button Anti Vandalisme di Ruang Publik

Beragam respon pun diberikan warganet terkait adanya Operasi Pasar Murah yang digelar oleh sejumlah Pemerintah Daerah ini. Salah satu komentar yang mendominasi adalah adanya pembatasan soal pembelian beras tersebut.

Sebab, banyak dari mereka yang sudah mengantre berjam-jam namun hanya mendapat jatah beras 5 kilogram saja.

“Mudah2an cukup gak kayak kemarin2, cuma di batas 1 aja,” tulis @sanjayamandalajati dikutip dari Instagram @bdg.humas

“Sekedar saran min @humas_bandung yg sudah dapet di cap atau dicelup pake tinta biar semua rata dapat 2 perorang. Udh ngantri 2 jam dikasih cuma 5kg atau 1pax perorg , pdhl sebelum nya bisa dpt 3 atau 4 per org. Pasti membludak gera min. Dicap tangannya biar rata semua 2,” kata @rika.restiana.

“Udah ngantri dua jam cuman bisa beli satu perorang,” kata @sitirohimah.sitirohimah.1042.

Warganet menilai, antrean panjang hingga berjam-berjam tidak sebanding dengan apa yang mereka dapatkan.

“Ngantri banget ah, waktu itu mah ga gitu, aman aman ajah,” tulis @ader54538.

“Murah sih,, tapi ngantrinya itu loh, ini belum dihitung bensin/ angkot/ ojol ke lokasi. Kalo ditotal” sama aja kaya di warung deket rumah,” kata @miaamiati.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Raya beras Pemkab Sumedang Pemkot Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri WNA Belanda Tewas di Hotel Bandung, Ditemukan dalam Bathtub

Investor Dubai Lirik Wisata Bandung Barat, Ada Peluang Investasi Besar di Lembang

Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor

Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership

RS Premier Bintaro Gunakan Robotic Navigation untuk Bedah Tulang Belakang Lebih Presisi

Investasi Rp800 Miliar Pasar Baru Bandung Ditinjau Ulang, Pemkot Buka Opsi Investor Baru

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.