Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi menonton film

Bahaya Tersembunyi di Balik Situs Film Ilegal, Mengapa LK21 dan IndoXXI Masih Diburu?

Sabtu, 2 Mei 2026 22:00 WIB

Bikin Penasaran Video Viral ‘Tasya Gym Bandar Batang’, Link Diburu Netizen

Sabtu, 2 Mei 2026 21:05 WIB

Siap-siap! Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik per Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 20:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bahaya Tersembunyi di Balik Situs Film Ilegal, Mengapa LK21 dan IndoXXI Masih Diburu?
  • Bikin Penasaran Video Viral ‘Tasya Gym Bandar Batang’, Link Diburu Netizen
  • Siap-siap! Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik per Mei 2026
  • Saldo KKS Masih Nol? Ini Daftar Penyebab Baru Bansos PKH & BPNT 2026 Tidak Cair Lagi
  • Rezeki Diatur Tuhan, Tapi Dihambat Manusia! Viral Pedagang Kreatif Diduga Diusir Karena Terlalu Laris
  • Bursa Transfer Memanas! Persib Bandung Dikabarkan Kunci Kesepakatan dengan Striker Tajam Asal Brasil
  • Heboh Video ‘Skandal Moral’ Amien Rais Raib: Istana Bereaksi, Partai Ummat Sebut ‘Offside’
  • Klarifikasi Panas! Marc Klok Bantah Tuduhan Rasisme Terhadap Henry Doumbia di Laga Persib vs Bhayangkara FC
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 2 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Harga Beras di Bandung Raya Meroket, Pemda Lomba Gelar Pasar Murah tapi Dikeluhkan Warga

By Putra JuangSenin, 19 Februari 2024 15:08 WIB4 Mins Read
Operasi Pasar Murah. (Foto: Humas Pemkot Bandung)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Saat ini harga beras di hampir seluruh wilayah Indonesia sedang mengalami tren kenaikan yang signifikan, termasuk di Bandung Raya. Kenaikan harga beras ini berlaku untuk semua jenis, baik premium maupun medium.

Seperti yang terjadi di Kota Bandung. Saat ini, harga beras premium di Pasar Kosambi telah mencapai Rp16.000 per kilogram. Sedangkan untuk kualitas medium berkisar Rp14.000-14.500 per kilogram.

Begitu juga untuk wilayah Kabupaten Bandung. Harga beras di beberapa pasar tradisional menyentuh angka Rp16.000 hingga Rp17.000 per kilogram.

Harga yang sama juga didapati di sejumlah pasar di Kabupaten Sumedang. Di sana, harga beras beras premium dari harga Rp13.000 menjadi Rp17.000. Sedangkan untuk beras medium dari harga Rp11.000 naik menjadi Rp15.000.

Kenaikan harga ini disebabkan oleh produksi beras yang terus menurun. Sebagai alternatifnya, Pemerintah Daerah di Bandung Raya pun berlomba-lomba menggelar Operasi Pasar Beras demi mengendalikan inflasi dan menstabilkan harga.

Seperti halnya yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) akan menggelar Operasi Pasar Beras Medium SPHP dan Pasar Murah di 30 Kecamatan yang akan di mulai 19 Februari sampai 1 Maret 2024 mendatang.

Baca Juga:  Tegas! Bambang Tirtoyuliono Sebut Hukuman Menanti Para ASN Pemkot Bandung yang Terlibat Judi Online

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin mengatakan, Operasi Pasar Beras Medium akan dilaksanakan di 30 kecamatan. Tiap kecamatan mendapat alokasi beras dari Perum Bulog Bandung sebanyak 10 ton atau 2.000 pak.

“Kecuali untuk beberapa kecamatan akan diberikan alokasi 20 ton. Satu pak beratnya 5 kg,” ucap Ronny, Senin (19/2/2024).

Harga yang dibanderol pada Operasi Pasar Beras Medium sebesar Rp10.600/kg atau Rp53.000/pak. Syaratnya, satu warga maksimal bisa membeli dua pak beras dengan mencantumkan KTP warga kecamatan setempat.

Operasi Pasar Beras Medium SPHP dan Pasar Murah akan dibagi ke dalam 2 sesi yakni sesi pertama mulai tanggal 19-23 Februari 2024 dan sesi kedua mulai tanggal 26 Februari – 1 Maret 2024.

Tiga kecamatan pertama yang akan menggelar operasi pasar dan pasar murah yakni Kecamatan Cibiru, Bandung Wetan dan Buahbatu pada Senin 19 Februari 2024 mendatang.

Pasar Murah akan digelar bersamaan dengan Operasi Pasar Beras Medium. Komoditi yang disediakan antara lain beras medium SPHP, minyak goreng, tepung terigu, gula putih, telur ayam, daging sapi, daging ayam, olahan daging ayam, bawang merah, bawang putih, dan sayuran.

Baca Juga:  Dukung Penyelenggaraan Piala Dunia U-17, Pembangunan Exit Tol KM 151 Gedebage Dipercepat

“Berbeda dengan Operasi Pasar, untuk Pasar Murah terbuka bagi umum, tidak harus menunjukan KTP,” ujarnya.

Hal yang sama juga dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang yang menggelar Operasi Pasar Beras di Alun-alun Tegalkalong, Kecamatan Sumedang Utara, Senin (19/2/2024).

Pj Bupati Sumedang, Herman Suryatman mengatakan, kelompok sasaran penerima yakni keluarga kurang mampu. Harga beras yang dijual Rp50.000 per 5 kg. Harga beras tersebut disubsidi Pemkab Sumedang.

“Kelompok sasarannya yang akan menerima adalah keluarga kurang mampu sebanyak 161. 951 KK. Per KK nya akan mendapat 10 kg beras per bulan. Ada 9.717 ton beras yang akan disalurkan ke 277 desa/kelurahan,” ucap Herman.

Menurut Herman, untuk bulan Januari sudah disalurkan 1.619 ton dan akan menyusul bulan-bulan berikutnya.

“Ini untuk alokasi selama 6 bulan mulai dari bulan Januari sampai dengan bulan Juni,” ujarnya.

Herman mengatakan, jika operasi pasar beras merupakan bentuk konkret perhatian pemerintah untuk masyarakat Kabupaten Sumedang.

“Mudah-mudahan ini bisa meringankan beban warga masyarakat. Ini pun bentuk konkret perhatian pemerintah bagi warga masyarakat untuk menjaga ketahanan pangan di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  Target 72 Dapur Sehat di Bandung, Kolaborasi Pemkot dan Kodim Pastikan Gizi Siswa Terpenuhi

Beragam respon pun diberikan warganet terkait adanya Operasi Pasar Murah yang digelar oleh sejumlah Pemerintah Daerah ini. Salah satu komentar yang mendominasi adalah adanya pembatasan soal pembelian beras tersebut.

Sebab, banyak dari mereka yang sudah mengantre berjam-jam namun hanya mendapat jatah beras 5 kilogram saja.

“Mudah2an cukup gak kayak kemarin2, cuma di batas 1 aja,” tulis @sanjayamandalajati dikutip dari Instagram @bdg.humas

“Sekedar saran min @humas_bandung yg sudah dapet di cap atau dicelup pake tinta biar semua rata dapat 2 perorang. Udh ngantri 2 jam dikasih cuma 5kg atau 1pax perorg , pdhl sebelum nya bisa dpt 3 atau 4 per org. Pasti membludak gera min. Dicap tangannya biar rata semua 2,” kata @rika.restiana.

“Udah ngantri dua jam cuman bisa beli satu perorang,” kata @sitirohimah.sitirohimah.1042.

Warganet menilai, antrean panjang hingga berjam-berjam tidak sebanding dengan apa yang mereka dapatkan.

“Ngantri banget ah, waktu itu mah ga gitu, aman aman ajah,” tulis @ader54538.

“Murah sih,, tapi ngantrinya itu loh, ini belum dihitung bensin/ angkot/ ojol ke lokasi. Kalo ditotal” sama aja kaya di warung deket rumah,” kata @miaamiati.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Raya beras operasi pasar murah Pemkab Sumedang Pemkot Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Heboh Video ‘Skandal Moral’ Amien Rais Raib: Istana Bereaksi, Partai Ummat Sebut ‘Offside’

Perkuat Warisan Lokal, DPRD Jabar Konsultasi ke Menteri Kebudayaan Terkait Raperda Baru

Netizen Dukung TNI, Pro-Kontra Penertiban Rumah Dinas yang Ditempati Anak Cucu

Nihil Korban Jiwa, Proyek PLTA Upper Cisokan Diterjang Longsor Saat Pekerja Libur

Menuju Akreditasi Unggul, Prodi KPI UIN Bandung Tuntaskan Asesmen Lapangan LAMSPAK

Bansos PKH dan BPNT 2026 Belum Cair, Ini Fakta Terbaru dan Jadwalnya

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.