Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Game Free Fire

Panduan Klaim Kode Redeem FF 7 Agustus 2026: Dapatkan Hadiah Eksklusif Gratis Sekarang Juga!

Jumat, 7 Agustus 2026 01:00 WIB

Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Maung Bandung Taluk Lewat Adu Penalti 6-5

Kamis, 6 Agustus 2026 23:37 WIB

Diduga Live TikTok Saat Bekerja, ASN Bandung Barat Viral Usai Singgung Fee Proyek

Kamis, 6 Agustus 2026 22:10 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Panduan Klaim Kode Redeem FF 7 Agustus 2026: Dapatkan Hadiah Eksklusif Gratis Sekarang Juga!
  • Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Maung Bandung Taluk Lewat Adu Penalti 6-5
  • Diduga Live TikTok Saat Bekerja, ASN Bandung Barat Viral Usai Singgung Fee Proyek
  • Masa Kelam Berakhir! Mykhailo Mudryk Comeback Bela Chelsea Usai Sanksi Doping Dicabut
  • Drama Perebutan Tempat Ketiga Piala Presiden 2026: Persija Tundukkan Arema FC 3-1
  • Bidik Trofi Piala Presiden 2026, Ini 11 Pemain Pilihan Igor Tolic Lawan Persebaya
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Link Live Streaming & Cara Nonton Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 7 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Harga Beras di Bandung Raya Meroket, Pemda Lomba Gelar Pasar Murah tapi Dikeluhkan Warga

By Putra JuangSenin, 19 Februari 2024 15:08 WIB4 Mins Read
Operasi Pasar Murah. (Foto: Humas Pemkot Bandung)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Saat ini harga beras di hampir seluruh wilayah Indonesia sedang mengalami tren kenaikan yang signifikan, termasuk di Bandung Raya. Kenaikan harga beras ini berlaku untuk semua jenis, baik premium maupun medium.

Seperti yang terjadi di Kota Bandung. Saat ini, harga beras premium di Pasar Kosambi telah mencapai Rp16.000 per kilogram. Sedangkan untuk kualitas medium berkisar Rp14.000-14.500 per kilogram.

Begitu juga untuk wilayah Kabupaten Bandung. Harga beras di beberapa pasar tradisional menyentuh angka Rp16.000 hingga Rp17.000 per kilogram.

Harga yang sama juga didapati di sejumlah pasar di Kabupaten Sumedang. Di sana, harga beras beras premium dari harga Rp13.000 menjadi Rp17.000. Sedangkan untuk beras medium dari harga Rp11.000 naik menjadi Rp15.000.

Kenaikan harga ini disebabkan oleh produksi beras yang terus menurun. Sebagai alternatifnya, Pemerintah Daerah di Bandung Raya pun berlomba-lomba menggelar Operasi Pasar Beras demi mengendalikan inflasi dan menstabilkan harga.

Seperti halnya yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) akan menggelar Operasi Pasar Beras Medium SPHP dan Pasar Murah di 30 Kecamatan yang akan di mulai 19 Februari sampai 1 Maret 2024 mendatang.

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin mengatakan, Operasi Pasar Beras Medium akan dilaksanakan di 30 kecamatan. Tiap kecamatan mendapat alokasi beras dari Perum Bulog Bandung sebanyak 10 ton atau 2.000 pak.

“Kecuali untuk beberapa kecamatan akan diberikan alokasi 20 ton. Satu pak beratnya 5 kg,” ucap Ronny, Senin (19/2/2024).

Harga yang dibanderol pada Operasi Pasar Beras Medium sebesar Rp10.600/kg atau Rp53.000/pak. Syaratnya, satu warga maksimal bisa membeli dua pak beras dengan mencantumkan KTP warga kecamatan setempat.

Operasi Pasar Beras Medium SPHP dan Pasar Murah akan dibagi ke dalam 2 sesi yakni sesi pertama mulai tanggal 19-23 Februari 2024 dan sesi kedua mulai tanggal 26 Februari – 1 Maret 2024.

Tiga kecamatan pertama yang akan menggelar operasi pasar dan pasar murah yakni Kecamatan Cibiru, Bandung Wetan dan Buahbatu pada Senin 19 Februari 2024 mendatang.

Pasar Murah akan digelar bersamaan dengan Operasi Pasar Beras Medium. Komoditi yang disediakan antara lain beras medium SPHP, minyak goreng, tepung terigu, gula putih, telur ayam, daging sapi, daging ayam, olahan daging ayam, bawang merah, bawang putih, dan sayuran.

“Berbeda dengan Operasi Pasar, untuk Pasar Murah terbuka bagi umum, tidak harus menunjukan KTP,” ujarnya.

Hal yang sama juga dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang yang menggelar Operasi Pasar Beras di Alun-alun Tegalkalong, Kecamatan Sumedang Utara, Senin (19/2/2024).

Pj Bupati Sumedang, Herman Suryatman mengatakan, kelompok sasaran penerima yakni keluarga kurang mampu. Harga beras yang dijual Rp50.000 per 5 kg. Harga beras tersebut disubsidi Pemkab Sumedang.

“Kelompok sasarannya yang akan menerima adalah keluarga kurang mampu sebanyak 161. 951 KK. Per KK nya akan mendapat 10 kg beras per bulan. Ada 9.717 ton beras yang akan disalurkan ke 277 desa/kelurahan,” ucap Herman.

Menurut Herman, untuk bulan Januari sudah disalurkan 1.619 ton dan akan menyusul bulan-bulan berikutnya.

“Ini untuk alokasi selama 6 bulan mulai dari bulan Januari sampai dengan bulan Juni,” ujarnya.

Herman mengatakan, jika operasi pasar beras merupakan bentuk konkret perhatian pemerintah untuk masyarakat Kabupaten Sumedang.

“Mudah-mudahan ini bisa meringankan beban warga masyarakat. Ini pun bentuk konkret perhatian pemerintah bagi warga masyarakat untuk menjaga ketahanan pangan di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Beragam respon pun diberikan warganet terkait adanya Operasi Pasar Murah yang digelar oleh sejumlah Pemerintah Daerah ini. Salah satu komentar yang mendominasi adalah adanya pembatasan soal pembelian beras tersebut.

Sebab, banyak dari mereka yang sudah mengantre berjam-jam namun hanya mendapat jatah beras 5 kilogram saja.

“Mudah2an cukup gak kayak kemarin2, cuma di batas 1 aja,” tulis @sanjayamandalajati dikutip dari Instagram @bdg.humas

“Sekedar saran min @humas_bandung yg sudah dapet di cap atau dicelup pake tinta biar semua rata dapat 2 perorang. Udh ngantri 2 jam dikasih cuma 5kg atau 1pax perorg , pdhl sebelum nya bisa dpt 3 atau 4 per org. Pasti membludak gera min. Dicap tangannya biar rata semua 2,” kata @rika.restiana.

“Udah ngantri dua jam cuman bisa beli satu perorang,” kata @sitirohimah.sitirohimah.1042.

Warganet menilai, antrean panjang hingga berjam-berjam tidak sebanding dengan apa yang mereka dapatkan.

“Ngantri banget ah, waktu itu mah ga gitu, aman aman ajah,” tulis @ader54538.

“Murah sih,, tapi ngantrinya itu loh, ini belum dihitung bensin/ angkot/ ojol ke lokasi. Kalo ditotal” sama aja kaya di warung deket rumah,” kata @miaamiati.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Raya beras operasi pasar murah Pemkab Sumedang Pemkot Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Diduga Live TikTok Saat Bekerja, ASN Bandung Barat Viral Usai Singgung Fee Proyek

Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis

Polda Jabar Imbau Bobotoh Rayakan Kemenangan Persib dengan Tertib, Hindari Vandalisme dan Provokasi

Polisi Tangkap Pembuat Video AI Manipulasi Presiden Prabowo, Pelaku Ngaku Ingin Kontennya FYP

Marbot Masjid di Purwakarta Tewas Dibacok Tetangga Sendiri Saat Hendak Adzan

SDN 026 Bojongloa Sempat Digembok Ahli Waris, Disdik Bandung Siapkan Relokasi

Terpopuler
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.