bukamata.id – Harga emas batangan di Indonesia kembali menunjukkan pergerakan yang beragam pada perdagangan hari ini, Rabu (24/6/2026). Tiga merek utama yang dipantau, yakni Galeri 24, Antam, dan UBS, tercatat bergerak dengan tren berbeda, mulai dari stagnan hingga menguat tipis.
Fluktuasi ini menjadi perhatian para investor emas yang terus memantau perkembangan harga logam mulia sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Harga Emas Galeri 24 Stabil di Level Rp2,65 Juta per Gram
Untuk produk Galeri 24, harga emas ukuran 1 gram terpantau stabil di level Rp2.658.000.
Posisi tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan perdagangan sebelumnya yang juga berada pada level yang sama. Stabilnya harga emas Galeri 24 menunjukkan minimnya tekanan pasar pada produk logam mulia tersebut dalam jangka pendek.
Galeri 24 sendiri menyediakan berbagai pilihan emas batangan dengan ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram, sehingga menjadi salah satu pilihan investasi fleksibel bagi masyarakat.
Emas Antam Menguat Tipis ke Rp2,78 Juta per Gram
Berbeda dengan Galeri 24, harga emas Antam justru mengalami kenaikan.
Pada perdagangan hari ini, harga emas Antam ukuran 1 gram dipatok di level Rp2.780.000, naik dari posisi sebelumnya sebesar Rp2.775.000 per gram.
Kenaikan tipis ini mengindikasikan adanya penguatan permintaan pada emas Antam, yang selama ini menjadi salah satu instrumen emas paling populer di pasar domestik.
UBS Tertahan, Harga Masih di Rp2,67 Juta per Gram
Sementara itu, harga emas UBS tercatat tidak mengalami perubahan.
Untuk ukuran 1 gram, emas UBS masih bertahan di level Rp2.671.000 per gram, sama seperti perdagangan sebelumnya.
Kondisi stagnan ini menunjukkan pasar yang relatif stabil terhadap produk UBS di tengah pergerakan harga emas global yang cenderung fluktuatif.
Pergerakan Beda Arah di Tengah Ketidakpastian Global
Perbedaan arah harga antara Galeri 24, Antam, dan UBS mencerminkan dinamika pasar emas yang masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk nilai tukar rupiah, harga emas dunia, serta sentimen investor.
Emas tetap menjadi salah satu aset yang banyak diminati masyarakat sebagai instrumen lindung nilai (safe haven), terutama saat kondisi ekonomi global belum stabil.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









