Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Wisuda Paling Santai Sedunia! Aksi Mahasiswa Gen Z Terima Ijazah Bikin Geleng Kepala

Selasa, 7 April 2026 18:08 WIB

Tak Digaji Sejak 2025! Dokter ASN ‘Dianaktirikan’, Dokter Kontrak Dibayar Full?

Selasa, 7 April 2026 17:42 WIB

Cara Cek Bansos 2026: Intip Status Penerima PKH dan BPNT Lewat HP, Praktis Tanpa Antre!

Selasa, 7 April 2026 17:32 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Wisuda Paling Santai Sedunia! Aksi Mahasiswa Gen Z Terima Ijazah Bikin Geleng Kepala
  • Tak Digaji Sejak 2025! Dokter ASN ‘Dianaktirikan’, Dokter Kontrak Dibayar Full?
  • Cara Cek Bansos 2026: Intip Status Penerima PKH dan BPNT Lewat HP, Praktis Tanpa Antre!
  • Harga Plastik Melejit! Kedai Kopi di Bandung Ajak Pelanggan Bawa Tumbler Sendiri
  • Benarkah Teuku Ryan? Ressa Rosano Akhirnya Bongkar Ciri-ciri Ayah Kandungnya: Clue-nya Orang Aceh!
  • Lampu Kuning Ekonomi! Rupiah Terkapar Akibat ‘Perang’, APBN Mulai Terancam?
  • Jadwal Persib vs Bali United: Ujian Berat Maung Bandung di GBLA, Duel Perebutan Poin Krusial!
  • Alur Geger Aliran STJ di Tasikmalaya: Dari Larangan Salat Jumat Hingga Aksi Spontan Pembakaran oleh Warga
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 7 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Harga Plastik Melejit! Kedai Kopi di Bandung Ajak Pelanggan Bawa Tumbler Sendiri

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSelasa, 7 April 2026 16:58 WIB3 Mins Read
Kedai Kopi di Bandung ajak pelanggan bawa tumbler sendiri di tengah harga plastik yang melonjak. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Lonjakan harga plastik yang dipicu kondisi geopolitik global mulai dirasakan pelaku usaha, termasuk sektor food and beverage di Kota Bandung.

Salah satunya dialami oleh kedai kopi Ju-e Kopi yang berlokasi di kawasan Taman Cibeunying. Untuk menyiasati kenaikan biaya operasional, pihak kedai kini mengimbau pelanggan agar membawa tumbler atau tempat minum pribadi saat membeli minuman.

Pengelola Ju-e Kopi, Irfan Fitra Fauzan, mengatakan imbauan tersebut sebenarnya sudah lama berjalan, namun kini semakin ditekankan seiring naiknya harga bahan plastik.

“Memang sudah dari lama beberapa customer membawa tumbler saat datang untuk ngopi. Ketika harga plastik ini naik, ya dihimbau untuk membawa alat minum sendiri,” ujarnya saat ditemui bukamata.id.

Ia mengungkapkan, harga cup plastik mengalami kenaikan cukup signifikan, bahkan mencapai 30 hingga 40 persen.

“Sebelumnya satu pack cup plastik isi 50 pcs sekitar Rp20.000, sekarang naik jadi Rp30.000,” katanya.

Baca Juga:  5 Rekomendasi Coffee Shop Bandung yang Cozy Abis, Bikin Betah Berjam-Jam!

Dalam operasional harian, kebutuhan cup plastik di kedai tersebut bisa mencapai tiga hingga empat pack per hari.

“Sehari bisa habis sampai empat pack. Jadi kerasa banget kalau harga naik,” tambahnya.

Meski kenaikan harga plastik cukup membebani, Irfan menyebut margin usaha masih relatif aman karena bahan baku lain belum mengalami kenaikan serupa. Namun, ia mulai memikirkan langkah alternatif untuk jangka panjang.

Salah satunya adalah beralih ke cup berbahan kertas yang harganya dinilai lebih stabil.

“Kami juga menyediakan cup kertas yang masih belum naik, jadi bisa jadi alternatif. Tapi kalau plastik makin mahal, kemungkinan bisa beralih semua ke kertas,” jelasnya.

Baca Juga:  Dari Dapur Turki ke Bandung, Vanya Bangkit Lewat KUR bjb: Kervan Gelato Kini Jadi Rebutan!

Selain itu, penggunaan gelas kaca untuk pelanggan yang minum di tempat juga mulai diterapkan sebagai upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Namun, opsi ini tidak lepas dari tantangan, terutama dari sisi biaya dan risiko.

“Cup plastik ini ada custom nama Ju-e Kopi sebagai branding. Kalau pakai gelas kaca, biasanya polos. Kalau mau custom juga biayanya besar, bisa Rp20-30 ribu per gelas, belum lagi harus pilih yang kuat supaya tidak mudah pecah,” bebernya.

Di tengah upaya pengurangan plastik, Irfan mengakui kesadaran konsumen untuk membawa tumbler sendiri masih tergolong rendah.

“Yang bawa tumbler paling sekitar 20 persen. Itu pun kebanyakan bukan karena alasan lingkungan, tapi biar muat lebih banyak, biasanya ukuran 750 ml,” ujarnya.

Baca Juga:  Fenomena Rojali dan Rohana di Bandung: Tanda Daya Beli Turun atau Gaya Hidup Baru?

Meski demikian, ia melihat adanya tren positif, terutama dari konsumen yang lebih dewasa yang mulai peduli terhadap isu lingkungan. Namun secara umum, mayoritas pelanggan masih bergantung pada kemasan sekali pakai.

Irfan berharap harga plastik dapat kembali stabil. Di sisi lain, ia juga menilai pentingnya dukungan pemerintah dalam memperkuat sistem daur ulang limbah plastik di Indonesia.

“Kalau sistem daur ulangnya berjalan baik, plastik bisa dipakai kembali tanpa harus terus impor bahan baru,” tuturnya.

Bagi pelaku usaha seperti dirinya, kondisi ini bukan sekadar soal biaya, tetapi juga momentum untuk mulai beradaptasi menuju sistem yang lebih ramah lingkungan meski harus dilakukan secara bertahap.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

biaya operasional bisnis kopi harga plastik naik kedai kopi Bandung UMKM Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara Cek Bansos 2026: Intip Status Penerima PKH dan BPNT Lewat HP, Praktis Tanpa Antre!

Benarkah Teuku Ryan? Ressa Rosano Akhirnya Bongkar Ciri-ciri Ayah Kandungnya: Clue-nya Orang Aceh!

Jangan Tertipu! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 Heboh di Medsos, Ternyata Ini Fakta Sebenarnya!

Fenomena Video Viral ‘Ibu Tiri dan Anak Tiri’ Jadi Sorotan, Ini Fakta Sebenarnya

Fakta di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’, Ternyata Banyak Kejanggalan, Ada Apa?

Terbongkar! Fakta Sebenarnya di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’

Terpopuler
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit, Link Palsu Mengintai Warganet, Cek Aslinya
  • Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini
  • Terkuak Pemeran Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Bikin Heboh!
  • Link Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Disebut Punya Versi Lengkap Tanpa Sensor
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Jangan Tertipu! Link Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ini Diduga Jebakan Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.