Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

4 Rekomendasi Wisata Alam di Bandung Barat: Pemandangan Spektakuler dan Udara Sejuk

Senin, 24 Agustus 2026 19:34 WIB

SIAPA YANG SURUH?! Misteri Pemblokiran Dana Demo Rp80 Juta, Aa Juju Ngamuk dan Tutup Akun Prioritas Bank Mandiri!

Senin, 24 Agustus 2026 19:30 WIB

Nasib ASN Bandung Barat yang Viral Live TikTok Saat Jam Kerja

Senin, 24 Agustus 2026 19:25 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 4 Rekomendasi Wisata Alam di Bandung Barat: Pemandangan Spektakuler dan Udara Sejuk
  • SIAPA YANG SURUH?! Misteri Pemblokiran Dana Demo Rp80 Juta, Aa Juju Ngamuk dan Tutup Akun Prioritas Bank Mandiri!
  • Nasib ASN Bandung Barat yang Viral Live TikTok Saat Jam Kerja
  • Mauro Zijlstra Bongkar Alasan Tinggalkan Persija, Ada Satu Target Besar di Arema FC
  • Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Portal Pendaftaran Resmi Dibuka, Simak Jadwal dan Formasinya
  • Kasus ISPA Jawa Barat Tertinggi di Indonesia, Tembus 1,8 Juta Kasus!
  • Dari Bocah yang Nyaris Berhenti, Jonatan Christie Kini Jadi Raja Tunggal Putra Dunia
  • Warga Desil 9-10 Tak Lagi Dapat Subsidi BBM, Pemkot Bandung Soroti Akurasi Data
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 24 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Heboh! AS Dakwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro atas Narkotika dan Terorisme

By SusanaMinggu, 4 Januari 2026 19:15 WIB3 Mins Read
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro Moros. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Amerika Serikat resmi menjerat Presiden Venezuela, Nicolas Maduro Moros, dengan tuduhan memimpin jaringan narkotika lintas negara dan terorisme selama lebih dari dua dekade.

Tuduhan ini termuat dalam Superseding Indictment yang diajukan oleh Jaksa Federal di Pengadilan Distrik Selatan New York (Southern District of New York).

Jaksa Agung AS, Pam Bondi, menuding Maduro memanfaatkan jabatan negara untuk memfasilitasi pengiriman ribuan ton kokain ke Amerika Serikat, bekerja sama dengan kartel narkoba internasional serta kelompok teroris.

Nicolas Maduro dan Cartel de Los Soles

Jaksa menegaskan, Maduro merupakan figur sentral dari jaringan narkotika yang dikenal sebagai Cartel de Los Soles, melibatkan pejabat sipil, militer, dan aparat intelijen Venezuela. Aktivitas ini diduga berlangsung sejak 1999 hingga 2025.

“Sejak awal karier politiknya, Nicolas Maduro Moros menggunakan semua posisi publik untuk mempermudah perdagangan narkotika,” sebut dakwaan jaksa federal.

Selain Maduro, sejumlah pejabat tinggi Venezuela juga ikut terseret dalam dakwaan, termasuk Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello, mantan Menteri Dalam Negeri Ramón Rodríguez Chacín, istri Maduro Cilia Flores, serta putranya, Nicolas Maduro Guerra.

Skala Kejahatan dan Jalur Pengiriman Narkoba

Dakwaan menyatakan, operasi kriminal berlangsung lebih dari 25 tahun dan tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Venezuela, Kolombia, Karibia, Amerika Tengah, Meksiko, hingga Amerika Serikat.

Venezuela disebut menjadi jalur strategis utama pengiriman kokain dari Amerika Selatan ke pasar Amerika Utara. Pada 2020, Departemen Luar Negeri AS memperkirakan sekitar 200–250 ton kokain diselundupkan melalui Venezuela setiap tahun dengan perlindungan aparat negara.

Modus Operandi Maduro

Jaksa mengungkapkan, Maduro dan para terdakwa memanfaatkan fasilitas negara, seperti bandara internasional, pesawat kepresidenan, jalur diplomatik, serta aparat keamanan, untuk memastikan pengiriman narkotika berjalan lancar.

Dalam dakwaan disebutkan, saat menjabat Menteri Luar Negeri, Maduro menjual paspor diplomatik kepada pengedar narkoba dan memberikan perlindungan bagi pesawat yang membawa hasil kejahatan narkotika.

“Maduro Moros membiarkan korupsi narkotika berkembang demi keuntungan pribadi, keluarga, dan rezimnya,” tegas jaksa.

Dakwaan juga menyoroti kolaborasi Maduro dengan organisasi yang dikategorikan Amerika Serikat sebagai Foreign Terrorist Organizations (FTO), termasuk FARC, ELN, Kartel Sinaloa, Los Zetas, dan Tren de Aragua. Kelompok-kelompok ini tidak hanya terlibat narkotika, tetapi juga aksi teror, penculikan, pembunuhan, dan perdagangan senjata.

Dasar Hukum Penangkapan dan Ekstradisi

Jaksa menekankan, kasus ini masuk kategori narco-terrorism, di mana kegiatan narkotika digunakan untuk mendanai dan mendukung aksi teror internasional.

Berdasarkan alasan ini, AS mengklaim memiliki yurisdiksi hukum untuk menuntut dan menangkap Maduro jika berada di wilayah yang memungkinkan ekstradisi.

“Para terdakwa sengaja mendistribusikan kokain untuk mendukung organisasi teroris,” sebut dakwaan dalam Count One.

Melalui dakwaan ini, AS menempatkan Maduro bukan sekadar sebagai kepala negara, tetapi sebagai pemimpin organisasi kriminal transnasional, membuka jalan bagi upaya penangkapan dan penuntutan di tingkat internasional.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Nasib ASN Bandung Barat yang Viral Live TikTok Saat Jam Kerja

Kasus ISPA Jawa Barat Tertinggi di Indonesia, Tembus 1,8 Juta Kasus!

Warga Desil 9-10 Tak Lagi Dapat Subsidi BBM, Pemkot Bandung Soroti Akurasi Data

Farhan Klaim Penertiban PKL Belum Picu Lonjakan Pengangguran di Bandung

Bocah 9 Tahun Digigit Pitbull hingga Operasi, Polisi Ungkap Nasib Anjing dan Pemiliknya

Mencekam! Bocah 9 Tahun Diserang Pitbull di Kompleks Bandung, Kepala dan Telinga Luka Serius

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.