bukamata.id – Laga panas yang mempertemukan wakil Indonesia, Persib Bandung, melawan raksasa Korea Selatan, FC Seoul, dalam ajang AFC Champions League (ACL) 2 menyisakan cerita unik. Juru taktik FC Seoul, Kim Ki Dong, secara terbuka menyinggung soal pemain-pemain tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) usai pertandingan.
Pernyataan tersebut sontak memantik tanya publik sepak bola: benarkah skuad Maung Bandung menghadapi sekumpulan anak sekolah?
Usut punya usut, rotasi ekstrem yang dilakukan Kim Ki Dong terpaksa ditempuh akibat jadwal kompetisi K-League yang sangat padat menjelang fase akhir musim. Situasi pelik ini membuatnya mengambil risiko dengan menurunkan barisan pemain pelapis kedua.
Realitas Skuad Muda FC Seoul Kontra Persib
Berdasarkan data susunan pemain saat meladeni perlawanan Adam Alis dan kolega, Kim Ki Dong memang memasukkan sejumlah nama bintang belia berusia 18 tahun ke dalam daftar skuad. Kendati demikian, komposisi starting eleven aslinya tidak sepenuhnya diisi oleh anak-anak remaja.
Dari kesebelasan pertama yang diturunkan sejak menit awal, tercatat ada dua nama pemain di bawah usia 20 tahun, yakni bek muda Shin Ji Seop yang berusia 18 tahun serta gelandang kreatif Ko Pil Gwan yang menginjak usia 19 tahun.
Sisa sembilan pemain utama lainnya diisi oleh pesepakbola yang sudah berusia di atas 20 tahun—bahkan menyertakan tiga pemain senior kepala tiga. Namun, para pemain senior tersebut memang berstatus sebagai pelapis yang jarang mendapat menit bermain reguler di liga utama.
Pengakuan Jujur Sang Pelatih Soal Jebolan SMA Osan High School
Meskipun tidak turun dengan kekuatan penuh dari level akademi, Kim Ki Dong mengakui bahwa dirinya memberikan panggung bagi para bakat muda terbaik dari tim akademi mereka, Osan High School.
“Sejujurnya para pemain muda ini jarang berlatih bersama saya. Pemain-pemain dari tim muda harus jadi tulang punggung Seoul. Mereka adalah pemain-pemain terbaik di Osan High School. Tapi ini baru awal. Mereka harus berusaha di level profesional, dan kompetisi baru mulai,” ungkap Ki Dong saat sesi jumpa pers, dilansir dari Nate.
Selain dua nama di starting line-up, beberapa nama remaja belasan tahun juga menghiasi bangku cadangan FC Seoul, seperti Jung Ha Won, Jeong Beom Son, hingga Jeong Hyeon Woong yang baru dimasukkan pada paruh kedua pertandingan.
Barulah pada babak kedua, sang pelatih memasukkan beberapa pilar utama berpengalaman untuk mengubah jalannya laga, seperti Yazan Al Arab, Moon Seon Min, Patryk Klimala, serta talenta muda berbakat Beom Son yang meski baru berusia 18 tahun, mulai rutin mendapat kepercayaan tampil reguler di skuad senior FC Seoul.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








