bukamata.id – Jagat maya kembali dikejutkan dengan rekaman video yang memperlihatkan aksi perkelahian jalanan antar-pelajar di Kabupaten Cianjur. Mirisnya, duel yang mengusung konsep dua lawan dua tersebut melibatkan bocah tingkat Sekolah Dasar (SD) serta siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Insiden ini diduga kuat menjadi pemicu atau rangkaian awal sebelum terjadinya penganiayaan terhadap dua siswa SMP di kawasan Bojongherang yang telah lebih dulu viral. Dalam potongan klip yang tersebar, sekelompok murid SD tampak memadati area sebuah perumahan di Kelurahan Bojongherang untuk menyaksikan adu jotos tersebut.
Dua pasang pelajar dari tingkatan berbeda itu tampak bersiap di posisi masing-masing. Begitu instruksi dimulai, keempatnya langsung terlibat saling serang. Yang mencuri perhatian, muncul sosok remaja kemeja kotak-kotak hitam-putih di lokasi kejadian—sosok yang sama yang juga teridentifikasi dalam video kekerasan pelajar pada Senin (13/4/2026) lalu.
Kepolisian Lakukan Penelusuran Intensif
Merespons keresahan publik, Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi menegaskan bahwa pihaknya tengah bergerak untuk membedah fakta di balik video tersebut. Fokus kepolisian adalah memastikan waktu kejadian dan memetakan siapa saja aktor yang terlibat.
“Kita telusuri videonya, untuk mengetahui kapan dan dimana aksi tersebut terjadi, serta siapa saja yang terlibat,” tegas Alexander Yurikho saat dikonfirmasi pada Sabtu (18/4/2026).
Pihak berwajib juga sedang menyelidiki apakah duel ini memiliki benang merah dengan aksi pemukulan yang terjadi sebelumnya, mengingat adanya keterlibatan wajah-wajah yang serupa di kedua insiden tersebut.
“Kita dalami, apakah berkaitan atau tidak,” tambah Alexander Yurikho.
Pengawasan Orang Tua Jadi Kunci
Melihat fenomena kekerasan yang melibatkan anak di bawah umur ini, Kapolres meminta peran aktif dari pihak keluarga. Pengawasan ketat, terutama saat jam sekolah usai, menjadi benteng utama agar anak tidak terjerumus dalam lingkaran premanisme remaja.
“Kita jaga bersama anak-anak kita supaya tidak melakukan tindakan negatif, apalagi perkelahian dan Penganiayaan,” imbaunya.
Sebelumnya, masyarakat Cianjur digemparkan oleh nasib malang dua pelajar SMP berinisial MR dan AS. Keduanya menjadi korban pengeroyokan belasan remaja di belakang sebuah klinik di Bojongherang. Para korban dicekik dan dihantam pada bagian belakang kepala hingga menderita lebam dan pusing hebat. Sangat disayangkan, aksi brutal tersebut dilakukan tepat di hadapan sejumlah murid SD yang baru saja bubar sekolah.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










