Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF Terbaru 4 November 2026, Amankan Hadiah Gratisnya

Rabu, 4 November 2026 06:00 WIB

Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!

Rabu, 4 November 2026 02:00 WIB
Pekerja menerima BSU 2025 dari pemerintah

Pemerintah Salurkan BSU Rp900 Ribu Lewat Bank Himbara dan Pos, Cek Namamu Sekarang!

Rabu, 4 November 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF Terbaru 4 November 2026, Amankan Hadiah Gratisnya
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Pemerintah Salurkan BSU Rp900 Ribu Lewat Bank Himbara dan Pos, Cek Namamu Sekarang!
  • Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri
  • Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • BSU 2026 Cair Rp900 Ribu! Cek Syarat Terbaru dan Jadwal Transfer Kemnaker
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Indonesia Jadi Rebutan Blok Dunia, Ulta Levenia: Kita Diganggu Terus

By Aga GustianaKamis, 11 September 2025 16:01 WIB2 Mins Read
Ulta Levenia
Pakar Terorisme, Ulta Levenia. (Foto: Instagram/@leveenia)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Peneliti sekaligus pengamat terorisme, Ulta Levenia Nababan, menilai ada campur tangan pihak asing, terutama negara adidaya, dalam dinamika politik Indonesia. Menurutnya, aksi demonstrasi pada akhir Agustus 2025 berpotensi dijadikan alat untuk melemahkan legitimasi Presiden Prabowo Subianto.

“[Pihak asing] ini [kerusuhan demonstrasi] variable yang bisa manfaatin untuk mendelegitimasi presiden Indonesia ini yang nggak patuh sama gue [negara adidaya],” kata Ulta dalam tayangan di kanal Deddy Corbuzier, Kamis (11/9/2025).

Ulta menjelaskan, langkah tersebut diambil karena pemerintahan Indonesia dianggap berada di sisi lawan dari kepentingan mereka.

“Kan udah bilang, presidennya kita enggak sama mereka. Enggak patuh, terus terlalu deket sama musuhnya. Indonesia tuh penting banget,” ucapnya.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Disambut Hangat Diaspora Indonesia saat Tiba di Washington DC

Indonesia Jadi Perebutan Pengaruh Global

Menurut Ulta, posisi strategis Indonesia membuat negara ini selalu menjadi perhatian besar bagi kekuatan dunia.

“Makanya kita [Indonesia] diganggu terus. Kalau misalnya pecah perang di Laut China Selatan, itu yang Submarine-nya Australia bertenaga nuklir karena AUKUS itu mau lewat mana,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika Indonesia tidak berada di pihak mereka lalu menjalin kerja sama dengan Rusia, dampaknya bisa sangat besar.

Baca Juga:  Kasus Keracunan Massal Bayangi Program MBG, Prabowo Janji Selesaikan dengan Baik

“Kalau Rusia kemudian misalnya jadi membantu Indonesia membuka landasan di Biak, Guam ini enggak jauh dari sana. Dan Australia di bawah. Makanya mereka sekarang punya troops di Papua New Guinea,” ungkap Ulta.

Pandangan tentang Nonblok dan Kekuatan Baru Dunia

Saat disinggung soal prinsip nonblok yang dianut Indonesia, Ulta menyebut konsep itu relevan ketika dunia masih berada dalam sistem unipolar.

“Unipolar, maksudnya suatu negara menguasai global, suatu negara menguasai negara-negara lain, itu namanya unipolar. Dia jadi kayak polisi dunia,” jelasnya.

Menurutnya, situasi itu terjadi setelah 1991, sebelum kemudian muncul China sebagai kekuatan tandingan baru.

Baca Juga:  Flashback Debat Pilpres 2024: Duel Prabowo-Anies yang Masih Membekas

“China yang dalam 40 tahun membawa 800 juta masyarakatnya yang dalam kondisi extreme poverty, kemiskinan ekstrem. Naik. Sekarang lu lihat Chongqing kayak apa, Shanghai kayak apa,” katanya.

Sindiran untuk Amerika Serikat

Ulta menilai perseteruan antara Amerika Serikat dan China punya sisi ironis.

“Makanya, pas ada permasalahan antara Amerika dan Cina ini terkesan lucu. Itu kayak, lu ya Donald Trump, topi maga lu aja tuh made in China, bendera US aja made in China,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Amerika Serikat China geopolitik Prabowo Subianto
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!

Pelecehan Seksual

Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Aksi di DPRD Jabar, HMI Bandung Tegaskan Gerakan Ekstra Parlementer Adalah Gerakan Rakyat

Pajak

Uang Kita ke Mana? Menilik Pidato Hashim yang Jadikan Tukang Cukur hingga Warteg Target Pajak Baru

Terpopuler
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.