Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tinggal 30 Langkah Lagi! Cristiano Ronaldo Menuju Rekor 1.000 Gol Dunia

Kamis, 30 April 2026 20:28 WIB

Link Video Tasya Gym Bandar Batang 15 Menit Diburu, Ternyata Banyak yang Palsu

Kamis, 30 April 2026 20:20 WIB

Bhayangkara Unggul 2-1, Persib Kejar Lewat Gol Injury Time

Kamis, 30 April 2026 20:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tinggal 30 Langkah Lagi! Cristiano Ronaldo Menuju Rekor 1.000 Gol Dunia
  • Link Video Tasya Gym Bandar Batang 15 Menit Diburu, Ternyata Banyak yang Palsu
  • Bhayangkara Unggul 2-1, Persib Kejar Lewat Gol Injury Time
  • Resmi! John Stones Tinggalkan Manchester City, Akhiri 10 Tahun Era Keemasan
  • Upadate Kasus Dugaan Penculikan Bayi di RSHS Bandung, Perawat Diduga Langgar SOP
  • Aksi Koboi di Cianjur: Tembak Pemilik Toko Pakai Airsoft Gun Usai Ketahuan Nyelinap
  • Gagal Akting?! Ahmad Dhani Bongkar Borok Masa Lalu Usai Maia Estianty Cueki Mulan Jameela?
  • Selisih Poin Tipis, Muhammad Farhan Yakin Mental Juara Persib Bakal Jadi Penentu di Akhir Musim
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Indonesia Jadi Rebutan Blok Dunia, Ulta Levenia: Kita Diganggu Terus

By Aga GustianaKamis, 11 September 2025 16:01 WIB2 Mins Read
Ulta Levenia
Pakar Terorisme, Ulta Levenia. (Foto: Instagram/@leveenia)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Peneliti sekaligus pengamat terorisme, Ulta Levenia Nababan, menilai ada campur tangan pihak asing, terutama negara adidaya, dalam dinamika politik Indonesia. Menurutnya, aksi demonstrasi pada akhir Agustus 2025 berpotensi dijadikan alat untuk melemahkan legitimasi Presiden Prabowo Subianto.

“[Pihak asing] ini [kerusuhan demonstrasi] variable yang bisa manfaatin untuk mendelegitimasi presiden Indonesia ini yang nggak patuh sama gue [negara adidaya],” kata Ulta dalam tayangan di kanal Deddy Corbuzier, Kamis (11/9/2025).

Ulta menjelaskan, langkah tersebut diambil karena pemerintahan Indonesia dianggap berada di sisi lawan dari kepentingan mereka.

“Kan udah bilang, presidennya kita enggak sama mereka. Enggak patuh, terus terlalu deket sama musuhnya. Indonesia tuh penting banget,” ucapnya.

Baca Juga:  Perilaku Tak Biasa, Tupai Jadi Pemakan Daging

Indonesia Jadi Perebutan Pengaruh Global

Menurut Ulta, posisi strategis Indonesia membuat negara ini selalu menjadi perhatian besar bagi kekuatan dunia.

“Makanya kita [Indonesia] diganggu terus. Kalau misalnya pecah perang di Laut China Selatan, itu yang Submarine-nya Australia bertenaga nuklir karena AUKUS itu mau lewat mana,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika Indonesia tidak berada di pihak mereka lalu menjalin kerja sama dengan Rusia, dampaknya bisa sangat besar.

Baca Juga:  Kabar Terbaru BSU BPJS Ketenagakerjaan: Cair Lagi di November 2025?

“Kalau Rusia kemudian misalnya jadi membantu Indonesia membuka landasan di Biak, Guam ini enggak jauh dari sana. Dan Australia di bawah. Makanya mereka sekarang punya troops di Papua New Guinea,” ungkap Ulta.

Pandangan tentang Nonblok dan Kekuatan Baru Dunia

Saat disinggung soal prinsip nonblok yang dianut Indonesia, Ulta menyebut konsep itu relevan ketika dunia masih berada dalam sistem unipolar.

“Unipolar, maksudnya suatu negara menguasai global, suatu negara menguasai negara-negara lain, itu namanya unipolar. Dia jadi kayak polisi dunia,” jelasnya.

Menurutnya, situasi itu terjadi setelah 1991, sebelum kemudian muncul China sebagai kekuatan tandingan baru.

Baca Juga:  Isu Kapolri Diganti Menguat, Begini Kata DPR RI

“China yang dalam 40 tahun membawa 800 juta masyarakatnya yang dalam kondisi extreme poverty, kemiskinan ekstrem. Naik. Sekarang lu lihat Chongqing kayak apa, Shanghai kayak apa,” katanya.

Sindiran untuk Amerika Serikat

Ulta menilai perseteruan antara Amerika Serikat dan China punya sisi ironis.

“Makanya, pas ada permasalahan antara Amerika dan Cina ini terkesan lucu. Itu kayak, lu ya Donald Trump, topi maga lu aja tuh made in China, bendera US aja made in China,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Amerika Serikat China demonstrasi geopolitik negara adidaya Prabowo Subianto Ulta Levenia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Upadate Kasus Dugaan Penculikan Bayi di RSHS Bandung, Perawat Diduga Langgar SOP

Aksi Koboi di Cianjur: Tembak Pemilik Toko Pakai Airsoft Gun Usai Ketahuan Nyelinap

Underpass Pasteur Masih Tahap Wacana, Pemprov Jabar Soroti Risiko Banjir dan Lahan

Fakta Baru Video Viral Batang: Pemeran Wanita Diduga Tak Tahu Aksinya Direkam Diam-diam dan Diduplikas

Resmi! Gaji Pensiunan PNS Mei 2026 Cair Tepat Waktu, Cek Detailnya

Dulu Anak Rantau, Sekarang Rajai MTQ Internasional: Kisah Imranul Karim, Qari Kaltim yang Guncang Dunia

Terpopuler
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.