Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Garena Free Fire

Berburu Hadiah Gratis! Cek Deretan Kode Redeem FF Terbaru 5 Agustus 2026, Segera Klaim Sebelum Kedaluwarsa

Rabu, 5 Agustus 2026 01:00 WIB

FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 23:21 WIB

Cegah Mahasiswa Terjebak Judol dan Pinjol, Pegadaian Genjot Literasi Keuangan dan Integritas di ITB

Selasa, 4 Agustus 2026 21:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Berburu Hadiah Gratis! Cek Deretan Kode Redeem FF Terbaru 5 Agustus 2026, Segera Klaim Sebelum Kedaluwarsa
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Cegah Mahasiswa Terjebak Judol dan Pinjol, Pegadaian Genjot Literasi Keuangan dan Integritas di ITB
  • Persib Lolos Final Piala Presiden 2026, Lucho Bongkar Kondisi Pemain Usai Kalahkan Persija
  • Dari GIIAS ke Lautan Meme, Ini Alasan Konten Bryan Ebem Jadi Bahan Parodi Warganet
  • Singgung Aturan FIFA, Pelatih Persib Layangkan Kritik Keras Terkait Jadwal Piala Presiden 2026
  • Aturan Baru SIM Bikin Geger, Pemilik Kendaraan Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif?
  • Head to Head Bikin Percaya Diri! Persebaya Tantang Arema FC dalam Duel Panas Penentu Final
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 5 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Indonesia Jadi Rebutan Blok Dunia, Ulta Levenia: Kita Diganggu Terus

By Aga GustianaKamis, 11 September 2025 16:01 WIB2 Mins Read
Ulta Levenia
Pakar Terorisme, Ulta Levenia. (Foto: Instagram/@leveenia)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Peneliti sekaligus pengamat terorisme, Ulta Levenia Nababan, menilai ada campur tangan pihak asing, terutama negara adidaya, dalam dinamika politik Indonesia. Menurutnya, aksi demonstrasi pada akhir Agustus 2025 berpotensi dijadikan alat untuk melemahkan legitimasi Presiden Prabowo Subianto.

“[Pihak asing] ini [kerusuhan demonstrasi] variable yang bisa manfaatin untuk mendelegitimasi presiden Indonesia ini yang nggak patuh sama gue [negara adidaya],” kata Ulta dalam tayangan di kanal Deddy Corbuzier, Kamis (11/9/2025).

Ulta menjelaskan, langkah tersebut diambil karena pemerintahan Indonesia dianggap berada di sisi lawan dari kepentingan mereka.

“Kan udah bilang, presidennya kita enggak sama mereka. Enggak patuh, terus terlalu deket sama musuhnya. Indonesia tuh penting banget,” ucapnya.

Indonesia Jadi Perebutan Pengaruh Global

Menurut Ulta, posisi strategis Indonesia membuat negara ini selalu menjadi perhatian besar bagi kekuatan dunia.

“Makanya kita [Indonesia] diganggu terus. Kalau misalnya pecah perang di Laut China Selatan, itu yang Submarine-nya Australia bertenaga nuklir karena AUKUS itu mau lewat mana,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika Indonesia tidak berada di pihak mereka lalu menjalin kerja sama dengan Rusia, dampaknya bisa sangat besar.

“Kalau Rusia kemudian misalnya jadi membantu Indonesia membuka landasan di Biak, Guam ini enggak jauh dari sana. Dan Australia di bawah. Makanya mereka sekarang punya troops di Papua New Guinea,” ungkap Ulta.

Pandangan tentang Nonblok dan Kekuatan Baru Dunia

Saat disinggung soal prinsip nonblok yang dianut Indonesia, Ulta menyebut konsep itu relevan ketika dunia masih berada dalam sistem unipolar.

“Unipolar, maksudnya suatu negara menguasai global, suatu negara menguasai negara-negara lain, itu namanya unipolar. Dia jadi kayak polisi dunia,” jelasnya.

Menurutnya, situasi itu terjadi setelah 1991, sebelum kemudian muncul China sebagai kekuatan tandingan baru.

“China yang dalam 40 tahun membawa 800 juta masyarakatnya yang dalam kondisi extreme poverty, kemiskinan ekstrem. Naik. Sekarang lu lihat Chongqing kayak apa, Shanghai kayak apa,” katanya.

Sindiran untuk Amerika Serikat

Ulta menilai perseteruan antara Amerika Serikat dan China punya sisi ironis.

“Makanya, pas ada permasalahan antara Amerika dan Cina ini terkesan lucu. Itu kayak, lu ya Donald Trump, topi maga lu aja tuh made in China, bendera US aja made in China,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Amerika Serikat China demonstrasi geopolitik negara adidaya Prabowo Subianto Ulta Levenia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aturan Baru SIM Bikin Geger, Pemilik Kendaraan Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif?

Lurah Cihapit Ungkap Kronologi Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau, Siap Terima Sanksi Jika Dinilai Lalai

Ciptabintar Pastikan Lapangan Padel Surya Sumantri Tak Langgar Tata Ruang, Kebisingan Jadi Sorotan

Isak Tangis Warnai PHK Massal Pabrik Tekstil di Cimahi, Ratusan Buruh Kehilangan Pekerjaan

Jabar Peringkat Pertama Nasional Kasus PHK Sepanjang Januari-Juni 2026

Mencekam! Geng Motor Bersenpi dan Sajam Teror Warga Garut, Videonya Viral di Medsos

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.