bukamata.id – Di tengah lantunan ayat suci yang menggema di panggung internasional, satu nama kembali mencuri perhatian dunia: Imranul Karim. Qari asal Kalimantan Timur ini resmi menorehkan prestasi gemilang dengan meraih juara pertama Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional 2026 di Kazan, Rusia, pada 22–25 April 2026.
Namun kemenangan di Rusia hanyalah satu bagian dari kisah besar. Dalam kurun waktu 2025 hingga 2026, Imranul Karim seperti “tak tersentuh” di panggung MTQ internasional. Ia tercatat langganan juara di tiga negara berbeda: Indonesia (Jakarta), Bangladesh, dan Rusia. Sebuah pencapaian yang jarang terjadi dalam sejarah kompetisi tilawah tingkat dunia.
Dari Kalimantan Timur ke Panggung Dunia: Awal Perjalanan Sang Qari
Perjalanan Imranul tidak dimulai dari kemewahan panggung internasional, melainkan dari kesederhanaan di tanah kelahirannya.
Lahir pada 10 Juni 1994, Imranul mulai mengenal dunia tilawah sejak usia sangat muda. Ketertarikannya pada bacaan Al-Qur’an tumbuh dari lingkungan keluarga dan pembinaan keagamaan yang ia ikuti secara bertahap.
Titik awal prestasinya muncul pada tahun 2008, ketika ia berhasil meraih juara pertama MTQ tingkat nasional saat masih berusia 13 tahun. Sejak saat itu, namanya mulai diperhitungkan dalam dunia qari Indonesia.
Namun perjalanan itu tidak berhenti di sana.
Hijrah Ilmu: Merantau ke Kalimantan Timur Demi Tilawah
Pada tahun 2012, Imranul mengambil keputusan besar dalam hidupnya: merantau dari Bima ke Kalimantan Timur. Keputusan ini bukan sekadar perpindahan tempat tinggal, tetapi awal dari transformasi besar dalam karier tilawahnya.
Di Kalimantan Timur, ia mendapatkan pembinaan lebih intensif, lingkungan yang mendukung, serta kesempatan tampil di berbagai ajang MTQ tingkat daerah hingga nasional.
Sejak saat itu, ia menjadi bagian dari kontingen Kafilah Kalimantan Timur, dan perlahan naik ke level nasional.
Dominasi Nasional hingga Menembus Dunia
Sebelum dikenal di kancah internasional, Imranul lebih dulu menorehkan prestasi di tingkat nasional. Puncaknya terjadi pada MTQ Nasional 2024, ketika ia kembali meraih juara pertama dan mengukuhkan dirinya sebagai salah satu qari terbaik Indonesia.
Prestasi ini menjadi pintu masuk menuju panggung dunia.
2025: Tahun Keemasan Dimulai
MTQ Internasional Jakarta 2025
Tahun 2025 menjadi awal dominasi internasional Imranul Karim. Dalam MTQ Internasional di Jakarta yang diikuti 187 negara, ia tampil sebagai wakil Indonesia.
Persaingan berlangsung sangat ketat. Qari-qari terbaik dari berbagai belahan dunia ikut serta, namun Imranul berhasil melaju hingga babak final dan keluar sebagai juara pertama.
Kemenangan ini menjadi sinyal bahwa Indonesia memiliki qari yang mampu bersaing di level tertinggi dunia.
MTQ Internasional Bangladesh 2025
Belum sempat reda euforia di Jakarta, Imranul kembali tampil di ajang MTQ Internasional di Dhaka, Bangladesh, pada akhir 2025.
Di ajang ini, ia berhadapan dengan qari kuat dari Iran, Mesir, Malaysia, Pakistan, India, dan Brunei Darussalam.
Hasilnya kembali mengejutkan dunia.
Imranul Karim kembali merebut juara pertama, mengalahkan pesaing-pesaing kuat dari negara-negara yang selama ini dikenal sebagai pusat qari dunia.
2026: Puncak Dominasi di Kazan, Rusia
Puncak kejayaan datang di Kazan, Rusia, pada April 2026. MTQ Internasional kali ini diikuti oleh 30 negara dengan standar penilaian yang sangat ketat.
Penilaian tidak hanya berdasarkan keindahan suara, tetapi juga mencakup:
- Tajwid yang presisi
- Fashahah (kelancaran bacaan)
- Penguasaan maqamat
- Penghayatan makna ayat
Dalam kompetisi ini, Imranul kembali menunjukkan konsistensi luar biasa. Ia melaju hingga babak final dan akhirnya dinobatkan sebagai juara pertama MTQ Internasional 2026.
Rahasia Konsistensi: Disiplin, Latihan, dan Spirit Spiritual
Keberhasilan Imranul bukanlah hasil instan. Ia dikenal sebagai sosok yang disiplin dalam latihan harian.
Dalam berbagai kesempatan, ia disebut rutin melatih suara sebelum dan setelah salat, memperdalam ilmu tajwid, serta menjaga hubungan spiritual melalui tadarus Al-Qur’an.
Konsistensi inilah yang membuatnya mampu tampil stabil di berbagai ajang internasional tanpa mengalami penurunan performa signifikan.
Apresiasi Kementerian Agama
Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M Hanafi, memberikan apresiasi tinggi atas prestasi tersebut.
“Prestasi Imranul Karim menjadi kebanggaan bagi Indonesia dan menunjukkan kualitas qari kita mampu bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari sistem pembinaan berjenjang yang dilakukan oleh lembaga seperti LPTQ serta dukungan pemerintah daerah.
Respons Publik: Bangga, Haru, dan Kagum
Kabar kemenangan Imranul Karim di Rusia langsung memicu gelombang komentar di media sosial, khususnya di akun Instagram pribadinya @imrannul_karim.
Beragam komentar netizen membanjiri unggahan tersebut:
- “Luar biasa ketiga kalinya,” tulis akun @ant***
- “Masya Allah tabarakallah mabruk syaikh,” tulis akun @sya***
- “Barakallah sukses selalu pak ustad,” tulis akun @ant***
- “Selamat dan sukses Ustadz,” tulis akun @dir***
Reaksi ini menunjukkan betapa kuatnya dukungan publik terhadap prestasi qari Indonesia di level dunia.
Lebih dari Sekadar Juara: Simbol Kekuatan Tilawah Indonesia
Konsistensi Imranul Karim dari tahun 2025 hingga 2026 bukan hanya soal medali atau gelar juara. Lebih dari itu, ia menjadi simbol bahwa Indonesia memiliki ekosistem pembinaan Al-Qur’an yang mampu bersaing di panggung global.
Kemenangan di Jakarta, Bangladesh, hingga Rusia menjadi bukti bahwa qari Indonesia tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi sebagai pemenang yang disegani dunia.
Penutup: Dari Suara Merdu Menjadi Diplomasi Spiritual
Perjalanan Imranul Karim menunjukkan bahwa tilawah bukan sekadar seni membaca Al-Qur’an, tetapi juga bentuk diplomasi spiritual yang mengangkat nama bangsa.
Dari Kalimantan Timur ke panggung dunia, dari lomba lokal hingga MTQ internasional, ia telah membuktikan satu hal: konsistensi, disiplin, dan keikhlasan mampu mengantarkan seseorang ke puncak dunia.
Kini, dunia mengenalnya bukan hanya sebagai qari, tetapi sebagai langganan juara MTQ internasional 2025–2026 yang mengharumkan Indonesia di mata dunia Islam.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









