Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tiga Hari Tak Keluar Rumah, Perempuan di Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Dalam Kamar

Jumat, 18 September 2026 16:38 WIB

Efek Kemenangan Persib atas FC Seoul, Indonesia Naik di Ranking AFC

Jumat, 18 September 2026 16:11 WIB

Waspada Lonjakan Influenza A di Jabar, IDAI Ungkap Gejala hingga Kelompok Paling Rentan

Jumat, 18 September 2026 15:54 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tiga Hari Tak Keluar Rumah, Perempuan di Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Dalam Kamar
  • Efek Kemenangan Persib atas FC Seoul, Indonesia Naik di Ranking AFC
  • Waspada Lonjakan Influenza A di Jabar, IDAI Ungkap Gejala hingga Kelompok Paling Rentan
  • Kolaborasi Seni dan Digital, Ketua Asosiasi Kreator Konten Jabar Hadiri Pameran “MULASARA” di Bali
  • Cari Bakso dan Mie Ayam Enak di Bandung? Ini 4 Rekomendasinya
  • Bikin Takjub! Aksi ‘Orator Cilik’ Asal Cilacap Bikin Satu Kelas Terpukau, Bakat Alaminya Luar Biasa
  • WNI 18 Tahun Jadi Penjaga Gudang Sindikat Narkoba di Malaysia, Barang Bukti 25,95 Kg Disita
  • Professor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Belajar Dari Prabowo
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 18 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Indonesia Jadi Tuan Rumah Gelaran World Water Forum ke-10: Bahas Isu Keadilan Air

By SusanaSenin, 1 April 2024 15:00 WIB2 Mins Read
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Indonesia menjadi tuan rumah diselenggarakannya World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali pada 18-25 Mei 2024 mendatang.

Kepala Badan Meteorologi, klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan, dalam forum WWF ini nantinya akan dibahas mengenai bagaimana cara mewujudkan keadilan terhadap air baik ketersediaan dan kualitas air yang saat ini dinilai masih belum merata secara global.

“Itulah yang akan dibahas dalam 10th WWF langkah langkah apa saja yang harus dilakukan secara bersama-sama, kolaboratif dan juga tema besarnya adalah untuk mewujudkan air demi kesejahteraan bersama,” ujar Dwikorita dalam Konferensi Pers Road to 10th World Water Forum, Senin (1/4/2024).

Lanjut, Dwikorita mengatakan, berdasarkan data hasil observasi oleh organisasi metrologi dunia pada tahun 2022 bahwa pola debit sungai dan aliran yang masuk ke waduk sebagian besar lebih kering daripada kondisi normalnya.

Baca Juga:  Pasca Gempa, BMKG Imbau Warga Sumedang Waspada Selama Seminggu

“Kemudian terjadi peningkatan evapotranspirasi dan penurunan kelembaban tanah selama musim panas yang disebabkan oleh kekeringan,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, terjadi pula cuaca ekstrem di Asia dan Osenia. Dwikorita menyebut, situasi hidrologis terjadi sangat kontras di Afrika.

“Meskipun Afrika bagian selatan mengalami kekeringan parah yang mempengaruhi ketahanan pangan terhadap 21 juta orang, wilayah seperti cekungan Niger dan wilayah pesisir Afrika Selatan mengalami debit air di atas rasa rata dan banjir besar,” katanya.

Baca Juga:  BPBD Jabar dan BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca, Hujan Deras Dialihkan ke Laut

“Jadi yang satu sisi kering tapi sisi yang lain banjir yang besar itu sangat kontras,” tambahnya.

Menurut dia, kondisi serupa juga terjadi di Indonesia. Dimana sebagian wilayah mengalami kekeringan, namun wilayah lainnya mengalami banjir.

“Ada wilayah kita ini mengalami kekeringan tapi di pulau yang lain mengalami banjir jadi nampaknya ini memang sudah mulai terjadi secara merata di berbagai belahan dunia,” ungkapnya.

Baca Juga:  Cuaca Cerah Berawan di Cimahi Hari Ini, Cek Informasi Lengkapnya!

Dwikorita mengungkapkan, jika situasi yang dihadapi dunia saat ini sebagai dampak variasi dan perubahan iklim tidak bisa diabaikan begitu saja.

“Jadi ini benar benar data terakhir yang sangat mengkhawatirkan yang apabila kita abaikan akhirnya baik negara yang sudah maju apalagi negara berkembang dan negara negara di pulau pulau kecil itu akan mengalami dampaknya, tidak pandang bulu. Jadi kalau kita memang tidak insaf, tidak sadar, tidak bekerja bersama kita akan punah bersama,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tiga Hari Tak Keluar Rumah, Perempuan di Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Dalam Kamar

Waspada Lonjakan Influenza A di Jabar, IDAI Ungkap Gejala hingga Kelompok Paling Rentan

Kolaborasi Seni dan Digital, Ketua Asosiasi Kreator Konten Jabar Hadiri Pameran “MULASARA” di Bali

peredaran narkoba

WNI 18 Tahun Jadi Penjaga Gudang Sindikat Narkoba di Malaysia, Barang Bukti 25,95 Kg Disita

Kemacetan

Bandung Jadi Lintasan Pocari Sweat Run 2026, Ini Ruas Jalan yang Perlu Dihindari

gempa

Kertasari dan Pangalengan Diguncang Gempa Berulang, BMKG Jelaskan Fenomena Swarm

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.