Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Wisata Kuliner Sukabumi: 5 Kuliner Legendaris dan Hits yang Wajib Dicoba, Gak Cuma Mochi!

Sabtu, 13 Juni 2026 06:00 WIB

Bansos PKH dan BPNT Juni 2026 Cair Tahap 2, Ini Jadwal dan Cara Cek Penerima Resmi Kemensos

Sabtu, 13 Juni 2026 05:00 WIB

Persib Gigit Jari? Palermo dan Filippo Inzaghi Disebut Selangkah Lagi Dapatkan Tommaso Cassandro

Sabtu, 13 Juni 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Wisata Kuliner Sukabumi: 5 Kuliner Legendaris dan Hits yang Wajib Dicoba, Gak Cuma Mochi!
  • Bansos PKH dan BPNT Juni 2026 Cair Tahap 2, Ini Jadwal dan Cara Cek Penerima Resmi Kemensos
  • Persib Gigit Jari? Palermo dan Filippo Inzaghi Disebut Selangkah Lagi Dapatkan Tommaso Cassandro
  • Viral di Mana-Mana, Link Video Cut Salwa Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Panen Pemain OVR Tinggi! Ini Daftar Kode Redeem FC Mobile Terbaru Sabtu 13 Juni 2026
  • Banjir Skin dan Diamond Gratis! Ini Daftar Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 13 Juni 2026 yang Masih Aktif
  • Catat Tanggalnya! Legenda Sepak Bola Dunia Luís Figo Dipastikan Bakal Sambangi Jakarta Juli 2026
  • Internet Anak Makin Ketat: Apple Rilis Fitur ‘Ask to Browse’ di iOS 27, Wajib Izin Ortu Sebelum Buka Situs!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 13 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Indonesia Jadi Tuan Rumah Gelaran World Water Forum ke-10: Bahas Isu Keadilan Air

By SusanaSenin, 1 April 2024 15:00 WIB2 Mins Read
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Indonesia menjadi tuan rumah diselenggarakannya World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali pada 18-25 Mei 2024 mendatang.

Kepala Badan Meteorologi, klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan, dalam forum WWF ini nantinya akan dibahas mengenai bagaimana cara mewujudkan keadilan terhadap air baik ketersediaan dan kualitas air yang saat ini dinilai masih belum merata secara global.

“Itulah yang akan dibahas dalam 10th WWF langkah langkah apa saja yang harus dilakukan secara bersama-sama, kolaboratif dan juga tema besarnya adalah untuk mewujudkan air demi kesejahteraan bersama,” ujar Dwikorita dalam Konferensi Pers Road to 10th World Water Forum, Senin (1/4/2024).

Lanjut, Dwikorita mengatakan, berdasarkan data hasil observasi oleh organisasi metrologi dunia pada tahun 2022 bahwa pola debit sungai dan aliran yang masuk ke waduk sebagian besar lebih kering daripada kondisi normalnya.

Baca Juga:  Gempa M 4,1 Guncang Bogor, Disertai Dentuman Keras dan Gempa Susulan

“Kemudian terjadi peningkatan evapotranspirasi dan penurunan kelembaban tanah selama musim panas yang disebabkan oleh kekeringan,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, terjadi pula cuaca ekstrem di Asia dan Osenia. Dwikorita menyebut, situasi hidrologis terjadi sangat kontras di Afrika.

“Meskipun Afrika bagian selatan mengalami kekeringan parah yang mempengaruhi ketahanan pangan terhadap 21 juta orang, wilayah seperti cekungan Niger dan wilayah pesisir Afrika Selatan mengalami debit air di atas rasa rata dan banjir besar,” katanya.

Baca Juga:  Gempa Besar Guncang Rusia, Indonesia Siaga Tsunami!

“Jadi yang satu sisi kering tapi sisi yang lain banjir yang besar itu sangat kontras,” tambahnya.

Menurut dia, kondisi serupa juga terjadi di Indonesia. Dimana sebagian wilayah mengalami kekeringan, namun wilayah lainnya mengalami banjir.

“Ada wilayah kita ini mengalami kekeringan tapi di pulau yang lain mengalami banjir jadi nampaknya ini memang sudah mulai terjadi secara merata di berbagai belahan dunia,” ungkapnya.

Baca Juga:  Update Gempa Hari Ini: Bitung-Manado Diguncang Magnitudo 7,3, Berpotensi Tsunami

Dwikorita mengungkapkan, jika situasi yang dihadapi dunia saat ini sebagai dampak variasi dan perubahan iklim tidak bisa diabaikan begitu saja.

“Jadi ini benar benar data terakhir yang sangat mengkhawatirkan yang apabila kita abaikan akhirnya baik negara yang sudah maju apalagi negara berkembang dan negara negara di pulau pulau kecil itu akan mengalami dampaknya, tidak pandang bulu. Jadi kalau kita memang tidak insaf, tidak sadar, tidak bekerja bersama kita akan punah bersama,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

air BMKG Dwikorita Karnawati World Water Forum WWF
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos PKH dan BPNT Juni 2026 Cair Tahap 2, Ini Jadwal dan Cara Cek Penerima Resmi Kemensos

Semrawut SPMB 2026 & Aturan ‘Ekstrem’ Dedi Mulyadi: Ada Apa dengan Pendidikan Jawa Barat?

Susul Dadan Cs, Komisaris Emmo Jadi Tersangka Baru Kasus MBG Usai 26 Nama Dibocorkan

Amblesan Jalan Dago Atas Bikin Perjalanan Melambat, Pengguna Jalan Minta Perbaikan Dipercepat

Harga Pertamax Melonjak Mulai 10 Juni 2026, Ternyata Ini Penyebab Utamanya

Resmi! Dadang Supriatna Kembali Pimpin PKB Kabupaten Bandung Hingga 2031

Terpopuler
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Video Full Cut Salwa di Telegram Viral, Link Dicari Warganet! Ini Faktanya
  • Video Cut Salwa Viral, Banyak Netizen Berburu Link Durasi Panjang!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.