Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Inovasi Baru! Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Praktis dan Bebas Ribet

Rabu, 18 Maret 2026 21:45 WIB
Skuad Persib Bandung 2025/2026.

Sembilan Laga Penentu, Persib Tak Boleh Lengah Demi Gelar Juara

Rabu, 18 Maret 2026 21:00 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Video Pendek Ibu Tiri dan Anak Tiri Bikin Media Sosial Panas, Link Telegram Dicari

Rabu, 18 Maret 2026 20:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Inovasi Baru! Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Praktis dan Bebas Ribet
  • Sembilan Laga Penentu, Persib Tak Boleh Lengah Demi Gelar Juara
  • Video Pendek Ibu Tiri dan Anak Tiri Bikin Media Sosial Panas, Link Telegram Dicari
  • Jadwal Idul Fitri 2026: Muhammadiyah Pastikan 20 Maret, NU Belum Final
  • Berjalan Kaki Pulang Kampung: Kisah Inspiratif Penjual Cilok dari Bandung ke Ciamis
  • Salat Id Pindah ke Gedung Sate, Pemprov Jabar Kejar Kekhusyukan Ibadah
  • Buka Puasa Hari Ini di Bandung? Ini Waktu Maghrib dan Doa Lengkapnya
  • H-3 Lebaran Membludak! 71 Ribu Kendaraan Serbu Jalur Nagreg
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 18 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Insinerator Disegel, Mang Jabri Galau: Kami Cuma Cari Jalan Agar Sampah Tak Menumpuk

By Muhammad Rafki Razif KiransyahRabu, 4 Februari 2026 13:25 WIB3 Mins Read
Insinerator Motah Baturengat disegel, Mang Jabri galau menghadapi sampah menumpuk di Bandung. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di Jl. Batu Rengat, Kelurahan Cijondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon, aktivitas pengelolaan sampah di Motah Baturengat kini berjalan setengah hati. Dua unit insinerator yang selama ini menjadi tumpuan pengolahan sampah residu resmi berhenti beroperasi setelah disegel.

Di balik kebijakan itu, ada kegelisahan para pekerja lapangan. Salah satunya Risman (44), pengelola Motah Baturengat yang akrab disapa Mang Jabri. Ia mengaku berada di posisi serba salah, antara menaati aturan dan menghadapi tuntutan warga.

“Kalau persisnya cerita penyegelan, saya tidak tahu sepenuhnya. Itu urusan para ketua. Saya mah hanya menjalankan pekerjaan saja,” ujar Mang Jabri saat ditemui, Rabu (4/2/2026).

Ia menuturkan, sejak adanya keputusan dari pemerintah pusat, dua insinerator di lokasi tersebut langsung dimatikan. Alasan penyegelan pun, menurut informasi yang ia terima, berkaitan dengan dugaan emisi.

Baca Juga:  Risiko Sampah Bandung Naik, Pemkot Luncurkan Program Gaslah

“Katanya karena emisi, di atas baku mutu. Tapi kemarin kita sudah uji emisi ulang, ada dari Sokopindo, dari ITB juga datang. Sekarang tinggal nunggu hasil lab, katanya dua mingguan sesuai arahan Pak Wali Kota,” katanya.

Selama insinerator berhenti, pengelola mengalihkan fungsi lahan untuk pemilahan sampah. Langkah itu diambil sebagai upaya meredam keluhan warga sekitar.

“Kami alihfungsikan lokasi ini buat pilah sampah. Itu juga tuntutan warga. Kalau tidak seperti ini, bagaimana nasib warga, bisa lebih parah lagi,” ucapnya.

Motah Baturengat sendiri telah beroperasi hampir satu setengah tahun, dengan kapasitas pengolahan sekitar 150 ton sampah residu per bulan.

Sampah residu tersebut sebelumnya dimusnahkan menggunakan insinerator, sementara sampah organik diolah menjadi kompos dan bahan maggot. Adapun sampah anorganik dimanfaatkan kembali untuk menambah pemasukan pengelola.

Baca Juga:  Rp29 Miliar Dialihkan, DLH Bandung Targetkan Sampah Kota Diolah dengan RDF pada 2026

“Kalau organik kita olah lagi. Anorganik seperti rongsok kita manfaatkan. Jadi semuanya jalan,” jelasnya.

Mang Jabri menegaskan, selama beroperasi, insinerator dinilai efektif dan tidak menimbulkan dampak yang dikhawatirkan.

“Kalau ini beracun, nggak mungkin pohon-pohon di sini rimbun. Asap juga hampir tidak ada. Kadang cuma kelihatan kayak fatamorgana,” katanya.

Namun sejak penyegelan, persoalan baru muncul. Sampah mulai menumpuk, sementara pengelola takut melangkah karena khawatir berurusan dengan hukum.

“Hancur, Pak. Sekarang saya kena demo warga. Mau bergerak takut kena hukum, nggak bergerak sampah menumpuk,” tuturnya lirih.

Ia menyebut, saat ini pihaknya hanya bisa mengikuti arahan pemerintah, meski di lapangan situasinya kian rumit.

Baca Juga:  Ikuti Arahan Presiden, Pemkot Bandung Siap Perkuat Kebersihan Lingkungan dan Tertibkan Pengelolaan Sampah

“Kami cuma pekerja sampah. Nggak ngerti undang-undang. Tahu-tahunya solusi lapangan. Kalau arahannya menumpuk dulu, ya kita ikuti,” ujarnya.

Di tengah kegalauan itu, Mang Jabri berharap ada solusi cepat dan jelas dari pemerintah agar pengelolaan sampah bisa kembali berjalan.

“Saya mohon ke Pak Menteri, dinas Kota Bandung, dan Pak Wali Kota, tolong carikan solusi. Jangan sampai kami terbengkalai seperti ini,” katanya.

Baginya, insinerator bukan sekadar mesin, melainkan alat penting untuk menjaga lingkungan dan meredam keresahan warga.

“Sejauh ini sangat efektif. Saya di sini dari nol sampai sekarang. Kami cuma ingin sampah tertangani, warga tidak mengeluh, dan aturan tetap kami patuhi,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

insinerator Motah Baturengat isu lingkungan Bandung Mang Jabri Pengelolaan sampah Bandung pengolahan sampah residu penyegelan insinerator sampah menumpuk Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Inovasi Baru! Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Praktis dan Bebas Ribet

Jadwal Idul Fitri 2026: Muhammadiyah Pastikan 20 Maret, NU Belum Final

Berjalan Kaki Pulang Kampung: Kisah Inspiratif Penjual Cilok dari Bandung ke Ciamis

Salat Id Pindah ke Gedung Sate, Pemprov Jabar Kejar Kekhusyukan Ibadah

Buka Puasa Hari Ini di Bandung? Ini Waktu Maghrib dan Doa Lengkapnya

H-3 Lebaran Membludak! 71 Ribu Kendaraan Serbu Jalur Nagreg

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.