Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Aksi Koboi di Cianjur: Tembak Pemilik Toko Pakai Airsoft Gun Usai Ketahuan Nyelinap

Kamis, 30 April 2026 18:56 WIB

Gagal Akting?! Ahmad Dhani Bongkar Borok Masa Lalu Usai Maia Estianty Cueki Mulan Jameela?

Kamis, 30 April 2026 18:55 WIB

Selisih Poin Tipis, Muhammad Farhan Yakin Mental Juara Persib Bakal Jadi Penentu di Akhir Musim

Kamis, 30 April 2026 18:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Aksi Koboi di Cianjur: Tembak Pemilik Toko Pakai Airsoft Gun Usai Ketahuan Nyelinap
  • Gagal Akting?! Ahmad Dhani Bongkar Borok Masa Lalu Usai Maia Estianty Cueki Mulan Jameela?
  • Selisih Poin Tipis, Muhammad Farhan Yakin Mental Juara Persib Bakal Jadi Penentu di Akhir Musim
  • Tonton di Sini! Link Live Streaming Persib vs Bhayangkara FC Malam Ini: Cara Nonton Siaran Langsung
  • Underpass Pasteur Masih Tahap Wacana, Pemprov Jabar Soroti Risiko Banjir dan Lahan
  • Fakta Baru Video Viral Batang: Pemeran Wanita Diduga Tak Tahu Aksinya Direkam Diam-diam dan Diduplikas
  • Persib Tertekan? Beckham: Ini Tantangan, Bukan Beban!
  • Link Video ‘Tasya Gym Bandar Batang’ 15 Menit Viral, Ternyata Ini Isinya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rp29 Miliar Dialihkan, DLH Bandung Targetkan Sampah Kota Diolah dengan RDF pada 2026

By SusanaRabu, 28 Januari 2026 10:39 WIB2 Mins Read
Cara cek penerima BSU 2025 di aplikasi JMO
DLH Kota Bandung alihkan Rp 29 miliar dari pengadaan insinerator ke teknologi RDF. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung berencana mengalihkan anggaran pengadaan 25 unit insinerator senilai Rp 29 miliar pada 2026 untuk pengelolaan sampah berbasis teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

Langkah ini dilakukan setelah penggunaan insinerator dilarang karena dinilai berpotensi mencemari lingkungan.

RDF merupakan teknologi pengolahan sampah yang menghasilkan bahan bakar alternatif sebagai pengganti batu bara. Teknologi ini dipilih sebagai solusi utama untuk pengelolaan sampah Kota Bandung, menggantikan insinerator.

Kepala DLH Kota Bandung, Darto, menjelaskan, ada 15 unit insinerator yang harus berhenti beroperasi, meski sebelumnya mampu mengolah 110 ton sampah per hari. Akibatnya, rencana penambahan 25 unit insinerator baru terpaksa dibatalkan.

Baca Juga:  Bernilai Ekonomis, Ini 7 Metode Kompos yang Bisa Dilakukan di Rumah

“Rencana pengadaan 25 unit insinerator pada 2026 akan kami evaluasi menyusul kebijakan Menteri. Dana tersebut akan dialihkan ke metode lain, bisa RDF atau teknologi pengolahan sampah lainnya,” ujar Darto, Rabu (28/1/2026).

Berdasarkan perhitungan DLH, ada 110 ton sampah yang kini tidak terolah akibat pelarangan insinerator. Angka ini bertambah 200 ton karena batalnya pengadaan 25 unit insinerator baru yang semula diproyeksikan menambah kapasitas olah.

Baca Juga:  Risiko Sampah Bandung Naik, Pemkot Luncurkan Program Gaslah

Sebagai gantinya, total 310 ton timbulan sampah tersebut akan diolah melalui fasilitas RDF di beberapa titik. Sebanyak 40 ton ditargetkan tuntas melalui program Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah (Gaslah), sementara 270 ton sisanya akan diproses di fasilitas RDF.

“Targetnya, pada akhir semester pertama tahun ini, program pengolahan sampah berbasis RDF sudah harus berjalan,” tambah Darto.

Untuk mengantisipasi timbulan sampah di lapangan, DLH Kota Bandung menjalin kerja sama jangka pendek dengan perusahaan penyedia fasilitas RDF. Sebanyak 200 ton sampah diangkut setiap hari agar tidak menumpuk di berbagai titik.

Baca Juga:  DLH Kota Bandung Fokus Tingkatkan Pengelolaan Sampah di 2025

Meski demikian, Darto mengakui biaya pengolahan sampah menggunakan RDF lebih tinggi dibanding insinerator.

“Hitungannya begini, kalau teknologi termal (insinerator), tipping fee hanya Rp 350 ribu per ton. Namun untuk RDF, biayanya di angka Rp 600–800 ribu per ton. Tapi upaya ini harus dilakukan, dan anggaran insinerator akan kami alihkan ke sini,” pungkasnya.

Pengalihan anggaran dan penerapan teknologi RDF ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk pengelolaan sampah di Kota Bandung yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DLH Kota Bandung insinerator dilarang Pengelolaan sampah Bandung teknologi RDF
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aksi Koboi di Cianjur: Tembak Pemilik Toko Pakai Airsoft Gun Usai Ketahuan Nyelinap

Underpass Pasteur Masih Tahap Wacana, Pemprov Jabar Soroti Risiko Banjir dan Lahan

Fakta Baru Video Viral Batang: Pemeran Wanita Diduga Tak Tahu Aksinya Direkam Diam-diam dan Diduplikas

Resmi! Gaji Pensiunan PNS Mei 2026 Cair Tepat Waktu, Cek Detailnya

Dulu Anak Rantau, Sekarang Rajai MTQ Internasional: Kisah Imranul Karim, Qari Kaltim yang Guncang Dunia

Miris! Potret Getir Bocah di Bandung Barat: Makan Rumput Demi Bertahan di Balik Keterbatasan

Terpopuler
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.