Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

BPNT Agustus 2026 Cair Rp600 Ribu? Cek Jadwal dan Status Penerima Pakai NIK KTP

Senin, 24 Agustus 2026 06:00 WIB

GBLA Disimpan untuk Liga, Persib Pilih Si Jalak Harupat Kontra Manila Digger di ACL Two

Senin, 24 Agustus 2026 03:00 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

NIK KTP Bisa Dicek! Begini Cara Cek Bansos Agustus 2026 lewat Situs Resmi Kemensos

Senin, 24 Agustus 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • BPNT Agustus 2026 Cair Rp600 Ribu? Cek Jadwal dan Status Penerima Pakai NIK KTP
  • GBLA Disimpan untuk Liga, Persib Pilih Si Jalak Harupat Kontra Manila Digger di ACL Two
  • NIK KTP Bisa Dicek! Begini Cara Cek Bansos Agustus 2026 lewat Situs Resmi Kemensos
  • BMI Demokrat Jabar All Out Dukung Anton Sukartono, Siap Kawal Musda VI hingga Periode 2031
  • Mesin Politik Mulai Dipanaskan! PRI Bidik 13 Kursi DPR RI dari Jawa Barat
  • Dari Sopir Perusahaan hingga ‘Bestie’ Jackie Chan, Perjalanan Karier Iko Uwais Tembus Panggung Film Dunia
  • Kebakaran Hebat Lahap Desa Adat Sade Lombok, 150 Rumah Warga Hangus dalam Sekejap
  • Jangan Salah! Ini Cara Cek PKH Tahap 3 2026 Lewat HP, Status Bansos hingga Desil DTSEN
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 24 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rp29 Miliar Dialihkan, DLH Bandung Targetkan Sampah Kota Diolah dengan RDF pada 2026

By SusanaRabu, 28 Januari 2026 10:39 WIB2 Mins Read
Cara cek penerima BSU 2025 di aplikasi JMO
DLH Kota Bandung alihkan Rp 29 miliar dari pengadaan insinerator ke teknologi RDF. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung berencana mengalihkan anggaran pengadaan 25 unit insinerator senilai Rp 29 miliar pada 2026 untuk pengelolaan sampah berbasis teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

Langkah ini dilakukan setelah penggunaan insinerator dilarang karena dinilai berpotensi mencemari lingkungan.

RDF merupakan teknologi pengolahan sampah yang menghasilkan bahan bakar alternatif sebagai pengganti batu bara. Teknologi ini dipilih sebagai solusi utama untuk pengelolaan sampah Kota Bandung, menggantikan insinerator.

Kepala DLH Kota Bandung, Darto, menjelaskan, ada 15 unit insinerator yang harus berhenti beroperasi, meski sebelumnya mampu mengolah 110 ton sampah per hari. Akibatnya, rencana penambahan 25 unit insinerator baru terpaksa dibatalkan.

Baca Juga:  DLH Kota Bandung Fokus Tingkatkan Pengelolaan Sampah di 2025

“Rencana pengadaan 25 unit insinerator pada 2026 akan kami evaluasi menyusul kebijakan Menteri. Dana tersebut akan dialihkan ke metode lain, bisa RDF atau teknologi pengolahan sampah lainnya,” ujar Darto, Rabu (28/1/2026).

Berdasarkan perhitungan DLH, ada 110 ton sampah yang kini tidak terolah akibat pelarangan insinerator. Angka ini bertambah 200 ton karena batalnya pengadaan 25 unit insinerator baru yang semula diproyeksikan menambah kapasitas olah.

Baca Juga:  83 TPS di Kota Bandung Overload, Pemkot Masih Ngarep TPA Sarimukti

Sebagai gantinya, total 310 ton timbulan sampah tersebut akan diolah melalui fasilitas RDF di beberapa titik. Sebanyak 40 ton ditargetkan tuntas melalui program Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah (Gaslah), sementara 270 ton sisanya akan diproses di fasilitas RDF.

“Targetnya, pada akhir semester pertama tahun ini, program pengolahan sampah berbasis RDF sudah harus berjalan,” tambah Darto.

Untuk mengantisipasi timbulan sampah di lapangan, DLH Kota Bandung menjalin kerja sama jangka pendek dengan perusahaan penyedia fasilitas RDF. Sebanyak 200 ton sampah diangkut setiap hari agar tidak menumpuk di berbagai titik.

Baca Juga:  Bernilai Ekonomis, Ini 7 Metode Kompos yang Bisa Dilakukan di Rumah

Meski demikian, Darto mengakui biaya pengolahan sampah menggunakan RDF lebih tinggi dibanding insinerator.

“Hitungannya begini, kalau teknologi termal (insinerator), tipping fee hanya Rp 350 ribu per ton. Namun untuk RDF, biayanya di angka Rp 600–800 ribu per ton. Tapi upaya ini harus dilakukan, dan anggaran insinerator akan kami alihkan ke sini,” pungkasnya.

Pengalihan anggaran dan penerapan teknologi RDF ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk pengelolaan sampah di Kota Bandung yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DLH Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

BPNT Agustus 2026 Cair Rp600 Ribu? Cek Jadwal dan Status Penerima Pakai NIK KTP

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

NIK KTP Bisa Dicek! Begini Cara Cek Bansos Agustus 2026 lewat Situs Resmi Kemensos

BMI Demokrat Jabar All Out Dukung Anton Sukartono, Siap Kawal Musda VI hingga Periode 2031

Mesin Politik Mulai Dipanaskan! PRI Bidik 13 Kursi DPR RI dari Jawa Barat

Kebakaran Hebat Lahap Desa Adat Sade Lombok, 150 Rumah Warga Hangus dalam Sekejap

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Jangan Salah! Ini Cara Cek PKH Tahap 3 2026 Lewat HP, Status Bansos hingga Desil DTSEN

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Jabar Masih Dibelit Masalah, Kehadiran Dedi Mulyadi di NTT Dinilai Tak Urgent
  • Inikah Tahun Terparah? 1.487 Titik Api Kepung Kalimantan, Jeritan Warga di Bawah Langit Merah!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.