bukamata.id – Peringkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Jawa Barat mengalami penurunan yang cukup mengkhawatirkan di tingkat nasional. Wilayah yang sebelumnya konsisten berada di jajaran 10 besar daerah terbaik kini harus terlempar hingga ke peringkat 15 nasional.
Merosotnya peringkat IPM Jawa Barat ini menjadi catatan kritis sekaligus memicu evaluasi mendalam dari jajaran DPRD Provinsi Jawa Barat. Pembangunan di daerah dinilai terlalu timpang karena lebih banyak menitikberatkan pada aspek infrastruktur fisik semata.
Anggota DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, menjelaskan bahwa secara angka nominal, IPM Jawa Barat sebenarnya masih mencatatkan tren kenaikan dari tahun ke tahun. Namun, penurunan peringkat menunjukkan bahwa laju percepatan pembangunan manusia di Jawa Barat kalah cepat dibanding provinsi lain.
Kondisi ini menandakan perlunya reformasi strategi pembangunan yang tidak hanya berfokus pada proyek beton dan bangunan, melainkan pada peningkatan kapasitas dasar warga negara.
Indikator IPM sendiri sangat ditentukan oleh kualitas aspek non-fisik atau aspek manusianya. Tiga pilar utama yang menjadi pondasi IPM adalah cakupan serta akses pendidikan, pemenuhan gizi dan jaminan kesehatan, serta tingkat daya beli masyarakat.
“Nah, saya kira ini sekarang adalah jauh berat (Jawa Barat) tidak masuk 10 besar untuk IPM. Ya, kalau dari sisi IPM-nya kan pasti kecenderungan naik. Cuma di sisi peringkat kita memang mengalami penurunan,” ujar Rafael Situmorang belum lama ini.
Ia mengingatkan bahwa pencapaian IPM di masa lalu pernah berada di posisi yang membanggakan. Penurunan hingga ke urutan 15 nasional harus menjadi alarm keras bagi eksekutif untuk menata ulang prioritas kebijakan pembangunan.
“Kita sekarang kalau nggak salah ke-15. Padahal sebelum-sebelumnya itu sempat kita sampai ke urutan 10,” ungkapnya mempertegas kondisi penurunan tersebut.
Rafael mendesak agar Pemprov Jabar menjadikan kemerosotan ini sebagai pekerjaan rumah (PR) bersama. Pendekatan intervensi kebijakan harus difokuskan kembali pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di seluruh pelosok daerah.
“Artinya ini PR bersamalah bahwa pemerintah provinsi harus terus memperbaiki IPM kita supaya IPM Jawa Barat menjadi semakin unggul,” harapnya menutup pembicaraan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










