Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Cuma Rendang! Ini 4 RM Padang Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kulineran

Kamis, 30 Juli 2026 04:00 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?

Kamis, 30 Juli 2026 03:00 WIB
Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Dapatkan Saldo DANA Gratis Rp100.000 Hari Ini, 30 Juli 2026: Cara Klaim Paling Mudah!

Kamis, 30 Juli 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Cuma Rendang! Ini 4 RM Padang Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kulineran
  • Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?
  • Dapatkan Saldo DANA Gratis Rp100.000 Hari Ini, 30 Juli 2026: Cara Klaim Paling Mudah!
  • Klaim Kode Redeem FF 30 Juli 2026: Deretan Hadiah Eksklusif Tanpa Top Up
  • Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang
  • Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib
  • Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat
  • Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ironi Jalan Kabupaten Sukabumi: 10 KM Rusak Parah, Lansia Sakit Harus Ditandu Pakai Sarung Menuju Medis

By Aga GustianaSenin, 27 April 2026 10:37 WIB3 Mins Read
Ilustrasi Jalan Rusak. (Shutterstock)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Potret memilukan kembali datang dari pelosok Kabupaten Sukabumi. Akibat akses infrastruktur yang hancur lebur, Sadi (60), seorang lansia yang tengah berjuang melawan komplikasi penyakit, terpaksa harus dievakuasi warga menggunakan tandu darurat dari kain sarung dan sebilah bambu.

Aksi dramatis warga Kampung Cidahu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampang Tengah ini terekam dalam sebuah video yang kini viral. Dalam cuplikan tersebut, sejumlah pria tampak bahu-membahu memikul bambu panjang melewati medan yang menyerupai sungai kering, demi membawa Pak Sadi menuju fasilitas medis.

Ambulans Tak Berkutik Menembus Jalan Rusak

Kondisi jalan kabupaten yang hanya menyisakan hamparan batu tajam dan tanah tidak rata membuat mobil Ambulans Siaga Desa tidak mampu menjangkau kediaman pasien. Kendaraan medis tersebut hanya bisa menunggu di ujung jalan yang jaraknya sangat jauh dari rumah korban.

Salah seorang warga yang merekam kejadian tersebut, Galih, menceritakan bahwa langkah darurat ini diambil karena kondisi kesehatan Pak Sadi yang kian menurun.

“Kejadiannya kemarin pagi sekitar jam 08.00 WIB. Pak Sadi menderita komplikasi asam urat dan lambung. Karena ambulans tidak bisa masuk sama sekali ke lokasi rumah, warga akhirnya inisiatif membuat tandu darurat,” ujar Galih pada Minggu (26/4/2026).

Warga pun harus berjalan kaki sejauh satu kilometer sambil memikul tandu yang terombang-ambing, melintasi semak belukar di kanan-kiri jalur yang sempit.

10 Kilometer Jalan Bak Jalur ‘Offroad’

Sesampainya di titik jemput, Pak Sadi langsung dipindahkan ke ranjang dorong medis menuju ambulans putih yang telah menanti. Galih menyebut, pihak ambulans sebenarnya sudah berusaha masuk sedalam mungkin ke area perkampungan.

“Ambulans itu juga sudah dipaksakan masuk sampai batas maksimal yang dia sanggup. Jarak dari rumah ke lokasi ambulans itu sekitar 1 kilometer, ya kami harus gotong-gotong pakai sarung sejauh itu,” ungkap Galih.

Mirisnya, persoalan ini bukan hal baru. Kerusakan ruas jalan yang menghubungkan Desa Tanjungsari dengan Desa Bojongtipar ini diperkirakan mencapai 10 kilometer. Bahkan, akses menuju Dusun Cidahu diklaim tidak pernah tersentuh pengaspalan layak meski statusnya adalah jalan kabupaten.

“Ruas jalannya rusak parah sekitar 10 kilometer. Pernah ada diaspal cuma 200 meter, tapi baru 3 bulan sudah hancur lagi sekarang. Kalau jalan ke arah kedusunan Cidahu malah belum pernah diaspal sama sekali, padahal statusnya jalan kabupaten,” tegasnya.

Harapan Warga: Jangan Ada Lagi Pasien yang Ditandu

Infrastruktur yang buruk ini kini tidak hanya mengancam nyawa warga yang sakit, tetapi juga mulai melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan memperbaiki akses vital tersebut agar kejadian serupa tidak terus berulang.

“Harapannya semoga cepat didengar pemerintah. Intinya warga sudah bingung harus gimana lagi, setiap ada yang sakit pasti kejadiannya ditandu seperti ini,” pungkas Galih.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita viral infrastruktur Jalan Rusak Jampang Tengah Kabupaten Sukabumi Lansia Ditandu Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat

Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan

Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.