Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan di GBLA? Laga Penentu Persib di ACL Two Terancam Geser ke Si Jalak Harupat

Jumat, 21 Agustus 2026 22:05 WIB

14 Pohon di Jalan Pahlawan Bandung Dikuliti, 2 Dipastikan Mati! Motif Pelaku Bikin Heran

Jumat, 21 Agustus 2026 21:35 WIB

Persib Punya 12 Pemain Asing, Igor Tolic Akhirnya Buka Suara soal Siapa yang Bakal Dilepas

Jumat, 21 Agustus 2026 21:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan di GBLA? Laga Penentu Persib di ACL Two Terancam Geser ke Si Jalak Harupat
  • 14 Pohon di Jalan Pahlawan Bandung Dikuliti, 2 Dipastikan Mati! Motif Pelaku Bikin Heran
  • Persib Punya 12 Pemain Asing, Igor Tolic Akhirnya Buka Suara soal Siapa yang Bakal Dilepas
  • Terbang Ke Australia Hingga Korea, Marc Klok Jujur Soal Beban Persib di ACL Two
  • Jabar Masih Dibelit Masalah, Kehadiran Dedi Mulyadi di NTT Dinilai Tak Urgent
  • Gudang Hancur, Beras Utuh! Keteladanan Hati Warga NTT yang Bikin Satu Indonesia Terharu
  • Bansos Tahap 3 2026 Masih Cair, Cek Status Penerima PKH dan BPNT Sekarang
  • Gratis dari Liverpool! Real Madrid Amankan Bek Prancis Ibrahima Konate hingga 2030
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 21 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ironi Pangandaran: Jadi Juara Minim Pengangguran di Jawa Barat, Tapi Warganya Berjuang Lawan Lonjakan Biaya Hidup

By Aga GustianaSelasa, 21 April 2026 10:42 WIB3 Mins Read
Ilustrasi kemiskinan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kabupaten Pangandaran mencatatkan prestasi unik sekaligus ironis. Di satu sisi, wilayah ini memegang predikat sebagai daerah dengan angka pengangguran terendah di Jawa Barat. Namun di sisi lain, bayang-bayang kemiskinan dan lonjakan biaya hidup menjadi “monster” nyata bagi kesejahteraan warganya.

Berdasarkan data terbaru BPS dalam laporan “Pangandaran dalam Angka 2025”, standar garis kemiskinan di Pangandaran melonjak drastis. Jika pada 2017 warga dianggap miskin jika pengeluarannya di bawah Rp342.672 per bulan, kini di tahun 2024, angkanya melambung menjadi Rp470.068.

Mengapa Sulit Lepas dari Jerat Miskin?

Meski secara persentase angka kemiskinan melandai ke angka 8,75 persen (sekitar 35,95 ribu jiwa) pasca-pandemi, jurang ekonomi justru melebar. Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) naik tipis menjadi 0,29 pada 2024, menandakan ketimpangan di antara sesama warga rentan semakin mencolok.

Kosih Kosasih, Statistisi Muda BPS Pangandaran, menjelaskan bahwa kemiskinan dan pengangguran adalah dua konsep berbeda.

“Karena tingkat pengangguran diukur bukan berdasarkan rata-rata konsumsi, secara konsep yang disebut menganggur adalah mereka yang sedang mencari kerja, mempersiapkan usaha, sudah diterima bekerja tetapi belum mulai bekerja serta merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan (putus asa),” terang Kosih, Senin (20/4/2026).

Simulasi Gaji UMK: Antara Makan atau Menabung?

Dengan UMK Pangandaran 2026 sebesar Rp2.351.250 (terendah kedua di Jabar), bertahan hidup di tengah inflasi adalah seni tingkat tinggi. Mari kita hitung:

  • Belanja Pokok (Beras, Telur, Minyak, Gas): Sekitar Rp498.000/bulan.
  • Bensin & Data Internet: Estimasi Rp250.000/bulan.
  • Kebutuhan Pribadi (Sabun, dll): Rp500.000/bulan.
  • Gaya Hidup (Rokok/Hiburan/Netflix/Iuran): Bisa menyentuh Rp1.000.000/bulan.

Total pengeluaran kasar bisa mencapai Rp2.268.000. Artinya, seorang pekerja lajang di Pangandaran hanya memiliki sisa “napas” sekitar Rp83.000 hingga Rp200.000 per bulan. Angka yang sangat riskan jika terjadi keadaan darurat.

Suara dari Lapangan: Harus Ekstra Hemat

Bagi RN (26), seorang pegawai hotel di Pangandaran, biaya operasional harian saja bisa menelan Rp150 ribu. Strateginya? Makan di warung nasi sederhana dengan menu ayam atau ikan seharga Rp20 ribu.

“Makan dengan harga Rp 20 ribu itu bisa sama olahan ayam, ikan. Dengan habis uang segitu dalam sehari masih aman sih kalau untuk gaji, masih ada sedikit uang lebih untuk menabung,” kata RN.

Berbeda dengan DA, karyawan lain yang gajinya bahkan belum menyentuh angka UMK. Ia mengandalkan uang lembur dan servis tambahan untuk menyambung hidup.

“Kalau kerjanya digabung lembur bisa UMK,” ucap DA. Demi menghemat, ia memilih membawa bekal dari rumah. “Kebetulan rumah ke tempat kerja dekat, jadi paling kalau bensin Rp 150 ribu sebulan. Kalau makan mah bekal dari rumah.”

Secara kumulatif, biaya hidup layak di Pangandaran saat ini rata-rata mencapai Rp1.380.589 per kapita. Tantangan besar kini menanti pemerintah daerah: bagaimana menjaga daya beli warga agar prestasi “minim pengangguran” tidak sekadar menjadi angka di atas kertas tanpa kesejahteraan nyata.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Biaya Hidup Pangandaran Ekonomi Pangandaran Kemiskinan Pangandaran UMK Pangandaran 2026
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

14 Pohon di Jalan Pahlawan Bandung Dikuliti, 2 Dipastikan Mati! Motif Pelaku Bikin Heran

Jabar Masih Dibelit Masalah, Kehadiran Dedi Mulyadi di NTT Dinilai Tak Urgent

Gudang Hancur, Beras Utuh! Keteladanan Hati Warga NTT yang Bikin Satu Indonesia Terharu

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Tahap 3 2026 Masih Cair, Cek Status Penerima PKH dan BPNT Sekarang

7.326 PPPK Paruh Waktu Bandung Dapat Kepastian, Ini Alasan Belum Diangkat Jadi Penuh Waktu

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Saldo Bansos Belum Masuk? Ini Penyebab PKH, BPNT dan Bantuan Beras Agustus 2026 Belum Cair

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.