Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sudah Lama Rusak, Ruang Kelas MI Tegal Koneng Bandung Barat Ambruk

Minggu, 20 September 2026 17:15 WIB

Link Live Streaming Persijap vs Persib, Kick Off 19.00 WIB di Super League

Minggu, 20 September 2026 16:51 WIB

Kemarau Mengancam, Geo Dipa Unit Patuha Serahkan Tangki Air 5.000 Liter ke BPBD Bandung

Minggu, 20 September 2026 15:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sudah Lama Rusak, Ruang Kelas MI Tegal Koneng Bandung Barat Ambruk
  • Link Live Streaming Persijap vs Persib, Kick Off 19.00 WIB di Super League
  • Kemarau Mengancam, Geo Dipa Unit Patuha Serahkan Tangki Air 5.000 Liter ke BPBD Bandung
  • Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal: Sosok di Balik Pidato Fenomenal yang Tampar Pemimpin
  • Persijap vs Persib: Misi Balas Dendam Maung Bandung di Gelora Bumi Kartini
  • Sah! Andre Taulany dan Amanda Rigby Resmi Menikah Hari Ini
  • Mahasiswa ITB Nyaris Terjun dari Jembatan GT Baros, Teriakan Pengendara Picu Penyelamatan
  • Seraf Naro Siregar Persembahkan Medali Pertama Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 20 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

ISAK TANGIS PECAH! Momen Terakhir Matilda Keliling Bandung Sebelum Pindah ke Aviary Irfan Hakim

By Putra JuangMinggu, 7 Juni 2026 13:27 WIB5 Mins Read
Momen haru terjadi saat Matilda, sapi legendaris milik Bos Koi, melakukan parade terakhir di Bandung. Foto: bukamata.id/ Putra Juang.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suasana di sekitaran ikon Kota Bandung, Gedung Sate, mendadak riuh dan penuh sesak pada Minggu (7/6/2026) pagi. Bukan karena aksi unjuk rasa atau festival kuliner biasa, melainkan karena kehadiran sesosok “selebriti” berkaki empat yang berjalan anggun menarik gerobak kayunya.

Ia adalah Matilda, sapi legendaris milik Hartono Soekwanto atau yang akrab disapa Bos Koi. Hari itu menjadi momen emosional sekaligus parade perpisahan Matilda dari jalanan Kota Kembang.

Lebih dari Sekadar Hewan Ternak

Bagi mereka yang pertama kali melihatnya, Matilda mungkin tampak seperti sapi biasa yang menarik gerobak. Namun bagi Bos Koi, dan siapa saja yang sempat menatap matanya dalam-dalam, Matilda adalah sebuah anomali emosional.

Ia adalah kehadiran yang mengusik nurani, meruntuhkan batas antara manusia dan alam, serta memancarkan kehangatan yang tak biasa. Maka tidak heran jika Bos Koi memperlakukan Matilda dengan limpahan kasih sayang yang tak masuk akal bagi ukuran sebuah hewan ternak.

Matilda begitu dimanja dengan kedekatan emosional yang intim. Tak tanggung-tanggung, Bos Koi bahkan membelikan “rumah baru” super mewah untuknya—sebuah lahan luas membentang sebesar 7 hektar yang dipenuhi hamparan rumput hijau yang rimbun, khusus agar Matilda bisa berlarian dan hidup dengan nyaman.

Bahkan, perlakuan istimewa itu tetap membekas hingga detik-detik perpisahannya. Sebelum memulai parade terakhir di jalanan Bandung, Matilda diberi perawatan layaknya seorang ratu. Ia dimanjakan dengan ritual ‘spa’, dimandikan, dan digosok bersih menggunakan sampo khusus yang langsung dibeli dan diimpor dari Jepang. Sesuatu yang menegaskan bahwa bagi Bos Koi, Matilda adalah segalanya.

Lebih mengejutkan dan menggetarkan jiwa, di balik tubuh besarnya yang tenang, Bos Koi menyimpan sebuah keyakinan yang mendalam: Matilda bukan sekadar peliharaan, melainkan sebuah refleksi dari jiwa yang terlahir kembali. Di dalam diri sapi penarik gerobak ini, Bos Koi meyakini ada reinkarnasi dari sosok mendiang anak tercintanya yang telah tiada.

Ikatan batin itulah yang membuat setiap derap langkah Matilda di Bandung terasa begitu magis sekaligus sarat akan kerinduan seorang ayah.

Parade Terakhir Sang Bintang Jalanan

Ditemani oleh Irfan Hakim, Audrey King of the Jungle, dan konten kreator Oghel Zulvianto, Bos Koi mengajak Matilda berkeliling menyusuri aspal Bandung untuk terakhir kalinya.

Rute perpisahan ini melintasi jantung kota: mulai dari Jalan Diponegoro, berbelok ke Jalan Sentot Alibasyah, menyusuri Jalan Surapati, melipir ke Jalan Aria Jipang, hingga kembali ke Jalan Diponegoro.

Kehadiran Matilda praktis mencuri perhatian. Warga yang sedang berolahraga pagi, sejoli yang bersantai di trotoar, hingga wisatawan di dalam mobil mendadak heboh.

Ponsel pintar langsung dikeluarkan dari saku, membidik momen langka tersebut. Teriakan histeris bernada gemas bersahut-sahutan memanggil nama Matilda.

Sapi ‘Taat Lalu Lintas’ dan Kuliner Sate Jando

Sebuah momen unik nan menggelitik terjadi saat rombongan melintas di depan Gedung DPRD Jawa Barat di Jalan Diponegoro. Layaknya pengendara motor atau mobil yang taat hukum, Matilda tiba-tiba berhenti secara ‘otomatis’ saat lampu lalu lintas berganti warna merah.

Sontak kejadian ini memicu tawa gagah dari Irfan Hakim dan warga sekitar. Matilda membuktikan diri sebagai sapi yang tahu sopan santun jalan raya.

Setelah lampu hijau menyala, perjalanan berlanjut menuju Jalan Cilayama dan Jalan Cimandiri. Di Jalan Cimandiri, aroma kepulan asap pembakaran yang menggoda iman menghentikan langkah mereka.

Rombongan memutuskan rehat sejenak untuk menikmati kuliner legendaris Bandung: Sate Jando. Sambil mengunyah sate yang kenyal dan gurih, canda tawa terus mengalir, seolah menunda senja perpisahan yang kian mendekat.

Momen Haru Penyerahan: “Saya Berikan, Bukan Dititipkan”

Usai rute berputar dan kembali ke titik awal di Jalan Diponegoro, suasana ceria mendadak berubah haru saat Bos Koi menyampaikan maksud utamanya. Hari itu bukan sekadar jalan-jalan santai, melainkan prosesi penyerahan Matilda kepada labuhan barunya: aviary megah milik Irfan Hakim.

“Saya serahkan untuk dipelihara di aviarinya Irfan Hakim. Dan ini hari terakhir Matilda ada di Kota Bandung. Dia akan mengikuti kodratnya menjadi sapi penarik gerobak, tapi kali ini tugasnya untuk menyenangkan anak-anak,” ucap Bos Koi.

Mendengar hal itu, Irfan Hakim sempat tertegun. Beban tanggung jawab merawat sapi yang begitu dicintai masyarakat tampak jelas di wajahnya.

“Makasih atas kepercayaannya ya Pak. Kepercayaan berat maksudnya, ini kan sapinya ada ikatan batin sama Bapak. Semoga sapinya sehat dan semoga saya bisa menjaga amanah ini sebaik-baiknya dan bisa membahagiakan orang lain,” kata Irfan Hakim.

Melihat Irfan yang tampak sungkan karena tahu betapa sayangnya Bos Koi pada Matilda, Bos Koi kembali menegaskan keputusannya dengan mantap.

“Jadi sapi ini tidak saya titipkan, tapi saya berikan kepada Irfan Hakim,” ujar Bos Koi.

“Pak… pak… titipkan aja ya pak, seminggu aja. Pak jangan pak (diberi)…” jawab Irfan Hakim dengan panik sekaligus haru.

Namun, keputusan Bos Koi sudah bulat. Bagi Bos Koi, merelakan Matilda adalah bentuk keikhlasan tertinggi, sebuah perjalanan spiritual yang ia maknai dengan sangat dalam.

“Kalaupun Matilda ini mengikuti teladan Nabi Ibrahim, saya ikhlas. Mungkin ini kodratnya di kehidupan ini. Supaya tergenapi semuanya,” pungkas Bos Koi.

Babak Baru untuk Matilda

Bandung hari itu melepas salah satu ikon uniknya dengan senyuman dan air mata keikhlasan. Kenangan akan mendiang sang anak kini dititipkan lewat tubuh Matilda yang akan memulai babak baru di Jakarta.

Matilda tidak lagi merasakan dinginnya cuaca Bandung, namun tugas mulianya kini bergeser membawa keceriaan baru bagi anak-anak dan menjadi bagian dari keluarga besar satwa di kediaman Irfan Hakim.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sudah Lama Rusak, Ruang Kelas MI Tegal Koneng Bandung Barat Ambruk

Kemarau Mengancam, Geo Dipa Unit Patuha Serahkan Tangki Air 5.000 Liter ke BPBD Bandung

Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal: Sosok di Balik Pidato Fenomenal yang Tampar Pemimpin

Mahasiswa ITB Nyaris Terjun dari Jembatan GT Baros, Teriakan Pengendara Picu Penyelamatan

Mind Blowing: Fakta-Fakta ‘Make in Indonesia’ Implementasi Diam-Diam Konsep ‘Indonesia Incorporated’ Presiden Prabowo

Kabar Gembira! 7.550 PPPK Paruh Waktu Kabupaten Bandung Bakal Jadi Penuh Waktu Januari 2027

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.