Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Momen debut Alfeandra Dewangga di Persib Bandung saat melawan Selangor FC.

Minim Menit Bermain, Alfeandra Dewangga Diisukan Cabut dari Persib Bandung

Minggu, 7 Juni 2026 14:12 WIB

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Turun Hari Ini, Simak Daftar Lengkap per Gram

Minggu, 7 Juni 2026 13:38 WIB

ISAK TANGIS PECAH! Momen Terakhir Matilda Keliling Bandung Sebelum Pindah ke Aviary Irfan Hakim

Minggu, 7 Juni 2026 13:27 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Minim Menit Bermain, Alfeandra Dewangga Diisukan Cabut dari Persib Bandung
  • Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Turun Hari Ini, Simak Daftar Lengkap per Gram
  • ISAK TANGIS PECAH! Momen Terakhir Matilda Keliling Bandung Sebelum Pindah ke Aviary Irfan Hakim
  • Link Streaming MotoGP Hungaria 2026, Marc Márquez Siap Lanjutkan Dominasi di Race Utama
  • BMKG Ungkap Penyebab Gempa Pangandaran: Ternyata dari Sesar Aktif Bawah Laut!
  • Persib Santai di Bursa Transfer, Tapi Siapkan ‘Bom Kejutan’ untuk Musim 2026/27
  • Heboh! Video Full Durasi Diduga Cut Salwa Beredar di Telegram, Benarkah Asli?
  • Persija Punya Banyak Bintang Muda, Shin Tae-yong Segera Datang?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 7 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

ISAK TANGIS PECAH! Momen Terakhir Matilda Keliling Bandung Sebelum Pindah ke Aviary Irfan Hakim

By Putra JuangMinggu, 7 Juni 2026 13:27 WIB5 Mins Read
Momen haru terjadi saat Matilda, sapi legendaris milik Bos Koi, melakukan parade terakhir di Bandung. Foto: bukamata.id/ Putra Juang.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suasana di sekitaran ikon Kota Bandung, Gedung Sate, mendadak riuh dan penuh sesak pada Minggu (7/6/2026) pagi. Bukan karena aksi unjuk rasa atau festival kuliner biasa, melainkan karena kehadiran sesosok “selebriti” berkaki empat yang berjalan anggun menarik gerobak kayunya.

Ia adalah Matilda, sapi legendaris milik Hartono Soekwanto atau yang akrab disapa Bos Koi. Hari itu menjadi momen emosional sekaligus parade perpisahan Matilda dari jalanan Kota Kembang.

Lebih dari Sekadar Hewan Ternak

Bagi mereka yang pertama kali melihatnya, Matilda mungkin tampak seperti sapi biasa yang menarik gerobak. Namun bagi Bos Koi, dan siapa saja yang sempat menatap matanya dalam-dalam, Matilda adalah sebuah anomali emosional.

Ia adalah kehadiran yang mengusik nurani, meruntuhkan batas antara manusia dan alam, serta memancarkan kehangatan yang tak biasa. Maka tidak heran jika Bos Koi memperlakukan Matilda dengan limpahan kasih sayang yang tak masuk akal bagi ukuran sebuah hewan ternak.

Matilda begitu dimanja dengan kedekatan emosional yang intim. Tak tanggung-tanggung, Bos Koi bahkan membelikan “rumah baru” super mewah untuknya—sebuah lahan luas membentang sebesar 7 hektar yang dipenuhi hamparan rumput hijau yang rimbun, khusus agar Matilda bisa berlarian dan hidup dengan nyaman.

Bahkan, perlakuan istimewa itu tetap membekas hingga detik-detik perpisahannya. Sebelum memulai parade terakhir di jalanan Bandung, Matilda diberi perawatan layaknya seorang ratu. Ia dimanjakan dengan ritual ‘spa’, dimandikan, dan digosok bersih menggunakan sampo khusus yang langsung dibeli dan diimpor dari Jepang. Sesuatu yang menegaskan bahwa bagi Bos Koi, Matilda adalah segalanya.

Baca Juga:  Diresmikan KDM, Pos Pengaduan Gedung Sate Jadi Tempat Warga Cari Solusi Tanpa Ribet

Lebih mengejutkan dan menggetarkan jiwa, di balik tubuh besarnya yang tenang, Bos Koi menyimpan sebuah keyakinan yang mendalam: Matilda bukan sekadar peliharaan, melainkan sebuah refleksi dari jiwa yang terlahir kembali. Di dalam diri sapi penarik gerobak ini, Bos Koi meyakini ada reinkarnasi dari sosok mendiang anak tercintanya yang telah tiada.

Ikatan batin itulah yang membuat setiap derap langkah Matilda di Bandung terasa begitu magis sekaligus sarat akan kerinduan seorang ayah.

Parade Terakhir Sang Bintang Jalanan

Ditemani oleh Irfan Hakim, Audrey King of the Jungle, dan konten kreator Oghel Zulvianto, Bos Koi mengajak Matilda berkeliling menyusuri aspal Bandung untuk terakhir kalinya.

Rute perpisahan ini melintasi jantung kota: mulai dari Jalan Diponegoro, berbelok ke Jalan Sentot Alibasyah, menyusuri Jalan Surapati, melipir ke Jalan Aria Jipang, hingga kembali ke Jalan Diponegoro.

Kehadiran Matilda praktis mencuri perhatian. Warga yang sedang berolahraga pagi, sejoli yang bersantai di trotoar, hingga wisatawan di dalam mobil mendadak heboh.

Ponsel pintar langsung dikeluarkan dari saku, membidik momen langka tersebut. Teriakan histeris bernada gemas bersahut-sahutan memanggil nama Matilda.

Sapi ‘Taat Lalu Lintas’ dan Kuliner Sate Jando

Baca Juga:  Bandung Siap Macet! Ini Daftar Event Besar Akhir Pekan Ini

Sebuah momen unik nan menggelitik terjadi saat rombongan melintas di depan Gedung DPRD Jawa Barat di Jalan Diponegoro. Layaknya pengendara motor atau mobil yang taat hukum, Matilda tiba-tiba berhenti secara ‘otomatis’ saat lampu lalu lintas berganti warna merah.

Sontak kejadian ini memicu tawa gagah dari Irfan Hakim dan warga sekitar. Matilda membuktikan diri sebagai sapi yang tahu sopan santun jalan raya.

Setelah lampu hijau menyala, perjalanan berlanjut menuju Jalan Cilayama dan Jalan Cimandiri. Di Jalan Cimandiri, aroma kepulan asap pembakaran yang menggoda iman menghentikan langkah mereka.

Rombongan memutuskan rehat sejenak untuk menikmati kuliner legendaris Bandung: Sate Jando. Sambil mengunyah sate yang kenyal dan gurih, canda tawa terus mengalir, seolah menunda senja perpisahan yang kian mendekat.

Momen Haru Penyerahan: “Saya Berikan, Bukan Dititipkan”

Usai rute berputar dan kembali ke titik awal di Jalan Diponegoro, suasana ceria mendadak berubah haru saat Bos Koi menyampaikan maksud utamanya. Hari itu bukan sekadar jalan-jalan santai, melainkan prosesi penyerahan Matilda kepada labuhan barunya: aviary megah milik Irfan Hakim.

“Saya serahkan untuk dipelihara di aviarinya Irfan Hakim. Dan ini hari terakhir Matilda ada di Kota Bandung. Dia akan mengikuti kodratnya menjadi sapi penarik gerobak, tapi kali ini tugasnya untuk menyenangkan anak-anak,” ucap Bos Koi.

Mendengar hal itu, Irfan Hakim sempat tertegun. Beban tanggung jawab merawat sapi yang begitu dicintai masyarakat tampak jelas di wajahnya.

Baca Juga:  Suarakan 11 Tuntutan, Aliansi Penambang Jabar Desak Dedi Mulyadi Percepat Jalan Khusus Tambang

“Makasih atas kepercayaannya ya Pak. Kepercayaan berat maksudnya, ini kan sapinya ada ikatan batin sama Bapak. Semoga sapinya sehat dan semoga saya bisa menjaga amanah ini sebaik-baiknya dan bisa membahagiakan orang lain,” kata Irfan Hakim.

Melihat Irfan yang tampak sungkan karena tahu betapa sayangnya Bos Koi pada Matilda, Bos Koi kembali menegaskan keputusannya dengan mantap.

“Jadi sapi ini tidak saya titipkan, tapi saya berikan kepada Irfan Hakim,” ujar Bos Koi.

“Pak… pak… titipkan aja ya pak, seminggu aja. Pak jangan pak (diberi)…” jawab Irfan Hakim dengan panik sekaligus haru.

Namun, keputusan Bos Koi sudah bulat. Bagi Bos Koi, merelakan Matilda adalah bentuk keikhlasan tertinggi, sebuah perjalanan spiritual yang ia maknai dengan sangat dalam.

“Kalaupun Matilda ini mengikuti teladan Nabi Ibrahim, saya ikhlas. Mungkin ini kodratnya di kehidupan ini. Supaya tergenapi semuanya,” pungkas Bos Koi.

Babak Baru untuk Matilda

Bandung hari itu melepas salah satu ikon uniknya dengan senyuman dan air mata keikhlasan. Kenangan akan mendiang sang anak kini dititipkan lewat tubuh Matilda yang akan memulai babak baru di Jakarta.

Matilda tidak lagi merasakan dinginnya cuaca Bandung, namun tugas mulianya kini bergeser membawa keceriaan baru bagi anak-anak dan menjadi bagian dari keluarga besar satwa di kediaman Irfan Hakim.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

aviary Irfan Hakim Bos Koi Matilda Gedung Sate Bandung Irfan Hakim Matilda kisah Matilda viral Matilda sapi Bandung momen haru Matilda parade Matilda Bandung sapi penarik gerobak Bandung sapi viral Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi gempa

BMKG Ungkap Penyebab Gempa Pangandaran: Ternyata dari Sesar Aktif Bawah Laut!

Mau Jadi ASN? Ini Jadwal dan Syarat Lengkap PPPK Sekolah Rakyat 2026

Pusaran Kasus Ijon Bekasi: Nama Mantan Pj Bupati Dani Ramdan Terseret dalam Sidang Suap APBD

Buntut Narasi Jabar Barbar dan Intoleran, Koalisi Advokat Sunda Seret Abu Janda ke Polisi

Pernikahan Hancur Dua Pekan Sebelum Resepsi, Pasangan di Bandung Tertipu WO Miliaran Rupiah

program MBG

Menanti Ujung Sengkarut Megaproyek Negara: Kupas Tuntas Carut Marut Program MBG hingga Ancaman Rungkad

Terpopuler
  • Video Cut Salwa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Video ‘Rok Hijau Tosca’ 3 Menit Bikin Heboh Warganet, Ternyata Ini yang Terjadi
  • Video ‘Rok Hijau di Dapur’ Viral Dicari, Pakar Ingatkan Bahaya Link Palsu Mengintai
  • Tren Viral TikTok Meledak! Video Misterius Rok Hijau Jadi Buruan Netizen, Waspada Link Palsu
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.