Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dua Orang Dibacok Kelompok Bermotor di Bandung Kulon, Begini Kronologinya

Selasa, 20 Oktober 2026 16:24 WIB

10 Kedai Rujak Paling Unik di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kulineran

Selasa, 20 Oktober 2026 16:08 WIB

Jadwal & Rekor Pertemuan Madura United vs Persib: Maung Bandung Dominan!

Selasa, 20 Oktober 2026 15:56 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dua Orang Dibacok Kelompok Bermotor di Bandung Kulon, Begini Kronologinya
  • 10 Kedai Rujak Paling Unik di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kulineran
  • Jadwal & Rekor Pertemuan Madura United vs Persib: Maung Bandung Dominan!
  • Rifky Yafianda Sumbang Emas, Indonesia Koleksi 10 Medali di Asian Para Games 2026
  • Kabar Kim Jong-un Meninggal Viral, Benarkah Pemimpin Korea Utara Telah Tiada?
  • 3.248 Personel Gabungan Amankan Demo Bandung, Ini Titik Pengamanan Polisi
  • Igor Tolic Ingin Marc Klok Bertahan, Sang Kapten Tunggu Kabar Baik Persib
  • Dulu Sinetron, Sekarang Layar Lebar Hollywood! Perkembangan Agnez Mo Bikin Syok
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 20 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jabar Luncurkan BPJS Ketenagakerjaan untuk Pekerja Informal, Target 3 Juta Peserta

By SusanaSenin, 1 September 2025 19:00 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berdialog dengan para pekerja sektor informal, seperti pengemudi ojek online dan buruh harian, Senin (1/9/2025). Pemdaprov Jabar berkomitmen melindungi pekerja nonformal melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Foto : Yogi Prayoga - Biro Adpim Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pekerja sektor informal di Jawa Barat kini mendapat perhatian serius dengan hadirnya program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

Program ini ditujukan untuk berbagai profesi, mulai dari ojek online (ojol), sopir truk, pedagang asongan, petani, nelayan, hingga pekerja lepas lainnya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, pendataan pekerja informal resmi dimulai pada Senin (1/9/2025).

“Kita sudah menandatangani kesepakatan dengan BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Barat. Pendataan dimulai hari ini untuk ojek, ojol, sopir truk, petani, nelayan, tukang kuli, pemulung, pedagang asongan, semua,” ujar Dedi Mulyadi di Gedung Sate, Bandung.

Baca Juga:  BSU BPJS Ketenagakerjaan 2025: Rp600 Ribu untuk 15,9 Juta Pekerja

Skema Pembiayaan dan Premi BPJS Ketenagakerjaan

Setelah proses pendataan, pekerja informal akan didaftarkan dalam program asuransi dengan premi sebesar Rp201.000 per tahun. Skema pembiayaan melibatkan pemerintah daerah, perusahaan, hingga aplikator ojek online.

“Kami ingin kerjasama dengan bupati/wali kota, juga aplikator ojol. Tujuannya agar semua pihak bersama-sama melindungi pekerja,” kata Dedi.

Perlindungan dan Manfaat untuk Pekerja Informal

Menurut KDM – sapaan akrab Gubernur Dedi – program ini penting untuk menjamin keadilan sosial. Ia mencontohkan kasus pekerja ojol yang mengalami kecelakaan hingga patah kaki dan harus menanggung biaya sendiri.

Baca Juga:  Terobosan Baru! Mahasiswa Teknik Sipil Bisa Dapat Uang Saku Lewat Pengawasan Proyek Jabar

“Nantinya semua sudah dicover asuransi kecelakaan kerja, termasuk biaya kaki palsu, perawatan, hingga pengganti penghasilan selama dirawat,” jelasnya.

Program BPJS Ketenagakerjaan ini juga mencakup santunan kematian, beasiswa untuk anak peserta, hingga perlindungan kecelakaan kerja yang tidak tercakup oleh asuransi lain seperti Jasa Raharja.

Anggaran Rp60 Miliar dan Target 3 Juta Peserta

Untuk sisa tahun 2025, Pemda Provinsi Jabar menyiapkan anggaran sekitar Rp60 miliar. Tahun depan, pembiayaan akan diperluas melalui kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota dan pihak swasta.

“Kalau bupati atau wali kota tidak mau kerjasama, saya tidak akan alokasikan untuk daerah itu. Kalau rakyat protes, silakan tanya kepala daerahnya,” tegas Dedi.

Baca Juga:  Banjir Besar di Bekasi, Dedi Mulyadi Soroti Buruknya Tata Ruang

Pada tahap awal, pemerintah menargetkan 3 juta pekerja informal terdaftar dalam program ini. Jumlah peserta akan bertambah secara bertahap melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah serta perusahaan aplikator.

Selain itu, Dedi juga menyoroti pengusaha kecil yang belum memberikan perlindungan kepada pekerjanya.

“Banyak pemilik pabrik bata atau genteng lokal yang mampu, tapi tidak melindungi pegawainya. Negara harus hadir, pemerintah dan pengusaha harus adil,” ucapnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPJS Ketenagakerjaan Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dua Orang Dibacok Kelompok Bermotor di Bandung Kulon, Begini Kronologinya

Kabar Kim Jong-un Meninggal Viral, Benarkah Pemimpin Korea Utara Telah Tiada?

3.248 Personel Gabungan Amankan Demo Bandung, Ini Titik Pengamanan Polisi

Demo Jakarta

Siap-siap Macet! Ini Titik Demonstrasi Jakarta 20 Oktober dan Jalur Pintasnya

Ribuan Mahasiswa Demo di Bandung Hari Ini, Jalan Asia Afrika dan DPRD Jabar Jadi Sasaran

Sama-Sama Tercekik Biaya Hidup! Warga Prancis Berani Runtuhkan Kota, Rakyat RI Cuma Sibuk Mode Bertahan?

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.