Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Sub-Zero Lagi! Joe Taslim Resmi Gantikan Steven Yeun Jadi Musuh Spider-Man?

Selasa, 25 Agustus 2026 20:43 WIB

Persib Luncurkan Jersey 2026/27, Antusiasme Bobotoh Tembus 2.000 Pesanan

Selasa, 25 Agustus 2026 20:01 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BPNT Rp600 Ribu Menanti? Begini Cara Cek Bansos Agustus 2026 Lewat NIK KTP

Selasa, 25 Agustus 2026 19:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Sub-Zero Lagi! Joe Taslim Resmi Gantikan Steven Yeun Jadi Musuh Spider-Man?
  • Persib Luncurkan Jersey 2026/27, Antusiasme Bobotoh Tembus 2.000 Pesanan
  • BPNT Rp600 Ribu Menanti? Begini Cara Cek Bansos Agustus 2026 Lewat NIK KTP
  • Persib Perkenalkan 32 Pemain, Umuh Muchtar Pastikan Skuad Musim 2026/27 Sudah Cukup
  • Misteri Absennya Ramon Tanque di Pesta Biru Persib Terjawab, Manajemen Beri Bocoran
  • Sah! Jonatan Christie Resmi Nomor 1 Dunia, Penantian 26 Tahun Berakhir
  • Resmi! Daftar Lengkap 32 Pemain Persib Bandung Musim 2026/27 dan 6 Pilar Asing Anyar
  • Nyaris Diamuk Massa! Pedagang Cimin di Cirebon Ditangkap Polisi Buntut Dugaan Kasus Pedofilia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 26 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jabar Luncurkan BPJS Ketenagakerjaan untuk Pekerja Informal, Target 3 Juta Peserta

By SusanaSenin, 1 September 2025 19:00 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berdialog dengan para pekerja sektor informal, seperti pengemudi ojek online dan buruh harian, Senin (1/9/2025). Pemdaprov Jabar berkomitmen melindungi pekerja nonformal melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Foto : Yogi Prayoga - Biro Adpim Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pekerja sektor informal di Jawa Barat kini mendapat perhatian serius dengan hadirnya program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

Program ini ditujukan untuk berbagai profesi, mulai dari ojek online (ojol), sopir truk, pedagang asongan, petani, nelayan, hingga pekerja lepas lainnya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, pendataan pekerja informal resmi dimulai pada Senin (1/9/2025).

“Kita sudah menandatangani kesepakatan dengan BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Barat. Pendataan dimulai hari ini untuk ojek, ojol, sopir truk, petani, nelayan, tukang kuli, pemulung, pedagang asongan, semua,” ujar Dedi Mulyadi di Gedung Sate, Bandung.

Baca Juga:  Kebijakannya Dinilai Kontroversial, Dedi Mulyadi Minta Maaf

Skema Pembiayaan dan Premi BPJS Ketenagakerjaan

Setelah proses pendataan, pekerja informal akan didaftarkan dalam program asuransi dengan premi sebesar Rp201.000 per tahun. Skema pembiayaan melibatkan pemerintah daerah, perusahaan, hingga aplikator ojek online.

“Kami ingin kerjasama dengan bupati/wali kota, juga aplikator ojol. Tujuannya agar semua pihak bersama-sama melindungi pekerja,” kata Dedi.

Perlindungan dan Manfaat untuk Pekerja Informal

Menurut KDM – sapaan akrab Gubernur Dedi – program ini penting untuk menjamin keadilan sosial. Ia mencontohkan kasus pekerja ojol yang mengalami kecelakaan hingga patah kaki dan harus menanggung biaya sendiri.

Baca Juga:  Pengalaman dan Rekam Jejak Dedi Mulyadi Diyakini Jadi Modal Besar Bawa Jabar Lebih Maju

“Nantinya semua sudah dicover asuransi kecelakaan kerja, termasuk biaya kaki palsu, perawatan, hingga pengganti penghasilan selama dirawat,” jelasnya.

Program BPJS Ketenagakerjaan ini juga mencakup santunan kematian, beasiswa untuk anak peserta, hingga perlindungan kecelakaan kerja yang tidak tercakup oleh asuransi lain seperti Jasa Raharja.

Anggaran Rp60 Miliar dan Target 3 Juta Peserta

Untuk sisa tahun 2025, Pemda Provinsi Jabar menyiapkan anggaran sekitar Rp60 miliar. Tahun depan, pembiayaan akan diperluas melalui kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota dan pihak swasta.

“Kalau bupati atau wali kota tidak mau kerjasama, saya tidak akan alokasikan untuk daerah itu. Kalau rakyat protes, silakan tanya kepala daerahnya,” tegas Dedi.

Baca Juga:  Cara Cek BSU BPJS Ketenagakerjaan Rp600 Ribu Oktober 2025 Lewat Link Resmi

Pada tahap awal, pemerintah menargetkan 3 juta pekerja informal terdaftar dalam program ini. Jumlah peserta akan bertambah secara bertahap melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah serta perusahaan aplikator.

Selain itu, Dedi juga menyoroti pengusaha kecil yang belum memberikan perlindungan kepada pekerjanya.

“Banyak pemilik pabrik bata atau genteng lokal yang mampu, tapi tidak melindungi pegawainya. Negara harus hadir, pemerintah dan pengusaha harus adil,” ucapnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPJS Ketenagakerjaan Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BPNT Rp600 Ribu Menanti? Begini Cara Cek Bansos Agustus 2026 Lewat NIK KTP

Nyaris Diamuk Massa! Pedagang Cimin di Cirebon Ditangkap Polisi Buntut Dugaan Kasus Pedofilia

Mau Jadi Petugas Haji 2027? Pendaftaran PPIH Dibuka, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya

Di Balik Isu Ekowisata Puncak, Tangisan Dedi Mulyadi Berakhir Tanpa Hasil?

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cek Bansos Sekarang! Status ‘YA’ dan ‘Proses Transfer’ Ternyata Punya Arti Berbeda

Data BPS: Penduduk Miskin di Jawa Barat Capai 3,44 Juta Jiwa

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.