Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Drama Pakansari! Gol Adam Alis di Menit 90+1 Selamatkan Persib dari Hasil Imbang

Minggu, 25 Oktober 2026 21:26 WIB

Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar

Minggu, 25 Oktober 2026 21:14 WIB

Dibuang ke Panti tapi Public Speaking-nya Bikin Kagum, Ini Sosok Mbah Suharyono

Minggu, 25 Oktober 2026 20:44 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Drama Pakansari! Gol Adam Alis di Menit 90+1 Selamatkan Persib dari Hasil Imbang
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Dibuang ke Panti tapi Public Speaking-nya Bikin Kagum, Ini Sosok Mbah Suharyono
  • Nyawa Melayang Usai Bela Rekan, Kisah Pilu FR Korban Pengeroyokan Pasar Caringin
  • Cuma Butuh 15 Menit, Peralta Bikin Garudayaksa Tertunduk
  • Klok dan Thom Haye Dicadangkan! Ini Line Up Mengejutkan Persib vs Garudayaksa
  • 7 Langkah Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu, Cukup dari HP
  • Lawan Main Seperti Perang! Dedi Kusnandar Ungkap Beratnya Jadi Persib
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 25 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jabar Tertinggi Investasi Nasional! Ini Jurus Orkestrasi Dedi Mulyadi di Forum APINDO

By SusanaSelasa, 5 Agustus 2025 19:00 WIB3 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi dalam acara Rakerkonas APINDO di El Royal Hotel Bandung, Selasa (5/8/2025). Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan pentingnya peran kepala daerah sebagai pengorkestrasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif dan progresif.

Hal itu disampaikan Dedi Mulyadi dalam acara Rakerkonas APINDO di El Royal Hotel Bandung, Selasa (5/8/2025).

Dedi menyebut bahwa Jawa Barat saat ini memimpin secara nasional dalam hal realisasi investasi, dengan total nilai mencapai Rp72,5 triliun. Capaian ini, menurutnya, bukan datang secara tiba-tiba, melainkan hasil dari kebijakan strategis dan sinkronisasi lintas sektor yang dijalankan secara konsisten.

“Jawa Barat hari ini rangking tertinggi investasi di Indonesia. Itu tidak ujug-ujug, tapi karena kami mampu mengurangi premanisme di kawasan industri, mempercepat perizinan, dan membuka ruang dialog dengan masyarakat,” jelas Dedi.

Atasi Hambatan Investasi: Izin, Lahan, dan Koordinasi

Dedi menyoroti sejumlah hambatan yang sering mengganggu kelancaran investasi, mulai dari persoalan izin lokasi, IUP, UKL-UPL, hingga persoalan teknis dalam sistem Online Single Submission (OSS). Ia mengungkapkan perlunya kecermatan kepala daerah dalam mengelola antrean rekomendasi dari Dinas Lingkungan Hidup.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Targetkan Rp5 Triliun untuk Pembangunan Infrastruktur Jabar

“Kalau kepala daerah tidak cerdas menyikapi itu, investor bisa mundur. Saya turun langsung, kirim surat ke masyarakat, win-win solution. Kalau perlu, kita cari lahan pengganti untuk kawasan industri,” katanya.

Industrialisasi dan Distribusi Wilayah

Dalam paparannya, Dedi juga menyoroti pergeseran industri padat karya ke wilayah seperti Indramayu, Cirebon, Kuningan, dan Majalengka, sementara industri padat modal mulai tumbuh di Subang. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa distribusi pusat industri di Jawa Barat semakin merata.

Namun, masih ada kendala teknis seperti aturan alih fungsi lahan pertanian di tengah kawasan industri, yang membutuhkan negosiasi dan keberanian kepala daerah dalam membuat keputusan yang berpihak pada solusi.

Link and Match Dunia Usaha dan Pendidikan

Salah satu poin penting yang disorot Dedi adalah ketidaksesuaian kualifikasi tenaga kerja lokal dengan kebutuhan industri. Ia mencontohkan masih banyak masyarakat yang gagal seleksi kerja hanya karena lemah dalam matematika dasar.

Baca Juga:  Gelombang Protes SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Pengamat: Akibat Perencanaan Tergesa-gesa

“Kalau begitu, kita siapkan pelatihan dasar. Kursus hitung, kali, tambah. Pendidikan harus mengarah ke kebutuhan industri, bukan sekadar teori,” tegasnya.

Ia juga menuntut adanya rencana rekrutmen industri secara terbuka dari tahun ke tahun, agar daerah bisa menyiapkan tenaga kerja secara tepat waktu.

Usulan UMK Nasional Sektoral: Hapus Kesenjangan Upah Antarwilayah

Dedi mengusulkan konsep upah sektoral nasional agar tidak terjadi pergeseran industri dari satu daerah ke daerah lain hanya karena selisih UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota).

“Kalau UMK sektoral berlaku nasional, maka tidak ada lagi cerita Karawang pindah ke Indramayu karena upah lebih rendah. Ini juga mengurangi tekanan politik di momen penetapan upah,” katanya di hadapan Menteri Ketenagakerjaan dan Forum Apindo.

Baca Juga:  Tak Ada Niat Buruk, Ini Tujuan Dedi Mulyadi Bongkar Isi APBD Jabar

Perlindungan Buruh Perempuan: Fokus Gizi dan Kesehatan Reproduksi

Mengakhiri paparannya, Dedi mengungkapkan keprihatinan terhadap buruh perempuan di sektor garmen yang kerap tidak mendapat asupan gizi memadai dan menghadapi risiko kesehatan, termasuk kanker serviks.

Ia berencana menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang mewajibkan perusahaan menyediakan kantin sehat dan higienis, serta memberikan edukasi kepada pekerja perempuan tentang kesehatan reproduksi dan kebersihan diri.

“Mereka sering makan sembarangan, telat ganti pembalut, risikonya tinggi. Kita harus lindungi pekerja perempuan dengan aturan yang konkret,” tegasnya.

Untuk itu, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pemimpin daerah tidak boleh lepas tangan terhadap problem investasi, industri, dan kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan pentingnya pemimpin tampil sebagai solutor, mediator, dan komunikator di tengah kompleksitas kebijakan pusat dan dinamika sosial.

“Kalau pemimpinnya diam, semua jalan sendiri-sendiri. Investasi akan stagnan, industri lari ke daerah lain. Inilah pentingnya mengorkestrasi semua pihak,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar

PENUSUKAN

Nyawa Melayang Usai Bela Rekan, Kisah Pilu FR Korban Pengeroyokan Pasar Caringin

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

7 Langkah Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu, Cukup dari HP

PENUSUKAN

Petang Berdarah di Pasar Induk Caringin! Polisi Buru 30 Penyerang

Cuma Gara-gara Dikira Melirik Pacar, Remaja di Garut Todongkan Golok!

Jangan Lupa Payung! Bandung dan 17 Daerah Jabar Diprediksi Hujan Hari Ini

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.