Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

MSU Medical Centre Bidik Pasien Indonesia, Tawarkan Layanan Jantung hingga Medical Check-up

Jumat, 10 Juli 2026 14:33 WIB

Febrie Adriansyah Buka Suara Soal Temuan Brankas di Rumah Pribadinya

Jumat, 10 Juli 2026 14:32 WIB

Belgia Bidik Semifinal Piala Dunia 2026, Rudi Garcia Tantang Spanyol Tampil Habis-habisan

Jumat, 10 Juli 2026 14:11 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • MSU Medical Centre Bidik Pasien Indonesia, Tawarkan Layanan Jantung hingga Medical Check-up
  • Febrie Adriansyah Buka Suara Soal Temuan Brankas di Rumah Pribadinya
  • Belgia Bidik Semifinal Piala Dunia 2026, Rudi Garcia Tantang Spanyol Tampil Habis-habisan
  • Mariano Peralta Selangkah Lagi ke Persib? Ini Peringatan Bung Ropan untuk Maung Bandung
  • Jadwal Asia Africa Festival 2026 Bandung, Cek Daftar Jalan yang Ditutup 11-12 Juli
  • Link DANA Kaget Terbaru 10 Juli 2026: Begini Cara Dapat Saldo DANA Gratis Tanpa Tertipu
  • Argentina vs Swiss: Reuni Lionel Messi dan Granit Xhaka Usai 12 Tahun, Siapa ke Semifinal?
  • Intensitas Tinggi! Beckham Putra Siap Rebut Tempat di Timnas Indonesia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 10 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jabar Tertinggi Investasi Nasional! Ini Jurus Orkestrasi Dedi Mulyadi di Forum APINDO

By SusanaSelasa, 5 Agustus 2025 19:00 WIB3 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi dalam acara Rakerkonas APINDO di El Royal Hotel Bandung, Selasa (5/8/2025). Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan pentingnya peran kepala daerah sebagai pengorkestrasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif dan progresif.

Hal itu disampaikan Dedi Mulyadi dalam acara Rakerkonas APINDO di El Royal Hotel Bandung, Selasa (5/8/2025).

Dedi menyebut bahwa Jawa Barat saat ini memimpin secara nasional dalam hal realisasi investasi, dengan total nilai mencapai Rp72,5 triliun. Capaian ini, menurutnya, bukan datang secara tiba-tiba, melainkan hasil dari kebijakan strategis dan sinkronisasi lintas sektor yang dijalankan secara konsisten.

“Jawa Barat hari ini rangking tertinggi investasi di Indonesia. Itu tidak ujug-ujug, tapi karena kami mampu mengurangi premanisme di kawasan industri, mempercepat perizinan, dan membuka ruang dialog dengan masyarakat,” jelas Dedi.

Atasi Hambatan Investasi: Izin, Lahan, dan Koordinasi

Dedi menyoroti sejumlah hambatan yang sering mengganggu kelancaran investasi, mulai dari persoalan izin lokasi, IUP, UKL-UPL, hingga persoalan teknis dalam sistem Online Single Submission (OSS). Ia mengungkapkan perlunya kecermatan kepala daerah dalam mengelola antrean rekomendasi dari Dinas Lingkungan Hidup.

Baca Juga:  Meriah! Yoshua Putra Maruarar Sirait Gelar Pesta Rakyat di Majalengka

“Kalau kepala daerah tidak cerdas menyikapi itu, investor bisa mundur. Saya turun langsung, kirim surat ke masyarakat, win-win solution. Kalau perlu, kita cari lahan pengganti untuk kawasan industri,” katanya.

Industrialisasi dan Distribusi Wilayah

Dalam paparannya, Dedi juga menyoroti pergeseran industri padat karya ke wilayah seperti Indramayu, Cirebon, Kuningan, dan Majalengka, sementara industri padat modal mulai tumbuh di Subang. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa distribusi pusat industri di Jawa Barat semakin merata.

Namun, masih ada kendala teknis seperti aturan alih fungsi lahan pertanian di tengah kawasan industri, yang membutuhkan negosiasi dan keberanian kepala daerah dalam membuat keputusan yang berpihak pada solusi.

Link and Match Dunia Usaha dan Pendidikan

Salah satu poin penting yang disorot Dedi adalah ketidaksesuaian kualifikasi tenaga kerja lokal dengan kebutuhan industri. Ia mencontohkan masih banyak masyarakat yang gagal seleksi kerja hanya karena lemah dalam matematika dasar.

Baca Juga:  Dedi-Erwan Akan Bangun Karakter Masyarakat Berdasarkan Kebudayaan

“Kalau begitu, kita siapkan pelatihan dasar. Kursus hitung, kali, tambah. Pendidikan harus mengarah ke kebutuhan industri, bukan sekadar teori,” tegasnya.

Ia juga menuntut adanya rencana rekrutmen industri secara terbuka dari tahun ke tahun, agar daerah bisa menyiapkan tenaga kerja secara tepat waktu.

Usulan UMK Nasional Sektoral: Hapus Kesenjangan Upah Antarwilayah

Dedi mengusulkan konsep upah sektoral nasional agar tidak terjadi pergeseran industri dari satu daerah ke daerah lain hanya karena selisih UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota).

“Kalau UMK sektoral berlaku nasional, maka tidak ada lagi cerita Karawang pindah ke Indramayu karena upah lebih rendah. Ini juga mengurangi tekanan politik di momen penetapan upah,” katanya di hadapan Menteri Ketenagakerjaan dan Forum Apindo.

Baca Juga:  Gaya Pemerintahan Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi, Kenali Masing-masing Programnya

Perlindungan Buruh Perempuan: Fokus Gizi dan Kesehatan Reproduksi

Mengakhiri paparannya, Dedi mengungkapkan keprihatinan terhadap buruh perempuan di sektor garmen yang kerap tidak mendapat asupan gizi memadai dan menghadapi risiko kesehatan, termasuk kanker serviks.

Ia berencana menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang mewajibkan perusahaan menyediakan kantin sehat dan higienis, serta memberikan edukasi kepada pekerja perempuan tentang kesehatan reproduksi dan kebersihan diri.

“Mereka sering makan sembarangan, telat ganti pembalut, risikonya tinggi. Kita harus lindungi pekerja perempuan dengan aturan yang konkret,” tegasnya.

Untuk itu, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pemimpin daerah tidak boleh lepas tangan terhadap problem investasi, industri, dan kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan pentingnya pemimpin tampil sebagai solutor, mediator, dan komunikator di tengah kompleksitas kebijakan pusat dan dinamika sosial.

“Kalau pemimpinnya diam, semua jalan sendiri-sendiri. Investasi akan stagnan, industri lari ke daerah lain. Inilah pentingnya mengorkestrasi semua pihak,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APINDO Jawa Barat Dedi Mulyadi Investasi Jawa Barat UMK sektoral nasional
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

MSU Medical Centre Bidik Pasien Indonesia, Tawarkan Layanan Jantung hingga Medical Check-up

Febrie Adriansyah Buka Suara Soal Temuan Brankas di Rumah Pribadinya

Jadwal Asia Africa Festival 2026 Bandung, Cek Daftar Jalan yang Ditutup 11-12 Juli

Kabar Duka! Mantan Mendag Rachmat Gobel Meninggal Dunia

Panduan Lengkap Cek Bansos PKH BPNT Juli 2026, Simak Nominal dan Jadwal Pencairannya

Tabrak Lari di Pasteur Bandung Berujung Maut, Satu Korban Meninggal usai Dirawat Intensif

Terpopuler
  • Bagan Resmi 16 Besar Piala Dunia 2026: Peta Persaingan Fase Gugur Menuju Semifinal
  • Retaknya Panca Curiga di Tanah Purwakarta: Di Mana Batas ‘Heureuy’ Sunda Saat Tubuh Perempuan Jadi Bahan Jenaka?
  • Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!
  • Kisah Keyshia, Mojang Bandung yang Rela Kurang Tidur Demi Kejar Prestasi: Hasil Tak Mengkhianati Proses!
  • Link Live Streaming Argentina vs Cape Verde Piala Dunia 2026, Tonton di TVRI dan OTT
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.