Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

10 Spot Kuliner Lembang Bandung Paling “Recommended” Buat Quality Time Bareng Keluarga!

Selasa, 26 Mei 2026 06:00 WIB

Bu Guru Bahasa Inggris Part 2 Diburu, Netizen Cari Link Asli

Selasa, 26 Mei 2026 05:00 WIB

Bukan Hilang! Ini Alasan Persib Tak Terima ‘Giant Check’ Usai Juara

Selasa, 26 Mei 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 10 Spot Kuliner Lembang Bandung Paling “Recommended” Buat Quality Time Bareng Keluarga!
  • Bu Guru Bahasa Inggris Part 2 Diburu, Netizen Cari Link Asli
  • Bukan Hilang! Ini Alasan Persib Tak Terima ‘Giant Check’ Usai Juara
  • Heboh! Video Viral ‘TKW Taiwan 3 Vs 1’ Bikin Pencarian Meledak di Medsos
  • Healing ke Subang? Ini 7 Spot Wisata Terbaik untuk Melarikan Diri dari Hiruk-Pikuk Kota
  • Liburan Seru di Bandung Barat: 5 Spot Wisata Favorit yang Tak Boleh Dilewatkan
  • The Legacy Continues! Igor Tolic Resmi Pimpin Persib Bandung
  • Resmi! Tinggalkan Kursi Pelatih, Bojan Hodak Siap Kawal Masa Depan Persib dari Balik Layar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 26 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Jadi Bahan Pembuatan Galon Isi Ulang, Ahli Pastikan Tubuh Bisa Bersihkan BPA

By Putra JuangRabu, 4 Oktober 2023 16:05 WIB3 Mins Read
galon isi ulang. (Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Beredar isu terkait bahaya Bisfenol A (BPA) untuk tubuh. Terkait ini, dokter dan ahli biokimia dr. Laurentius Aswin Pramono, M Epid, SpDP-KEMD memastikan bahwa tubuh mempunyai cara membersihkan BPA.

Dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan subspesialis di bidang endokrinologi, metabolisme, dan diabetes itu menyebut bahwa rumor terkait bahaya BPA tidak menyadarkan pada bukti yang valid.

“Dalam berbagai studi tentang BPA, paparan bahan kimia yang tidak kita konsumsi secara sengaja kecil sekali kemungkinan untuk mencapai kadar yang mengganggu kesehatan,” ucapnya, dikutip dari keterangan resmi.

Menurutnya, apabila partikel BPA ini sampai terpapar atau tertelan dalam jumlah yang sangat kecil, tubuh manusia memiliki mekanisme untuk mendetoksifikasi atau mengurainya.

Itu dilakukan liver dan mensekresikannya melalui ginjal dan air keringat. Jadi, lanjutnya, tidak sampai terakumulasi dalam tubuh sehingga tidak akan menyebabkan gangguan terhadap kesehatan.

Baca Juga:  6 Hektare Hutan Gunung Kacapi Sumedang Habis Terbakar, Si Jago Merah Baru Jinak Tadi Pagi

Dia menuturkan batas aman BPA menurut EFSA adalah 4 mikrogram per kilogram berat badan per hari. Sedang studi menunjukkan bahwa dalam air kemasan kemungkinan paparan BPA itu 0,01 persen atau 1 per 10 ribu.

“Artinya, kita membutuhkan 10 ribu air atau galon dalam sekali waktu atau sekali telan untuk bisa mencapai kadar yang tidak aman. Itu sesuatu yang mustahil dan tidak mungkin tercapai,” katanya.

Dia juga membantah bahwa air kemasan galon dapat menyebabkan kemandulan atau infertilitas dan gangguan metabolisme.

Baca Juga:  10 Rekomendasi Film Indonesia Bertema Perjuangan, Cocok Ditonton Saat 17 Agustus

Menurutnya, penyakit-penyakit tersebut penyebabnya sangat banyak atau multi faktor dan tidak satu efek saja.

Paparan zat-zat kimia itu sangat kecil menyebabkan gangguan infertilitas atau gangguan metabolisme. “Jadi, air mineral galon guna ulang aman dikonsumsi,” tukasnya.

Sebelumnya, Dosen Biokimia dari Fakultas MIPA IPB Syaefudin, PhD, mengungkapkan hingga kini belum ada zat kimia pengganti yang lebih aman dari BPA untuk pengeras galon berbahan Polikarbonat atau galon guna ulang.

Dia mengungkapkan BPA yang tidak sengaja dikonsumsi para konsumen dari kemasan pangan akan dikeluarkan lagi dari dalam tubuh.

Menurutnya, BPA akan diubah di dalam hati menjadi senyawa lain sehingga dapat lebih mudah dikeluarkan lewat urin.

“Jadi sebenarnya, kalau BPA itu tidak sengaja dikonsumsi oleh tubuh kita. Misalkan dari air minum dalam kemasan yang mengandung BPA. Tapi, ketika dikonsumsi, yang paling berperan itu adalah hati,” kata dia.

Baca Juga:  Khairur Rijal Tampik Sepatu Louis Vuitton Milik Yana Mulyana Bagian dari Suap

“Ada proses glukoronidase di hati, di mana ada enzim yang mengubah BPA itu menjadi senyawa lain yang muda dikeluarkan tubuh lewat urin,” katanya.

Selain itu, kata Syaefudin, sebenarnya BPA ini memiliki biological half life atau waktu paruh biologisnya.

Artinya, ketika BPA itu misalnya satuannya 10, masuk dalam tubuh, dia selama 5-6 jam akan cuma tersisa 5.

“Nah, yang setengahnya lagi itu dikeluarkan dari tubuh. Artinya, yang berpotensi untuk menjadi toksik dalam tubuh itu sebenarnya sudah berkurang,” tuturnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPA Featured galon
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

10 Spot Kuliner Lembang Bandung Paling “Recommended” Buat Quality Time Bareng Keluarga!

Bu Guru Bahasa Inggris Part 2 Diburu, Netizen Cari Link Asli

Heboh! Video Viral ‘TKW Taiwan 3 Vs 1’ Bikin Pencarian Meledak di Medsos

Keindahan Kebun Teh Ciater, salah satu ikon Wisata Subang.

Healing ke Subang? Ini 7 Spot Wisata Terbaik untuk Melarikan Diri dari Hiruk-Pikuk Kota

Liburan Seru di Bandung Barat: 5 Spot Wisata Favorit yang Tak Boleh Dilewatkan

The Great Asia Africa 2.0

Liburan ke Bandung Auto Bahagia! Ini 4 Destinasi Keluarga Paling Favorit

Terpopuler
  • Diduga Hina Bos Persib Umuh Muchtar, Pemilik Akun Facebook Ini Diburu Netizen!
  • Tebing Keraton
    Menjelajahi Pesona “Swiss van Java”: 5 Destinasi Unggulan di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Link ‘Guru Bahasa Inggris Viral’ Ramai Dicari, Pakar Ingatkan Bahaya Phishing dan Malware
  • Fenomena Video Guru Bahasa Inggris Viral 2026: Warganet Diburu Rasa Penasaran, Link Berbahaya Mengintai
  • Kejutan Bursa Transfer: Bintang Liga Singapura Beri Sinyal Gabung Persib Bandung, Bakal Jadi Pemain Termahal?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.