Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81

Selasa, 27 Oktober 2026 21:50 WIB

Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil

Selasa, 27 Oktober 2026 20:43 WIB

Topeng ‘Sultan Dermawan’ Retak? Aisar Khaled Diisukan Bawa Kabur Uang Rp5,7 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 20:29 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81
  • Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil
  • Topeng ‘Sultan Dermawan’ Retak? Aisar Khaled Diisukan Bawa Kabur Uang Rp5,7 Miliar
  • Tiga Pemanjat Tebing Indonesia Tembus Top 3 Ranking Dunia IFSC 2026
  • Edankeun di Asia! Ini Daftar Tempat Nobar Persib vs Melbourne Victory di Bandung
  • Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut
  • Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka
  • Sejajar Al Nassr, Persib Tembus Peringkat 22 Poin Klub AFC
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jagat Ubah Format Permainan ‘Berburu Koin’ Usai Diskusi dengan Komdigi

By SusanaKamis, 16 Januari 2025 21:30 WIB2 Mins Read
Ilustrasi koin Jagat. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia mengeluarkan keputusan tegas terkait aplikasi Jagat, setelah menerima laporan masyarakat mengenai gangguan ketertiban umum yang ditimbulkan oleh fitur ‘Berburu Koin’.

Pada Rabu (15/1/2025), pihak Komdigi memanggil petinggi Jagat untuk membahas masalah ini.

Hasil dari pertemuan tersebut adalah perubahan format permainan ‘Berburu Koin’ menjadi ‘Misi Jagat’, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif.

Co-Founder Jagat, Barry Beagen, mengonfirmasi bahwa perubahan ini akan mendorong pengguna untuk lebih berfokus pada kontribusi positif terhadap ruang publik dan fasilitas umum.

‘Misi Jagat’ Sebagai Pengganti Fitur ‘Berburu Koin’

Baca Juga:  Stasiun TV Diminta Siarkan Lagu Indonesia Raya Tiap Pagi

“Setelah berdiskusi dengan Komdigi, kami memutuskan untuk mengubah format Coin Hunt menjadi ‘Misi Jagat’. Tujuannya adalah agar pengguna dapat berpartisipasi dalam perbaikan fasilitas umum dan ruang publik, bukan hanya berburu koin,” ungkap Barry Beagen, dikutip Kamis (16/1/2025).

Perubahan format ini akan mulai berlaku dalam waktu tiga hari, dengan fitur berburu koin dihentikan sementara selama transisi.

“Kami akan fokus pada perbaikan ruang publik, dan selama masa transisi, tidak akan ada koin yang bisa diburu,” ujarnya.

Baca Juga:  Komdigi Siapkan Sistem Keamanan Siber untuk Lawan Hacker

Sebagai bentuk tanggung jawab, Jagat akan menambahkan kanal resmi yang memungkinkan pengguna untuk melaporkan kerusakan fasilitas publik yang mungkin terjadi akibat fitur ‘Berburu Koin’ sebelumnya.

Barry Beagen juga memastikan bahwa koin-koin yang ada di lokasi yang rawan kerusakan akan segera dihapus.

Dengan lebih dari satu juta pengguna aktif di Indonesia dan 200.000 pengguna baru setiap harinya, Barry optimis bahwa ‘Misi Jagat’ akan membawa dampak positif bagi kualitas ruang publik dan memberikan kontribusi aktif dari generasi muda.

Langkah transformasi ini diharapkan dapat memperbaiki citra aplikasi Jagat dan mengarahkannya menjadi platform yang lebih peduli terhadap kenyamanan serta ketertiban umum.

Baca Juga:  Komdigi Klaim Blokir Ratusan Ribu Situs Judol dalam 17 Hari

Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo, memberikan sambutan positif terhadap langkah perubahan ini.

“Kami mendukung sepenuhnya agar Jagat dapat berkembang menjadi platform yang lebih produktif, edukatif, dan bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Angga pada Kamis (16/1/2025).

Angga juga mengingatkan pengembang aplikasi untuk selalu mematuhi regulasi dan norma hukum yang berlaku.

“Jika ada pengembang yang melanggar, tindakan tegas akan segera kami ambil,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

komdigi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81

Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil

Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut

Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.