Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Misteri WNA Belanda Tewas di Hotel Bandung, Ditemukan dalam Bathtub

Senin, 21 September 2026 19:38 WIB
Kuliner Majalengka legendaris yang wajib dicoba

Jangan Cuma Jalakotek! Ini 5 Kuliner Legendaris Majalengka yang Wajib Dicoba

Senin, 21 September 2026 19:36 WIB

Investor Dubai Lirik Wisata Bandung Barat, Ada Peluang Investasi Besar di Lembang

Senin, 21 September 2026 19:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Misteri WNA Belanda Tewas di Hotel Bandung, Ditemukan dalam Bathtub
  • Jangan Cuma Jalakotek! Ini 5 Kuliner Legendaris Majalengka yang Wajib Dicoba
  • Investor Dubai Lirik Wisata Bandung Barat, Ada Peluang Investasi Besar di Lembang
  • Isu Karim Benzema hingga Kebutuhan Lini Depan, Begini Respons Tegas Pelatih Persib Bandung
  • Jejak Dakwah Syekh Ibrahim Al Madani, Muazin Masjidil Haram yang Tutup Usia Usai Lantunkan Azan Fajar
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • Gebrakan MMA Indonesia! Vallensia Fahira Hotmauli Sumbang Medali di Asian Games 2026
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 21 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Jangan Cuma Jalakotek! Ini 5 Kuliner Legendaris Majalengka yang Wajib Dicoba

By Aga GustianaSenin, 21 September 2026 19:36 WIB4 Mins Read
Kuliner Majalengka legendaris yang wajib dicoba
Kuliner Majalengka, Saung Eurih. Foto: Instagram @saung.eurih.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Asal-usul nama Kabupaten Majalengka konon berasal dari frasa Maja-ne lengka, yang berarti pohon Maja tiba-tiba hilang dan menjadi langka. Kendati pohon dalam legenda tersebut raib, wilayah ini justru tumbuh menjadi kawasan yang kian hidup, kaya akan tradisi, serta menyimpan daya tarik wisata kuliner yang luar biasa.

Terlebih lagi, beroperasinya Tol Cisumdawu yang terintegrasi langsung dengan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati menjadikan daerah ini sebagai simpul strategis mobilitas publik maupun jalur utama para pelintas. Seiring masifnya perkembangan infrastruktur tersebut, khazanah kuliner tradisional khas Majalengka pun semakin dilirik para pelancong.

Jika mendengar kata kuliner Majalengka, kudapan berbentuk segitiga bernama Jalakotek yang berisi isian tahu dan oncom biasanya langsung mendominasi ingatan. Namun, kabupaten di kaki Gunung Ciremai ini ternyata menyimpan deretan hidangan autentik lain yang tak kalah menggugah selera. Berikut adalah 5 rekomendasi kuliner khas Majalengka selain jalakotek yang wajib dicicipi saat singgah:

1. Kecap Majalengka

Bagi pencinta bumbu dapur autentik, kecap manis lokal produksi Majalengka merupakan salah satu produk paling legendaris yang eksis sejak dekade 1940-an. Sampai hari ini, industri rumahan setempat masih konsisten meraciknya menggunakan resep turun-temurun serta teknik pengolahan tempo dulu.

Berbeda dari produk pabrikan massal, kecap tradisional ini memiliki konsistensi yang lebih pekat dengan profil rasa manis-gurih yang pekat berkat penggunaan gula aren murni tanpa pemanis buatan. Beberapa merek lokal yang sudah sangat tersohor di antaranya Kecap Maja Menjangan dan Kecap Segitiga.

Proses pembuatannya memakan waktu cukup panjang. Biji kedelai hitam pilihan direbus matang, lalu difermentasi menggunakan jamur kapang selama beberapa hari. Setelah itu, kedelai hasil fermentasi dimasak bersama gula merah aren dan aneka rempah dalam tungku besar hingga menghasilkan cairan hitam kental beraroma khas.

  • Lokasi Berburu: Toko buah tangan di sekitar Jalan KH Abdul Halim dan kawasan Alun-alun Majalengka.
  • Kisaran Harga: Rp16.000 hingga Rp31.000 per botol.

2. Oncom Goreng Kering

Berbeda dengan olahan oncom basah di daerah tetangga, masyarakat Majalengka memiliki cara unik mengolah bahan fermentasi bungkil kacang tanah ini menjadi camilan kering yang awet disimpan berbulan-bulan. Dahulu, metode pengolahan ini diciptakan agar oncom memiliki masa simpan lebih lama untuk dijadikan bekal perjalanan.

Pembuatannya melibatkan proses penghancuran oncom yang kemudian dibalut adonan tepung beras berbumbu bawang putih, garam, kencur, serta irisan daun bawang. Supaya mendapatkan tekstur renyah yang maksimal, oncom digoreng dua tahap hingga benar-benar kering.

  • Pusat Produksi: Sentra UMKM di wilayah Kecamatan Kadipaten serta Pasar Tradisional Maja.
  • Kisaran Harga: Rp15.000 sampai Rp30.000 per bungkus.

3. Ampas Kecap (Oseng Ampas Kedelai Hitam)

Kuliner bernilai historis tinggi berikutnya adalah tumis ampas kecap. Hidangan rumahan ini lahir dari pemanfaatan limbah padat sisa penyaringan kedelai hitam saat memproduksi kecap tradisional. Alih-alih dibuang, ampas tersebut diolah kembali menjadi lauk pndamping nasi yang gurih.

Biasanya, ampas kecap dimasak sebagai oseng atau tumisan dengan bumbu irisan cabai hijau, bawang merah, bawang putih, dan tomat segar. Teksturnya yang unik berpadu sempurna dengan sensasi rasa gurih berjejak manis ringan.

  • Lokasi Berburu: Pasar tradisional seperti Pasar Cigasong dan Pasar Kadipaten (tersedia versi mentah siap masak atau matang).
  • Kisaran Harga: Rp5.000 hingga Rp15.000.

4. Gula Cakar

Bernama unik namun sama sekali tidak berbahaya bagi lidah, Gula Cakar adalah pemanis tradisional berbentuk kubus berwarna merah muda cerah. Berdasarkan ulasan kanal YouTube Trans7 Official, produk pemanis ini memiliki struktur berpori menyerupai sarang lebah yang membuatnya sangat mudah larut ketika dicelupkan ke dalam kopi atau teh panas.

Pembuatannya memadukan gula pasir, soda kue, serta pewarna makanan merah muda yang dimasak hingga berbuih, lalu dituang ke wadah besar untuk didinginkan dan dipotong-potong berbentuk balok.

  • Lokasi Berburu: Kios oleh-oleh di sepanjang jalur lintas Cirebon-Kadipaten serta pasar rakyat setempat.
  • Kisaran Harga: Rp15.000 sampai Rp25.000 per kemasan.

5. Katel (Kecambah Kedelai Muda)

Bagi penggemar sayuran segar, Majalengka memiliki produk agraris unik bernama katel. Sayuran ini merupakan kecambah atau taoge dari biji kacang kedelai yang dipanen lebih dini saat tunasnya masih muda bersama helaian daun hijau segar.

Katel lazim diolah sebagai tumisan kilat bersama bawang dan cabai agar kerenyahannya tetap terjaga, atau kadang dicampur bersama tahu kuning lokal dan ampas kecap. Sebagian warga bahkan menyantapnya mentah-mentah sebagai lalapan pendamping sambal terasi.

  • Lokasi Berburu: Pasar-pasar tradisional di Majalengka pada jam operasional pagi hari.
  • Kisaran Harga: Rp10.000 hingga Rp15.000 per ikat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kecap Maja Menjangan Kuliner Majalengka Oleh-Oleh Majalengka
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jejak Dakwah Syekh Ibrahim Al Madani, Muazin Masjidil Haram yang Tutup Usia Usai Lantunkan Azan Fajar

Mulai dari Kebun Teh hingga Danau Berwarna, Berikut Rekomendasi Wisata Terbaik di Majalengka

Lagi Diet? Ini 5 Kafe Sehat di Bandung dengan Menu Enak yang Bikin Nagih

Waspada Potensi Angin Kencang dan Hujan Disertai Petir, BMKG Ungkap Kondisi Cuaca Jabar Sepekan ke Depan

Kulineran Bareng Keluarga di Bandung, 4 Tempat Ini Punya Harga Mulai Rp20 Ribuan

Nikah Mendadak dengan Andre Taulany, Amanda Rigby Dituding Hamil? Cek Lagi Ramalan Hard Gumay

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.