Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos September 2026 Cair? PKH dan BPNT Masuk Tahap 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 2 September 2026 20:31 WIB

Sherina Munaf Turun Langsung Padamkan Karhutla Kalteng, Cerita Kabut Asap Bikin Sesak

Rabu, 2 September 2026 20:17 WIB

Terungkap! Jejak Pelaku Mayat dalam Kardus di Bandung, Sempat Minta Bantuan Tetangga

Rabu, 2 September 2026 19:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bansos September 2026 Cair? PKH dan BPNT Masuk Tahap 3, Cek Jadwalnya
  • Sherina Munaf Turun Langsung Padamkan Karhutla Kalteng, Cerita Kabut Asap Bikin Sesak
  • Terungkap! Jejak Pelaku Mayat dalam Kardus di Bandung, Sempat Minta Bantuan Tetangga
  • Super League 2026/27 Punya Aturan Baru? Ini Batas Pemain Asing yang Boleh Tampil
  • Jadi Temuan Audit, Farhan Tetap Ingin Lanjutkan Braga Beken dan CFD
  • JPO dan PJU di Jalan Soekarno-Hatta Segera Dikoordinasikan Pemkot Bandung
  • Bongkar Pasang Gedung Sate di Dua Era Gubernur: Rancang Bangun Ridwan Kamil vs Dedi Mulyadi, Mana yang Lebih Diterima Warga?
  • Lampu Hijau dari Kepolisian, Super Big Match Persija vs Persib Resmi Manggung di Jakarta
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 3 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jawa Barat Catat Kasus Bencana Hidrometeorologi Tertinggi di Indonesia

By Aga GustianaJumat, 14 Maret 2025 18:45 WIB2 Mins Read
Cuaca Ekstrem. (Foto: Ilustrasi/bpbd.bogorkab.go.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jawa Barat (Jabar) menjadi provinsi dengan angka kejadian bencana hidrometeorologi tertinggi di Indonesia sepanjang 1 Januari hingga 10 Maret 2025.

Hal ini diungkapkan oleh Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, Anne Hermadiane Adnan, di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Selasa (11/3/2025).

Menurut Anne, sejak awal tahun 2025, sembilan daerah di Jabar telah ditetapkan dalam status tanggap darurat akibat berbagai bencana.

Daerah-daerah tersebut meliputi Indramayu yang terdampak banjir, Tasikmalaya yang mengalami pergerakan tanah, serta Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi yang dilanda banjir. Selain itu, Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Bandung juga mengalami bencana banjir dan longsor.

Baca Juga:  Data BPS: Penduduk Miskin di Jawa Barat Capai 3,44 Juta Jiwa

“Berdasarkan data BNPB, Jawa Barat saat ini menempati urutan pertama sebagai provinsi dengan kejadian bencana hidrometeorologi tertinggi di Indonesia dari 1 Januari hingga 10 Maret 2025,” ujar Anne.

Antisipasi Hujan Lebat dengan Modifikasi Cuaca

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa periode 11 hingga 20 Maret 2025 akan diwarnai hujan dengan intensitas tinggi di seluruh wilayah Jabar. Sebagai langkah mitigasi, BPBD Jabar bekerja sama dengan BMKG, TNI AU, dan Pemprov Jabar melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi dampak bencana.

Baca Juga:  Daftar Pemenang Pilkada Jabar 2024: Gubernur, Bupati dan Wali Kota

“Daya tampung sungai dan tanah di Jabar sudah jenuh. Walaupun intensitas hujannya sama dengan sebelumnya, potensi banjir tetap tinggi karena daya serap tanah sudah berkurang,” jelas Anne.

Modifikasi cuaca ini bertujuan untuk mengurangi intensitas hujan dengan mengalihkan sebagian curah hujan ke laut. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir risiko bencana hidrometeorologi di daerah yang sudah rentan terdampak.

Teknik Modifikasi Cuaca dengan Penyemaian Garam

Deputi Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menjelaskan bahwa operasi ini dilakukan dengan menerbangkan pesawat milik TNI AU dari Bandara Husein Sastranegara untuk menaburkan garam pada awan. Teknik ini bertujuan untuk menurunkan intensitas hujan sebelum awan mencapai wilayah yang berisiko tinggi terkena bencana.

Baca Juga:  Kenapa Bandung Terasa Sangat Dingin Akhir-akhir Ini? Simak Penjelasan Lengkap BMKG

“Modifikasi cuaca ini tidak bertujuan untuk menghilangkan hujan, tetapi untuk mengurangi intensitasnya. Kami mempercepat proses turunnya hujan agar awan tidak berkembang lebih besar di daerah rawan bencana. Diperkirakan, curah hujan dapat berkurang antara 30-60 persen,” ungkap Tri Handoko.

Dengan langkah-langkah antisipatif ini, diharapkan potensi bencana hidrometeorologi di Jawa Barat dapat ditekan, sehingga dampak buruk terhadap masyarakat dapat diminimalisir.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG Cuaca Ekstrem jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos September 2026 Cair? PKH dan BPNT Masuk Tahap 3, Cek Jadwalnya

Sherina Munaf Turun Langsung Padamkan Karhutla Kalteng, Cerita Kabut Asap Bikin Sesak

Terungkap! Jejak Pelaku Mayat dalam Kardus di Bandung, Sempat Minta Bantuan Tetangga

Jadi Temuan Audit, Farhan Tetap Ingin Lanjutkan Braga Beken dan CFD

JPO dan PJU di Jalan Soekarno-Hatta Segera Dikoordinasikan Pemkot Bandung

Bongkar Pasang Gedung Sate di Dua Era Gubernur: Rancang Bangun Ridwan Kamil vs Dedi Mulyadi, Mana yang Lebih Diterima Warga?

Terpopuler
  • Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral
  • PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya
  • Indramayu REANG Bergerak Cepat: Lumbung Pangan, Sekolah Rakyat, dan 6 Kawasan Industri Siap Geliat
  • Terbongkar Sosok Melva Pardede! Sebut Ojol Dikhianati Botok Pati CS, Ternyata Cuma Driver Jadi-jadian?
  • Game Free Fire
    Klaim Senjata & Emote Langka Gratis! Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 29 Agustus 2026, Cek Cara Klaimnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.