Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dihadiri Wakil Ketua DPR RI, SMP Habibi Bina Cendikia Wisuda 38 Siswa Angkatan ke-2

Minggu, 21 Juni 2026 18:46 WIB
Padam Listrik

UMKM Terdampak Parah Pemadaman Listrik Jabar, Ini Panduan Cek dan Lapor ke PLN Mobile

Minggu, 21 Juni 2026 18:17 WIB

Aksi Suporter Picu Hukuman Berat! Persib, Persija, Persebaya Kompak Kena Denda Besar Komdis PSSI

Minggu, 21 Juni 2026 17:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dihadiri Wakil Ketua DPR RI, SMP Habibi Bina Cendikia Wisuda 38 Siswa Angkatan ke-2
  • UMKM Terdampak Parah Pemadaman Listrik Jabar, Ini Panduan Cek dan Lapor ke PLN Mobile
  • Aksi Suporter Picu Hukuman Berat! Persib, Persija, Persebaya Kompak Kena Denda Besar Komdis PSSI
  • Harga Emas Hari Ini 21 Juni 2026 di Pegadaian Turun, UBS dan Galeri24 Ikut Melemah
  • TRAGIS! Kakak-Adik di Sumedang Disiram Air Keras, Mata Korban Alami Kerusakan Permanen
  • Bikin Tuchel Menyesal?! Begini Cara Elegan Harry Maguire Balas Dendam Usai Dicoret dari Piala Dunia
  • Link Video Viral Ibu dan Anak Handuk Putih di TikTok Viral, Ini Isi Sebenarnya yang Bikin Penasaran
  • Bursa Transfer Liga 1 2026/2027 Memanas: Persija Incar Kevin Mendoza, Persib Gerak Cepat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 21 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jawa Barat Catat Kasus Bencana Hidrometeorologi Tertinggi di Indonesia

By Aga GustianaJumat, 14 Maret 2025 18:45 WIB2 Mins Read
Cuaca Ekstrem. (Foto: Ilustrasi/bpbd.bogorkab.go.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jawa Barat (Jabar) menjadi provinsi dengan angka kejadian bencana hidrometeorologi tertinggi di Indonesia sepanjang 1 Januari hingga 10 Maret 2025.

Hal ini diungkapkan oleh Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, Anne Hermadiane Adnan, di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Selasa (11/3/2025).

Menurut Anne, sejak awal tahun 2025, sembilan daerah di Jabar telah ditetapkan dalam status tanggap darurat akibat berbagai bencana.

Daerah-daerah tersebut meliputi Indramayu yang terdampak banjir, Tasikmalaya yang mengalami pergerakan tanah, serta Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi yang dilanda banjir. Selain itu, Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Bandung juga mengalami bencana banjir dan longsor.

Baca Juga:  BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Mulai Masuki Musim Kemarau Mei 2024, Salah Satunya Pangandaran

“Berdasarkan data BNPB, Jawa Barat saat ini menempati urutan pertama sebagai provinsi dengan kejadian bencana hidrometeorologi tertinggi di Indonesia dari 1 Januari hingga 10 Maret 2025,” ujar Anne.

Antisipasi Hujan Lebat dengan Modifikasi Cuaca

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa periode 11 hingga 20 Maret 2025 akan diwarnai hujan dengan intensitas tinggi di seluruh wilayah Jabar. Sebagai langkah mitigasi, BPBD Jabar bekerja sama dengan BMKG, TNI AU, dan Pemprov Jabar melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi dampak bencana.

Baca Juga:  Jejak Panjang Resbob: Dari Sensasi Murahan hingga Ucapan SARA yang Memicu Amarah Publik

“Daya tampung sungai dan tanah di Jabar sudah jenuh. Walaupun intensitas hujannya sama dengan sebelumnya, potensi banjir tetap tinggi karena daya serap tanah sudah berkurang,” jelas Anne.

Modifikasi cuaca ini bertujuan untuk mengurangi intensitas hujan dengan mengalihkan sebagian curah hujan ke laut. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir risiko bencana hidrometeorologi di daerah yang sudah rentan terdampak.

Teknik Modifikasi Cuaca dengan Penyemaian Garam

Deputi Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menjelaskan bahwa operasi ini dilakukan dengan menerbangkan pesawat milik TNI AU dari Bandara Husein Sastranegara untuk menaburkan garam pada awan. Teknik ini bertujuan untuk menurunkan intensitas hujan sebelum awan mencapai wilayah yang berisiko tinggi terkena bencana.

Baca Juga:  Jawa Barat Menerima Mobil Laboratorium untuk Mendeteksi Keamanan Pangan

“Modifikasi cuaca ini tidak bertujuan untuk menghilangkan hujan, tetapi untuk mengurangi intensitasnya. Kami mempercepat proses turunnya hujan agar awan tidak berkembang lebih besar di daerah rawan bencana. Diperkirakan, curah hujan dapat berkurang antara 30-60 persen,” ungkap Tri Handoko.

Dengan langkah-langkah antisipatif ini, diharapkan potensi bencana hidrometeorologi di Jawa Barat dapat ditekan, sehingga dampak buruk terhadap masyarakat dapat diminimalisir.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG Cuaca Ekstrem hidrometeorologi jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dihadiri Wakil Ketua DPR RI, SMP Habibi Bina Cendikia Wisuda 38 Siswa Angkatan ke-2

Padam Listrik

UMKM Terdampak Parah Pemadaman Listrik Jabar, Ini Panduan Cek dan Lapor ke PLN Mobile

TRAGIS! Kakak-Adik di Sumedang Disiram Air Keras, Mata Korban Alami Kerusakan Permanen

Fakta Kelam di Balik Hubungan Asmara yang Berujung Penyiksaan di Bandung

Bukan Dipaksa?! Ini Alasan Dua Bocah Mau Ikut Ibunya Ngamen Sampai Larut Malam

Geger Sopir Angkot Kesurupan Usai Kecelakaan di Sumedang, Polisi Ungkap Fakta Medisnya

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
  • Viral di Media Sosial! Siapa Sebenarnya Cut Salwa dan Cut Salsa yang Bikin Geger Ini?
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.