Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Rasakan nikmatnya nasi tutug oncom khas Tasikmalaya.

Murah dan Otentik, 3 Street Food Tasikmalaya yang Bikin Kangen Rasa Sunda

Senin, 19 Oktober 2026 06:00 WIB

Liburan ke Garut? Jangan Pulang Sebelum Cicipi 5 Kuliner Legendaris dan Viral Ini

Senin, 19 Oktober 2026 03:00 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cara Cek Desil Bansos 2026 Lewat HP, Ini Desil yang Berpeluang Dapat Bantuan

Senin, 19 Oktober 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Murah dan Otentik, 3 Street Food Tasikmalaya yang Bikin Kangen Rasa Sunda
  • Liburan ke Garut? Jangan Pulang Sebelum Cicipi 5 Kuliner Legendaris dan Viral Ini
  • Cara Cek Desil Bansos 2026 Lewat HP, Ini Desil yang Berpeluang Dapat Bantuan
  • Sentuhan Pertama Langsung Gol! Julio Cesar Bawa Persib Tumbangkan Persik Kediri
  • Cuma 8 Meter dari Rel Kereta, Halte BRT Kiaracondong Dinilai Bahayakan Pejalan Kaki
  • Dibayar Tuntas! 15 Tahun Vakum Akting, Comeback Agnez Mo Langsung Guncang Hollywood!
  • Melonjak dari 17 Jadi 253, Rumah Rusak Akibat Gempa Bogor Terus Bertambah
  • Pelari ITB Ultra Marathon Meninggal di Cianjur, Ini Kronologinya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 19 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jawa Barat Catat Kasus Bencana Hidrometeorologi Tertinggi di Indonesia

By Aga GustianaJumat, 14 Maret 2025 18:45 WIB2 Mins Read
Cuaca Ekstrem. (Foto: Ilustrasi/bpbd.bogorkab.go.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jawa Barat (Jabar) menjadi provinsi dengan angka kejadian bencana hidrometeorologi tertinggi di Indonesia sepanjang 1 Januari hingga 10 Maret 2025.

Hal ini diungkapkan oleh Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, Anne Hermadiane Adnan, di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Selasa (11/3/2025).

Menurut Anne, sejak awal tahun 2025, sembilan daerah di Jabar telah ditetapkan dalam status tanggap darurat akibat berbagai bencana.

Daerah-daerah tersebut meliputi Indramayu yang terdampak banjir, Tasikmalaya yang mengalami pergerakan tanah, serta Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi yang dilanda banjir. Selain itu, Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Bandung juga mengalami bencana banjir dan longsor.

Baca Juga:  Peparnas XVII Resmi Dibuka, Jabar Turunkan 347 Atlet Terbaik

“Berdasarkan data BNPB, Jawa Barat saat ini menempati urutan pertama sebagai provinsi dengan kejadian bencana hidrometeorologi tertinggi di Indonesia dari 1 Januari hingga 10 Maret 2025,” ujar Anne.

Antisipasi Hujan Lebat dengan Modifikasi Cuaca

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa periode 11 hingga 20 Maret 2025 akan diwarnai hujan dengan intensitas tinggi di seluruh wilayah Jabar. Sebagai langkah mitigasi, BPBD Jabar bekerja sama dengan BMKG, TNI AU, dan Pemprov Jabar melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi dampak bencana.

Baca Juga:  Pernah Jadi Aktivis, Dedi Mulyadi: Remaja 'Nakal' Biasanya Jadi Pejabat

“Daya tampung sungai dan tanah di Jabar sudah jenuh. Walaupun intensitas hujannya sama dengan sebelumnya, potensi banjir tetap tinggi karena daya serap tanah sudah berkurang,” jelas Anne.

Modifikasi cuaca ini bertujuan untuk mengurangi intensitas hujan dengan mengalihkan sebagian curah hujan ke laut. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir risiko bencana hidrometeorologi di daerah yang sudah rentan terdampak.

Teknik Modifikasi Cuaca dengan Penyemaian Garam

Deputi Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menjelaskan bahwa operasi ini dilakukan dengan menerbangkan pesawat milik TNI AU dari Bandara Husein Sastranegara untuk menaburkan garam pada awan. Teknik ini bertujuan untuk menurunkan intensitas hujan sebelum awan mencapai wilayah yang berisiko tinggi terkena bencana.

Baca Juga:  Mengingat Lagi 9 Program Unggulan Dedi Mulyadi untuk Membangun Jabar Istimewa

“Modifikasi cuaca ini tidak bertujuan untuk menghilangkan hujan, tetapi untuk mengurangi intensitasnya. Kami mempercepat proses turunnya hujan agar awan tidak berkembang lebih besar di daerah rawan bencana. Diperkirakan, curah hujan dapat berkurang antara 30-60 persen,” ungkap Tri Handoko.

Dengan langkah-langkah antisipatif ini, diharapkan potensi bencana hidrometeorologi di Jawa Barat dapat ditekan, sehingga dampak buruk terhadap masyarakat dapat diminimalisir.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG Cuaca Ekstrem jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cara Cek Desil Bansos 2026 Lewat HP, Ini Desil yang Berpeluang Dapat Bantuan

Cuma 8 Meter dari Rel Kereta, Halte BRT Kiaracondong Dinilai Bahayakan Pejalan Kaki

Ilustrasi gempa

Melonjak dari 17 Jadi 253, Rumah Rusak Akibat Gempa Bogor Terus Bertambah

Pelari ITB Ultra Marathon Meninggal di Cianjur, Ini Kronologinya

Dibesarkan Sepenuh Hati, Diusir di Usia Senja?! Kisah Pilu Kakek 78 Tahun yang Bikin Netizen Elus Dada

ASN bisa WFA

Kronologi ASN Pemkot Bandung Dipecat Tidak Hormat Usai Diduga Hamili Pelajar Magang

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
  • Ironi Gubernur Konten: Pamer Aduan di Medsos, Tapi Gagap Saat Diadang Warga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.