Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Marck Klok soal Persib vs Persija Digelar di Samarinda: Lucu, Gila, Tapi Kami Harus Menang

Kamis, 7 Mei 2026 16:00 WIB

Atma Waluya SMAN 1 Ciamis Jadi Ajang Kreativitas dan Perpisahan Siswa Kelas XII

Kamis, 7 Mei 2026 15:02 WIB

Waketum DPN Peradi Yovie M Santosa Soroti Kasus Erwin: Hukum Tidak Boleh Bekerja Berdasarkan Tekanan Publik Semata

Kamis, 7 Mei 2026 14:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Marck Klok soal Persib vs Persija Digelar di Samarinda: Lucu, Gila, Tapi Kami Harus Menang
  • Atma Waluya SMAN 1 Ciamis Jadi Ajang Kreativitas dan Perpisahan Siswa Kelas XII
  • Waketum DPN Peradi Yovie M Santosa Soroti Kasus Erwin: Hukum Tidak Boleh Bekerja Berdasarkan Tekanan Publik Semata
  • Pesan Berani Marc Klok Jelang Lawan Persija di Samarinda: Datang Aja Lah, Gas!
  • Waspada! BPOM Tarik 11 Kosmetik Berbahaya di Mei 2026: Ada Merek Populer!
  • Head to Head Persija vs Persib Ungkap Dominasi Mengejutkan Maung Bandung
  • Gaspol! Kode Redeem FF 7 Mei 2026 Terbaru, Banjir Skin Langka dan Token SG2 Gratis
  • Gunting Guru BK vs Air Mata Siswi! Skandal ‘Salon Paksa’ di SMKN 2 Garut Meledak
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 7 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jawa Barat Catat Kasus Bencana Hidrometeorologi Tertinggi di Indonesia

By Aga GustianaJumat, 14 Maret 2025 18:45 WIB2 Mins Read
Cuaca Ekstrem. (Foto: Ilustrasi/bpbd.bogorkab.go.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jawa Barat (Jabar) menjadi provinsi dengan angka kejadian bencana hidrometeorologi tertinggi di Indonesia sepanjang 1 Januari hingga 10 Maret 2025.

Hal ini diungkapkan oleh Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, Anne Hermadiane Adnan, di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Selasa (11/3/2025).

Menurut Anne, sejak awal tahun 2025, sembilan daerah di Jabar telah ditetapkan dalam status tanggap darurat akibat berbagai bencana.

Daerah-daerah tersebut meliputi Indramayu yang terdampak banjir, Tasikmalaya yang mengalami pergerakan tanah, serta Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi yang dilanda banjir. Selain itu, Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Bandung juga mengalami bencana banjir dan longsor.

Baca Juga:  Atlet Sukses Atasi Persaingan Ketat, Jabar Hattrick Juara Umum PON

“Berdasarkan data BNPB, Jawa Barat saat ini menempati urutan pertama sebagai provinsi dengan kejadian bencana hidrometeorologi tertinggi di Indonesia dari 1 Januari hingga 10 Maret 2025,” ujar Anne.

Antisipasi Hujan Lebat dengan Modifikasi Cuaca

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa periode 11 hingga 20 Maret 2025 akan diwarnai hujan dengan intensitas tinggi di seluruh wilayah Jabar. Sebagai langkah mitigasi, BPBD Jabar bekerja sama dengan BMKG, TNI AU, dan Pemprov Jabar melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi dampak bencana.

Baca Juga:  ESDM Pastikan SPKLU di Kawasan Jabar Selatan Aman

“Daya tampung sungai dan tanah di Jabar sudah jenuh. Walaupun intensitas hujannya sama dengan sebelumnya, potensi banjir tetap tinggi karena daya serap tanah sudah berkurang,” jelas Anne.

Modifikasi cuaca ini bertujuan untuk mengurangi intensitas hujan dengan mengalihkan sebagian curah hujan ke laut. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir risiko bencana hidrometeorologi di daerah yang sudah rentan terdampak.

Teknik Modifikasi Cuaca dengan Penyemaian Garam

Deputi Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menjelaskan bahwa operasi ini dilakukan dengan menerbangkan pesawat milik TNI AU dari Bandara Husein Sastranegara untuk menaburkan garam pada awan. Teknik ini bertujuan untuk menurunkan intensitas hujan sebelum awan mencapai wilayah yang berisiko tinggi terkena bencana.

Baca Juga:  Skala Institute dan Ragaplasma Rilis Temuan Survei Pilkada 2024 di Jabar, Siapa Unggul?

“Modifikasi cuaca ini tidak bertujuan untuk menghilangkan hujan, tetapi untuk mengurangi intensitasnya. Kami mempercepat proses turunnya hujan agar awan tidak berkembang lebih besar di daerah rawan bencana. Diperkirakan, curah hujan dapat berkurang antara 30-60 persen,” ungkap Tri Handoko.

Dengan langkah-langkah antisipatif ini, diharapkan potensi bencana hidrometeorologi di Jawa Barat dapat ditekan, sehingga dampak buruk terhadap masyarakat dapat diminimalisir.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG Cuaca Ekstrem hidrometeorologi jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Atma Waluya SMAN 1 Ciamis Jadi Ajang Kreativitas dan Perpisahan Siswa Kelas XII

Waketum DPN Peradi Yovie M Santosa Soroti Kasus Erwin: Hukum Tidak Boleh Bekerja Berdasarkan Tekanan Publik Semata

Gunting Guru BK vs Air Mata Siswi! Skandal ‘Salon Paksa’ di SMKN 2 Garut Meledak

Ilustrasi begal

Pria di Soekarno-Hatta Bandung Jadi Korban Begal Berkedok Polisi Gadungan

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp17.000 per Gram, Tembus Rp2,84 Juta

Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan Wanita Paruh Baya di KBB, Motif Masih Diburu

Terpopuler
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Link Video Viral ‘Vell TikTok Blunder’, Warganet Ramai Cari Versi Asli
  • Link Video Viral Batang Membara: Diiming-iming Cuan Rp250 Juta Lewat Telegram
  • Heboh Pencarian Video Viral “Tasya Gym Bandar Batang”, Pakar Ingatkan Risiko Keamanan Digital
  • TRANSFER MEGA! Persib Siap Borong Pemain Brasil, Belanda hingga Irak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.