Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Bansos

BPNT Oktober 2026 Rp600 Ribu, Begini Cara Cek Penerimanya lewat HP

Sabtu, 24 Oktober 2026 05:00 WIB

Bangga! Jajanan Kaki Lima Bandung Ini Jadi Gorengan Terbaik Kedua di Dunia

Sabtu, 24 Oktober 2026 04:00 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cair Oktober-Desember! Begini Cara Cek Nama Penerima Bansos Tahap 4 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • BPNT Oktober 2026 Rp600 Ribu, Begini Cara Cek Penerimanya lewat HP
  • Bangga! Jajanan Kaki Lima Bandung Ini Jadi Gorengan Terbaik Kedua di Dunia
  • Cair Oktober-Desember! Begini Cara Cek Nama Penerima Bansos Tahap 4 2026
  • Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Kapan Cair? Ini Bocoran Jadwal, Cara Cek NIK, dan Nominalnya
  • Cara Mengajukan BLT Kesra Rp900 Ribu Lewat HP, Bisa untuk Warga yang Belum Terdaftar
  • Awas Macet! Sabtu-Minggu Ini Bandung Penuh Acara, Catat Jadwal dan Lokasinya
  • Dibantai Persija 1-5, Arema FC Resmi Depak Marcos Santos
  • Lebih Banyak Peluang tapi Kalah, Sandy Walsh Ungkap Penyebab Persib Tumbang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jejak Sejarah Whoosh, Kereta Cepat yang Kini Jadi Bom Waktu KAI

By Aga GustianaJumat, 5 September 2025 15:14 WIB3 Mins Read
Kereta Cepat Whoosh
Kereta Cepat Whoosh (Instagram @keretacepat_id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, yang lebih dikenal dengan nama Whoosh, merupakan layanan kereta api penumpang berkecepatan tinggi pertama di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Layanan ini menghubungkan Jakarta dan Bandung dalam waktu sekitar 33 menit, dengan kecepatan maksimal mencapai 350 km/jam. Whoosh menghadirkan pengalaman perjalanan modern dan efisien dengan fasilitas terintegrasi, mulai dari beberapa kelas layanan hingga gerbong makan.

Layanan ini dioperasikan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), di mana 60 persen saham dimiliki oleh PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan sisanya oleh China Railway International Co. Ltd. melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd. Jalur ini merupakan fase pertama dari rencana jaringan kereta cepat di Pulau Jawa.

Sejarah Nama dan Logo Whoosh

Nama Whoosh terinspirasi dari onomatope bahasa Inggris untuk suara benda melaju kencang, yang sekaligus merupakan singkatan dari “Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Hebat”.

Logo Whoosh lahir dari sayembara yang diikuti berbagai perusahaan desain grafis. Dari sepuluh peserta, tersaring tiga finalis, dan logo pemenang diumumkan bersamaan dengan peresmian layanan pada 2 Oktober 2023. Logo tersebut, karya studio Visious, menampilkan logogram berbentuk huruf W yang menggambarkan lesatan kereta cepat, disertai tulisan “Whoosh” dengan desain huruf kokoh.

Baca Juga:  Viral Gerbong Kereta Cepat Whoosh Bocor saat Hujan Deras, Ini Penjelasan KCIC

Selain logo dan warna, KCIC juga meluncurkan jenama audio, berupa jargon yang diucapkan di dalam kereta:

“Whoosh, whoosh, whoosh, yes!”

Whoosh dirancang untuk memberikan solusi transportasi cepat, meningkatkan kenyamanan, dan memangkas waktu perjalanan antara Jakarta dan Bandung. Saat ini, frekuensi operasionalnya mencapai 62 perjalanan pulang-pergi per hari (31 arah Bandung dan 31 arah Jakarta). Layanan ini juga menawarkan First Class, Business Class, dan Premium Economy yang lengkap dengan fasilitas modern.

Utang Membengkak dan Tekanan ke KAI

Meski menjadi ikon kecepatan, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh menghadapi tekanan finansial serius. Utang proyek kini mencapai Rp 116 triliun (sekitar 7,2 miliar USD), menimbulkan beban bagi PT KAI dan konsorsium BUMN yang terlibat. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan:

Baca Juga:  Gegara Listrik Padam, Dua Rute Kereta Cepat Whoosh Terdampak

“Kami akan koordinasi dengan Danantara untuk masalah KCIC ini, terutama kami dalami juga. Ini bom waktu,” saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Dalam laporan keuangan PT KAI per 30 Juni 2025 (unaudited), anak usaha KAI, PSBI, mencatat kerugian Rp 4,195 triliun pada 2024, dan Rp 1,625 triliun pada semester I 2025. Sebagai pemegang saham mayoritas KCIC, PSBI menanggung langsung beban utang proyek, sehingga empat BUMN pemegang saham PSBI ikut menanggung kerugian besar ini.

Komposisi saham PSBI terdiri dari:

  • KAI: 58,53%
  • PT Wijaya Karya (Persero) Tbk: 33,36%
  • PT Jasa Marga (Persero) Tbk: 7,08%
  • PTPN VIII: 1,03%

Sementara pihak China melalui konsorsium China Railway, yang terdiri dari lima perusahaan, memegang 40 persen saham KCIC.

Sorotan DPR

Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Emarini, menilai: “Kereta Api sebenarnya tinggi, bisa laba, tapi karena punya Whoosh jadinya defisit.”

Baca Juga:  Hindari Calo, KCIC Periksa Kesesuaian Tiket Penumpang Whoosh

Senada, anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto, menambahkan: “Itu kalau dihitung 2025, itu bisa beban keuangan dan dari kerugian KCIC bisa capai Rp 4 triliun lebih. Dari beban KCIC sendiri sudah Rp 950 miliar, dikalikan dua sudah Rp 4 triliun lebih.”

Darmadi memperingatkan, jika utang KAI tidak segera diatasi, angka tersebut bisa menembus Rp 6 triliun pada 2026.

Sementara itu, anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, menyebut bahwa KAI telah menyuntikkan modal besar ke PSBI sejak awal 2025.

“Termasuk dalam proyek strategis nasional, menghabiskan investasi sebesar 7,2 miliar dollar AS atau setara Rp 116 triliun. Kerugian semester I-2025 mencatat Rp 1,65 triliun dari investasi di PSBI. Tahun 2024, kerugiannya Rp 4,195 triliun.”

Sebagian besar pembiayaan proyek kereta cepat ini berasal dari pinjaman China Development Bank, ditambah penyertaan modal pemerintah dan kontribusi konsorsium BUMN Indonesia serta perusahaan China.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

KCIC Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

BPNT Oktober 2026 Rp600 Ribu, Begini Cara Cek Penerimanya lewat HP

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cair Oktober-Desember! Begini Cara Cek Nama Penerima Bansos Tahap 4 2026

Kemacetan

Awas Macet! Sabtu-Minggu Ini Bandung Penuh Acara, Catat Jadwal dan Lokasinya

Kirab Jampana HJKB 216 Besok! Ini Rute dan Jam yang Perlu Dihindari Pengendara

Bela Ibu dari Amukan Ayah, Remaja 15 Tahun di Cicalengka Meninggal Dunia

Semangkuk cuanki hangat di Cuanki Serayu

Getok Harga Cuanki Rp50 Ribu di Bandung Bikin Heboh, Wali Kota Farhan Minta Pedagang Jujur

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.