Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Cuma Makanan Tradisional, Singkong Kini Disulap Jadi Penjinak Karhutla

Jumat, 28 Agustus 2026 09:45 WIB

Membongkar Sosok Ayu Zhafira: Darah Minang, Tentara Skandinavia & Finalis Miss Norway!

Jumat, 28 Agustus 2026 09:39 WIB

Indramayu REANG Bergerak Cepat: Lumbung Pangan, Sekolah Rakyat, dan 6 Kawasan Industri Siap Geliat

Jumat, 28 Agustus 2026 08:12 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Cuma Makanan Tradisional, Singkong Kini Disulap Jadi Penjinak Karhutla
  • Membongkar Sosok Ayu Zhafira: Darah Minang, Tentara Skandinavia & Finalis Miss Norway!
  • Indramayu REANG Bergerak Cepat: Lumbung Pangan, Sekolah Rakyat, dan 6 Kawasan Industri Siap Geliat
  • Kode Redeem FF Hari Ini 28 Agustus 2026, Segera Klaim Token SG2 dan Bundle Eksklusif Gratis
  • PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya
  • Persib Resmi Berhenti Berburu Pemain? Umuh Muchtar Ungkap Alasannya
  • BPNT Tahap 3 2026 Masih Cair! Cek Sekarang Pakai NIK KTP, Begini Caranya
  • Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini 28 Agustus 2026, Cairkan Ratusan Ribu Rupiah Lewat Link DANA Kaget Resmi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 28 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jejak Sejarah Whoosh, Kereta Cepat yang Kini Jadi Bom Waktu KAI

By Aga GustianaJumat, 5 September 2025 15:14 WIB3 Mins Read
Kereta Cepat Whoosh
Kereta Cepat Whoosh (Instagram @keretacepat_id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, yang lebih dikenal dengan nama Whoosh, merupakan layanan kereta api penumpang berkecepatan tinggi pertama di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Layanan ini menghubungkan Jakarta dan Bandung dalam waktu sekitar 33 menit, dengan kecepatan maksimal mencapai 350 km/jam. Whoosh menghadirkan pengalaman perjalanan modern dan efisien dengan fasilitas terintegrasi, mulai dari beberapa kelas layanan hingga gerbong makan.

Layanan ini dioperasikan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), di mana 60 persen saham dimiliki oleh PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan sisanya oleh China Railway International Co. Ltd. melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd. Jalur ini merupakan fase pertama dari rencana jaringan kereta cepat di Pulau Jawa.

Sejarah Nama dan Logo Whoosh

Nama Whoosh terinspirasi dari onomatope bahasa Inggris untuk suara benda melaju kencang, yang sekaligus merupakan singkatan dari “Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Hebat”.

Logo Whoosh lahir dari sayembara yang diikuti berbagai perusahaan desain grafis. Dari sepuluh peserta, tersaring tiga finalis, dan logo pemenang diumumkan bersamaan dengan peresmian layanan pada 2 Oktober 2023. Logo tersebut, karya studio Visious, menampilkan logogram berbentuk huruf W yang menggambarkan lesatan kereta cepat, disertai tulisan “Whoosh” dengan desain huruf kokoh.

Baca Juga:  Tarif Normal Kereta Cepat 'Whoosh' Belum Berlaku, Pergi dari Jakarta-Bandung Masih Gratis

Selain logo dan warna, KCIC juga meluncurkan jenama audio, berupa jargon yang diucapkan di dalam kereta:

“Whoosh, whoosh, whoosh, yes!”

Whoosh dirancang untuk memberikan solusi transportasi cepat, meningkatkan kenyamanan, dan memangkas waktu perjalanan antara Jakarta dan Bandung. Saat ini, frekuensi operasionalnya mencapai 62 perjalanan pulang-pergi per hari (31 arah Bandung dan 31 arah Jakarta). Layanan ini juga menawarkan First Class, Business Class, dan Premium Economy yang lengkap dengan fasilitas modern.

Utang Membengkak dan Tekanan ke KAI

Meski menjadi ikon kecepatan, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh menghadapi tekanan finansial serius. Utang proyek kini mencapai Rp 116 triliun (sekitar 7,2 miliar USD), menimbulkan beban bagi PT KAI dan konsorsium BUMN yang terlibat. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan:

Baca Juga:  4 Tempat Makan Pilihan yang Dekat Stasiun Whoosh Padalarang

“Kami akan koordinasi dengan Danantara untuk masalah KCIC ini, terutama kami dalami juga. Ini bom waktu,” saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Dalam laporan keuangan PT KAI per 30 Juni 2025 (unaudited), anak usaha KAI, PSBI, mencatat kerugian Rp 4,195 triliun pada 2024, dan Rp 1,625 triliun pada semester I 2025. Sebagai pemegang saham mayoritas KCIC, PSBI menanggung langsung beban utang proyek, sehingga empat BUMN pemegang saham PSBI ikut menanggung kerugian besar ini.

Komposisi saham PSBI terdiri dari:

  • KAI: 58,53%
  • PT Wijaya Karya (Persero) Tbk: 33,36%
  • PT Jasa Marga (Persero) Tbk: 7,08%
  • PTPN VIII: 1,03%

Sementara pihak China melalui konsorsium China Railway, yang terdiri dari lima perusahaan, memegang 40 persen saham KCIC.

Sorotan DPR

Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Emarini, menilai: “Kereta Api sebenarnya tinggi, bisa laba, tapi karena punya Whoosh jadinya defisit.”

Baca Juga:  PM Tiongkok Jajal Langsung Kereta Api Cepat Jakarta Bandung, KCIC Termotivasi untuk Optimalkan Layanan

Senada, anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto, menambahkan: “Itu kalau dihitung 2025, itu bisa beban keuangan dan dari kerugian KCIC bisa capai Rp 4 triliun lebih. Dari beban KCIC sendiri sudah Rp 950 miliar, dikalikan dua sudah Rp 4 triliun lebih.”

Darmadi memperingatkan, jika utang KAI tidak segera diatasi, angka tersebut bisa menembus Rp 6 triliun pada 2026.

Sementara itu, anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, menyebut bahwa KAI telah menyuntikkan modal besar ke PSBI sejak awal 2025.

“Termasuk dalam proyek strategis nasional, menghabiskan investasi sebesar 7,2 miliar dollar AS atau setara Rp 116 triliun. Kerugian semester I-2025 mencatat Rp 1,65 triliun dari investasi di PSBI. Tahun 2024, kerugiannya Rp 4,195 triliun.”

Sebagian besar pembiayaan proyek kereta cepat ini berasal dari pinjaman China Development Bank, ditambah penyertaan modal pemerintah dan kontribusi konsorsium BUMN Indonesia serta perusahaan China.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

KCIC Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Cuma Makanan Tradisional, Singkong Kini Disulap Jadi Penjinak Karhutla

Indramayu REANG Bergerak Cepat: Lumbung Pangan, Sekolah Rakyat, dan 6 Kawasan Industri Siap Geliat

PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya

Bansos

BPNT Tahap 3 2026 Masih Cair! Cek Sekarang Pakai NIK KTP, Begini Caranya

Kursi Wabup Ciamis Lebih Setahun Kosong, Demokrat Jabar Resmi Dorong Anjar Asmara

Tabuh Bedug di Jombang, Prabowo Resmi Buka Muktamar ke-35 NU

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
  • Game Free Fire
    Kumpulan Kode Redeem FF 22 Agustus 2026: Klaim Token, SG2, dan Skin Bundle Gratis Sekarang!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.