Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Wajib Tahu! Cara dan Syarat Ambil Tiket Persib vs Arema di GBLA

Jumat, 24 April 2026 04:00 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Rasa Penasaran Bisa Berujung Celaka, Link Video 7 Menit ‘Ibu Tiri’ Diduga Sarang Peretasan

Jumat, 24 April 2026 03:00 WIB

Heboh Link Video “Bandar Membara Viral” : Waspada Jeratan UU ITE Menanti!

Jumat, 24 April 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Wajib Tahu! Cara dan Syarat Ambil Tiket Persib vs Arema di GBLA
  • Rasa Penasaran Bisa Berujung Celaka, Link Video 7 Menit ‘Ibu Tiri’ Diduga Sarang Peretasan
  • Heboh Link Video “Bandar Membara Viral” : Waspada Jeratan UU ITE Menanti!
  • Prediksi Panas Bung Towel: Nasib Juara Persib Bandung Ada di Tangan Persija?
  • Jamkrida Jabar Klaim Laba 2025 Meroket, Dewan: Tunggu Hasil Audit!
  • Revolusi Kamera iPhone 18 Pro: Apple Siap Benamkan Teknologi Lensa Variabel
  • Bentrok Besar di Bandung! Persib Tantang Arema FC dalam Laga Hidup Mati
  • Air Mata Sang Ketua DPRD Magetan: Perjalanan Karier Suratno yang Berakhir di Balik Rompi Pink Kejaksaan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 24 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Persib

Jersey Bukan Sekadar Kain: Kisah, Cinta, dan Sejarah Persib

By Aga GustianaSabtu, 25 Oktober 2025 19:34 WIB3 Mins Read
Menjahit Sejarah, Merayakan Gairah.
Menjahit Sejarah, Merayakan Gairah. (Foto: bukamata.id/Fadil Fikri)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bagi sebagian orang, jersey mungkin hanyalah selembar kain. Namun bagi mereka yang tumbuh bersama klub kebanggaannya, jersey menyimpan kisah, kebanggaan, bahkan cinta yang tak tergantikan.

Suasana itu terasa hangat dalam acara bertajuk “Menjahit Sejarah, Merayakan Gairah” yang digelar oleh Kawanbola, Hanatama Studio, dan Bridge di Kozi Coffee, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Sabtu (25/10/2025).

Tiga tamu istimewa hadir membagikan pengalaman mereka: Fajar Ramadhan, desainer MILLS; Agung Mutakin, desainer jersey Persib Bandung; dan Nays Muntahar, kolektor jersey sepak bola.

Bagi Agung Mutakin, merancang jersey bukan sekadar memilih warna atau motif. Setiap garis dan potongan bahan menyimpan sejarah yang dijahit dengan hati.

“Persib itu tidak akan pernah besar tanpa bobotoh, staf, dan orang-orang di balik layar,” ujarnya.

Dalam proyek jersey terbaru Persib bekerja sama dengan brand asal Spanyol, Kelme, Agung menekankan bahwa sejarah dan fungsi menjadi fondasi utama desain.

Baca Juga:  Bojan Hodak Puji Bobotoh, Kemenangan Persib atas Persija Jadi Magis di GBLA

“Awalnya ada rencana memasukkan elemen Maung, tapi akhirnya dihapus karena terlalu mirip klub di ibu kota. Akhirnya kami pilih desain yang lebih minimalis. Tapi justru, yang minimalis itu lebih mahal,” katanya.

Menurut Agung, jersey bukan hanya identitas klub, tapi juga penghormatan bagi mereka yang menjaga nama besar Persib di lapangan.

Sementara itu, Fajar Ramadhan membagikan kisah pertumbuhan industri jersey di Indonesia. Sepuluh tahun berkarya di dunia desain olahraga membuatnya menyaksikan perubahan besar.

Baca Juga:  Persib Bandung Pesta Gol ke Gawang Persita, David Da Silva Sumbang Hattrick

“Kalau dulu desainer jersey bisa dihitung jari, sekarang sudah banyak banget. Bahkan sudah jadi profesi baru,” ujar Fajar.

Ia menekankan bahwa perkembangan ini bukan sekadar tren, melainkan pengakuan bahwa karya anak bangsa bisa sejajar dengan brand internasional.

“Cita-cita saya sederhana: desainer jersey di Indonesia bisa hidup layak dan dihargai,” tambahnya.

Fajar juga berkomitmen untuk tetap berkarya. “Saya pengin tetap konsisten. Bisa 11 tahun, 12 tahun, dan seterusnya,” ujarnya.

Di sisi lain, Nays Muntahar hadir sebagai penjaga memori. Bagi Nays, jersey adalah fragmen sejarah yang menyimpan nostalgia, bukan sekadar koleksi.

“Di rumah sudah ada galeri pribadi. Tapi saya lebih berharap Persib punya museum besar yang bisa dikunjungi banyak orang,” ujarnya.

Baca Juga:  Persib Bandung Lolos Fase Grup ACL 2 2025/2026 Usai Kalahkan Manila Digger 2-1

Nays berencana membantu klub jika museum resmi Persib benar-benar terwujud.

“Saya sudah janji, kalau museumnya jadi, saya akan bantu isi dengan koleksi pribadi,” kata Nays.

Keterlibatannya dengan klub tidak berhenti di sana. Nays juga sering terlibat langsung dalam berbagai kegiatan Persib, termasuk tur trofi enam kota beberapa waktu lalu.

“Tim kolektor Persib juga ikut mengisi acara itu. Jadi kami memang selalu siap bantu kalau dibutuhkan,” ucapnya.

Bagi klub, jersey adalah bentuk penghormatan terhadap sejarah. Bagi desainer, jersey menjadi kanvas ekspresi. Sedangkan bagi kolektor, jersey adalah arsip budaya dan bukti cinta yang tak lekang oleh waktu.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bobotoh desain jersey jersey Persib Persib Bandung sejarah klub
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Wajib Tahu! Cara dan Syarat Ambil Tiket Persib vs Arema di GBLA

Prediksi Panas Bung Towel: Nasib Juara Persib Bandung Ada di Tangan Persija?

Persib Bandung

Bentrok Besar di Bandung! Persib Tantang Arema FC dalam Laga Hidup Mati

Sinyal Transfer Berani Persib, Targetkan Ulang Kesuksesan Lama?

Marc Klok Tegaskan Persib Siap Hajar Arema FC, Perebutan Gelar Jadi Tantangan

Demi Jaga Takhta, Bojan Hodak Minta Bobotoh Birukan GBLA di Laga Persib vs Arema

Terpopuler
  • Ole Romeny
    Rumor Transfer Persib: Skenario Gila Datangkan Ole Romeny dan Lepas Eliano ke Eropa
  • Rumor Transfer Persib: Antara Ronald Koeman Jr yang Dilirik Raksasa Belanda dan Kode Keras untuk Kadu
  • Shock Transfer! Persib Incar Striker 62 Gol, Ini Dampaknya ke Skuad
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Full No Sensor’ Viral, Ternyata Ancaman Serius Siber
  • Bursa Transfer Panas! Nama Besar Masuk-Keluar dari Persib Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.