Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri

Minggu, 14 Juni 2026 17:35 WIB

Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?

Minggu, 14 Juni 2026 16:27 WIB

Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini

Minggu, 14 Juni 2026 15:09 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?
  • Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini
  • Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?
  • Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo
  • Terungkap! Ini Penyebab Persib Sempat Kacau di Awal Musim 2023/24
  • Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Joget di Tiang Bendera, Viral Luapan Bahagia PPPK Usai Terima SK

By Aga GustianaJumat, 2 Januari 2026 16:57 WIB4 Mins Read
Viral seorang PPPK joget di tiang bendera usai terima SK. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pagi itu, halaman Kantor Bupati Soppeng di Jalan Salotungo tidak hanya dipenuhi barisan rapi para pegawai yang mengenakan seragam Korpri. Ada sesuatu yang berbeda. Suasana haru, lega, dan kegembiraan bercampur menjadi satu, menandai akhir dari perjalanan panjang ribuan tenaga honorer yang akhirnya mendapat kepastian status sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Di antara 3.507 orang yang menerima Surat Keputusan (SK) PPPK Paruh Waktu pada Rabu, 31 Desember 2025, satu sosok mendadak menjadi pusat perhatian. Bukan karena jabatan atau pangkat, melainkan karena ekspresi kebahagiaannya yang tak biasa: memanjat tiang bendera.

Aksi spontan itu sontak viral di media sosial. Video yang merekam momen tersebut menyebar cepat, memancing beragam reaksi publik—dari tawa, haru, hingga perdebatan soal etika aparatur sipil negara. Namun di balik sorotan kamera dan riuh warganet, tersimpan kisah panjang tentang perjuangan, pengabdian, dan luapan emosi yang akhirnya tumpah.

Euforia yang Sulit Dibendung

Upacara penyerahan SK berlangsung khidmat. Nama demi nama dipanggil, satu per satu PPPK maju menerima dokumen yang selama ini dinanti. Banyak di antara mereka yang telah mengabdi bertahun-tahun sebagai tenaga honorer, dengan status yang tak pernah benar-benar pasti.

Begitu prosesi resmi selesai, suasana berubah. Lapangan yang semula tertib perlahan menjadi ruang ekspresi. Beberapa PPPK terlihat saling berpelukan. Ada yang menitikkan air mata, ada pula yang langsung bersujud syukur di atas aspal halaman kantor bupati. Teriakan bahagia dan gelak tawa terdengar bersahut-sahutan.

Baca Juga:  Bukan Absensi, Ini Standar Baru Produktivitas ASN Jabar ala Dedi Mulyadi

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Soppeng yang turut mengamankan kegiatan ikut menyemarakkan suasana dengan menyemprotkan air ke udara. Guyuran air itu justru menambah keriuhan. Para PPPK menari, berlarian, dan mengabadikan momen bersejarah tersebut dengan ponsel masing-masing.

Namun, perhatian publik kemudian tertuju pada satu aksi yang tak terduga.

Baharuddin dan Tiang Bendera

Seorang pria berseragam Korpri tampak berlari kecil menuju tiang bendera yang berdiri tegak di tengah lapangan. Tanpa ragu, ia mulai memanjat. Tangannya mencengkeram tali, kakinya bergerak cepat, hingga tubuhnya berada di ketinggian sekitar pertengahan tiang.

Pria itu adalah Baharuddin, PPPK Paruh Waktu yang bertugas di Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Soppeng.

Dari bawah, rekan-rekannya bersorak. Ada yang merekam video, ada pula yang hanya mengangkat ponsel untuk mengabadikan foto. Baharuddin tampak tersenyum lebar. Sesampainya di tengah tiang, ia berhenti sejenak, menoleh ke arah puncak, lalu memberi hormat ke arah Sang Merah Putih.

Sesekali, tubuhnya bergoyang mengikuti irama kegembiraan. Bukan tarian terencana, melainkan ekspresi spontan—sebuah luapan emosi yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Bagi Baharuddin, momen itu bukan sekadar euforia. Itu adalah simbol kemenangan setelah bertahun-tahun berada dalam ketidakpastian status kerja.

Baca Juga:  Riak-riak Penolakan Pj Bupati Bandung Barat, Sekda Minta ASN Fatsun Putusan Kemendagri

Perjalanan Panjang di Balik Seragam

Seperti banyak PPPK lainnya, Baharuddin bukan orang baru di lingkungan pemerintahan Kabupaten Soppeng. Ia telah lama menjalani peran sebagai tenaga pendukung, bekerja di balik layar, memastikan urusan administrasi dan kebutuhan kantor berjalan lancar.

Status honorer membuatnya terbiasa hidup dengan kepastian yang rapuh. Kontrak yang diperpanjang dari waktu ke waktu, penghasilan yang terbatas, serta masa depan yang selalu menjadi tanda tanya.

Ketika akhirnya SK PPPK Paruh Waktu berada di tangannya, semua beban itu seakan runtuh seketika. Apa yang disaksikan publik di media sosial hanyalah potongan kecil dari ledakan emosi yang telah lama terpendam.

Respons Pemerintah Daerah

Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh PPPK yang resmi menerima SK. Ia menekankan bahwa pengangkatan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bentuk kepercayaan dan tanggung jawab besar.

Menurutnya, keberadaan ribuan PPPK di berbagai unit kerja akan menjadi tulang punggung dalam mendukung jalannya pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Soppeng.

“Kehadiran kalian di berbagai posisi sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” ujarnya di hadapan para penerima SK.

Ia juga menegaskan bahwa skema PPPK Paruh Waktu merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kepastian status sekaligus penghargaan kepada tenaga kerja yang selama ini telah mengabdi.

Baca Juga:  Wali Kota Apresiasi Kinerja ASN, Bandung Sukses Gelar Milangkala Tatar Sunda dan Perayaan Persib

Amanah dan Etika

Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, turut mengingatkan para PPPK agar menjaga sikap, etika, dan profesionalisme dalam bekerja. Menurutnya, status sebagai PPPK adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Tunjukkan kinerja terbaik dan layani masyarakat dengan sepenuh hati,” pesannya.

Pernyataan itu menjadi penyeimbang dari euforia yang meledak-ledak. Di satu sisi, kegembiraan adalah hal manusiawi. Di sisi lain, status baru sebagai aparatur pemerintah menuntut kedewasaan dalam bersikap.

Di Balik Viral, Ada Cerita Manusia

Aksi joget di tiang bendera mungkin akan terus dibicarakan. Ada yang menganggapnya berlebihan, ada pula yang melihatnya sebagai potret kejujuran emosi seorang abdi negara kecil yang akhirnya mendapatkan pengakuan.

Namun jika ditarik lebih jauh, peristiwa ini mencerminkan realitas sosial yang lebih luas: betapa beratnya perjuangan para tenaga honorer dan betapa besar arti sebuah SK bagi hidup mereka.

Bagi Baharuddin dan ribuan PPPK lainnya di Soppeng, hari itu bukan sekadar seremoni. Itu adalah titik balik, sebuah garis awal baru dalam perjalanan pengabdian mereka—yang dimulai dengan tawa, air mata, dan sebuah joget spontan di bawah bendera Merah Putih.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ASN honorer Joget Tiang Bendera PPPK Paruh Waktu PPPK Soppeng SK PPPK Viral Soppeng
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri

Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?

Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur

Viral! Pencopetan di Mal Bandung Terekam CCTV, iPhone 17 Pro Max Raib Usai Salat Magrib

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Kisruh SPMB: Dedi Mulyadi Janjikan Siswa yang Tersingkir di Sekolah Negeri Dijamin Gratis Masuk Swasta

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.